Oleh humasnew on May 17, 2018

Jakarta (17/5) – Para penceramah di masjid Nurussalam Kemenko PMK Jakarta dihimbau harus mendidik, memotivasi hingga mengajak kebaikan dan peningkatan dalam beribadah. Demikian disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono kepada para jamaah shalat dzuhur.  

Dalam himbauannya, Agus menegaskan penceramah harus memiliki pemahaman dan komitmen pada tujuan utama diturunkanya agama yakni melindungi martabat kemanusiaan serta menjaga kelangsungan hidup dan perdamaian umat manusia. Materi yang disampaikan pun harus berdasarkan pengetahuan keagamaan yang memadai dan bersumber dari ajaran pokok agama. Adapun kalimat yang disampaikan harus baik dan santun dalam ukuran kepatutan dan kepantasan, terbebas dari umpatan, makian, maupun ujaran kebencian.

Hal lain yang harus diperhatikan isi ceramah harus mendidik dan berisi materi pencerahan yang meliputi pencerahan spriritual, intelektual, emosional dan multikultural. Materi yang diutamakan berupa nasehat, motivasi dan pengetahuan yang mengarah kepada kebaikan, peningkatan kualitas ibadah, pelestarian lingkungan. Termasuk tidak mempertentangkan unsur SARA (suku, agama, ras, antargolongan) yang dapat menimbulkan konflik, mengganggu kerukunan ataupun merusak ikatan bangsa.

Materi yang disampaikan juga tidak bermuatan penghinaan, penodaan dan atau pelecehan terhadap pandangan, keyakinan dan praktik ibadah dalam umat beragama, serta tidak mengandung provokasi untuk melakukan tindakan diskriminatif, intimidatif, anarkis dan destruktif. Selain itu, materi yang disampaikan pun tidak bermuatan kampanye politik praktis dan atau promosi bisnis. AWP

 

Categories: