Oleh humasnew on November 24, 2018

Bogor (24/11)--- Workshop bertajuk ‘Penguatan Nilai-nilai Revolusi Mental di Perdesaan: Penyusunan Kerangka Riset sebagai Masukan Kebijakan Berbasis Pengetahuan’ yang terselenggara atas kerjasama Kemenko PMK dengan Laboratorium Sosiologi UI, secara resmi ditutup. Setelah melewati rangkaian diskusi panel selama dua hari, workshop akhirnya menghasilkan sebuah kertas kebijakan yang kemudian akan dibawa ke level berikutnya, yaitu laporan kepada jajaran pimpinan dan presentasi kepada K/L terkait di bawah koordinasi Kemenko PMK. 

Sejauh ini, sudah banyak praktik baik yang telah dilakukan oleh Desa, misalnya dalam hal pendampingan, transparansi dan tata kelola, optimalisasi kearifan lokal, pemanfaatan potensi dan sumber daya desa, hingga masalah kepemimpinan. Tentunya, Pemerintah ingin terus memperbaiki kebijakan yang ada agar menjadikan desa sebagai tempat hidup yang layak bagi warganya. Para pakar yang diajak diskusi dalam workshop ini, dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu yang berbeda, diharapkan dapat memperkaya kebijakan yang akan diputuskan oleh penyelenggara negara. Utamanya dalam mendukung tiga aspek penting, yaitu ekonomi, sosial budaya, dan kebangsaan di tingkat desa.

“Kehadiran Bapak/Ibu para pakar, dengan semangat pengabdian kepada masyarakat, diharapkan mampu menyebarluaskan praktik baik yang telah didapatkan selama dua hari kemarin untuk “oleh-oleh”  bagi warga masyarakat di daerahnya masing-masing,” kata Asisten Deputi Pemberdayaan Desa, Kemenko PMK, Herbert O Siagian saat menutup workshop. “Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kehadiran Ibu/Bapak semua disini. Secara khusus kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas academia LabSosio FISIP UI atas kerjasamanya. Mari kita begotong royong dalam mewujudkan Desa sebagai tempat yang rakyatnya sejahtera, maju, dan berkebudayaan,” ajaknya lagi.

Menurut Herbert, hasil workshop akan menjadi acuan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan KSP (Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pengendalian) Pembangunan dan Pemberdayaan Desa, serta menjadi acuan dalam merencanakan pelaksanaan kegiatan tahun mendatang.Tidak hanya dalam pembangunan dan pemberdayaan desa, hasil workshop ini juga akan mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental. 

Workshop ini dihadiri oleh sejumlah guru besar ahli perdesaan, ekonomi, sosiologi, hingga infrastruktur dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hassanuddin, Universitas Negeri Manado, Universitas Majalengka, dan UIN Sunan Gunung Jati, Kota Bandung.(*)

Categories: