Oleh humas on February 26, 2018

Jakarta (26/02) --- Guna mengantisipasi dampak bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kedeputian Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko PMK menggelar rakor antisipasi dampak bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Rakor yang berlangsung di ruang rapat lantai 3, Gd. Kemenko PMK, Jakarta ini dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana, Masmun Yan Mangesa. Dalam pembukaannya, Yan menerangkan, rakor ini sesuai dengan instruksi Menko PMK. Dimana sesuai arahan Menko PMK saat Kunjungan Kerja di Bali, menginstruksikan agar segera mengkoordinasikan masalah kebakaran hutan dan lahan. Saat ini terdapat 4 Provinsi status siaga tanggap darurat kebakaran hutan diantaranya, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Riau dan Kalimantan Tengah. Termasuk bencana banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi akibat anomali cuaca serta sulit ditebak.

Karhutla yang dikhawatirkan terutama akan menimbulkan gangguan terhadap masyarakat terutama dibidang kesehatan, kegiatan belajar mengajar. Pemerintah sendiri telah mengantisipasi penanganan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang sudah dilakukan diantaranya memperkuat sistem peringatan dini bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Termasuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat melalui berbagai media salah satunya media sosial serta aktifasi posko siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, mengerahkan dukungan sumber daya nasional sesuai tugas fungsi dan kewenangan K/L untuk memperkuat kapasitas daerah serta memaksimalkan penggunaan seluruh potensi sumber daya Pemda untuk penanggulangan dampak bencana asap. Juga mempersiapkan layanan yang perlu diantisipasi dalam penanganan pengungsi serta akses pelayanan dasar bagi masyarakat korban dan terdampak bencana. 

"Saat ini kita belum full untuk menghadapi kebakaran hutan, tetapi kita sudah memulai antisipasi kebakaran hutan dan lahan. Hingga kini terdapat 100 siaga hutan, kita harus siap terutama K/L dibawah Kemenko PMK. Hal itu agar suatu saat dihadapkan hal-hal yang tidak diinginkan kita sudah siap dalam segala hal mulai logistik, layanan kesehatan dan lainnya" ujar Yan.

Ia juga mengharapkan agar K/L dapat mengintegrasikan upaya-upaya khususnya kebakaran hutan dan lahan agar siap dalam menghadapi bencana. Termasuk sistem yang digunakan untuk bencana kebakaran maupun informasi dari BMKG agar dapat disebarluaskan. Termasuk pembangunan posko siaga bencana asap  di tiap-tiap daerah. Hadir dalam rakor ini perwakilan dari Kemenko Polhukam, Kemenko Perekonomian, Kemenkes, Kemensos, Kominfo, KLHK, BNPB, BMKG serta beberapa perwakilan K/L lainnya. Ris