Oleh humasnew on July 24, 2018

Medan (24/07)-- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Pemerintah Amerika melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Perdagangan Australia (DFAT) hari ini melaksanakan Latihan Simulasi Table-Top Menghadapi Kedaruratan Penyakit Zoonosis Melalui Pendekatan One Health. Acara ini dibuka langsung oleh Sekretaris daerah Provinsi Sumatera Utara, R. Sabrina di Hotel Grand Aston, Medan, Selasa (24/07).

Asisten Deputi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Kemenko PMK, Naalih Kelsum dalam sambutannya menyatakan, latihan simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Indonesia untuk mencegah, mendeteksi dan mengatasi wabah Penyakit Infeksi Emerging (PIE) melalui peningkatan koordinasi multisektoral sesuai denganpedoman koordinasi pendekatan One Health yang diluncurkan pada bulan Februari 2018 lalu.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana non alam berupa wabah penyakit khususnya penyakit infeksi emerging dan zoonosis menggunakan buku Pedoman Koordinasi Lintas Sektor yang telah diluncurkan beberapa waktu lalu di Yogyakarta,” ungkapnya.

Latihan simulasi table-top ini, tambahnya, merupakan simulasi keempat dan yang terakhir. Simulasi sebelumnya telah dilaksanakan di Bogor, Manado, dan Bali pada awal tahun ini. Latihan simulasi di Medan melibatkan perwakilan dari seluruh provinsi yang ada di pulau sumatera (Aceh, Riau, Riau Kepulauan, Sumut, Sumbar, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Bangka Belitung, dan Lampung).

Selain menyusun pedoman koordinasi sejak 2016, Kemenko PMK juga menyusun dan melaksanakan program pencegahan, deteksi, dan kesiapsiagaan atas potensi wabah penyakit zoonosis dan PIE. Serangkaian kajian dan diskusi untuk memastikan program tersebut sejalan dengan kebijakan, strategi, dan prioritas, serta didukung dengan peraturan dan perundang-undangan yang ada. Seperti, pengesahan Undang-Undang Penanggulangan Bencana Nomor 24 Tahun 2007 yang menetapkan wabah penyakit sebagai salah satu bencana non-alam yang perlu dikelola potensi ancamannya. 

"Di Indonesia telah dilaksanakan berbagai pilot projects pendekatan One Health. Bahkan telah diadopsi sebagai sistem pelatihan kesehatan terpadu, serta telah dibangun sistem informasi terpadu antar-kementerian," ujar Naalih.

Deputi Konsul Kedutaan Besar Amerika Serikat di Medan, Jessica Panchatha menyatakan menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan merasa terhormat pemerintahnya sangat mendukung pemerintah Indonesia dalam mengembangkan pedoman koordinasi pendekatan One Health.

“Merupakan suatu kehormatan bagi Pemerintah Amerika Serikat untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan pedoman koordinasi pendekatan One Health yang akan memastikan bahwa mekanisme koordinasi yang dibutuhkan saat terjadinya wabah bersifat transparan dan dapat ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara,  R. Sabrina menyampaikan terimakasih karena Provinsi Sumatera Utara sebagai lokasi pelaksanaan simulasi kesiapsiagaan. 

“Latihan simulasi ini sangat berguna bagi jajaran aparat pemerintahan provinsi dan kabupaten berikut pemangku kepentingan lain untuk dapat mempraktekan Pedoman Koordinasi tersebut sekaligus menyesuaikan dengan kondisi di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Categories: