Bencana dan Kerawanan Sosial

Oleh humas on December 29, 2014

Jakarta, 29 Desember – Menteri Koordinator Bidang pembangunan Manusia dan kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla terbang ke Surabaya, Jawa Timur, pada hari ini, Senin (30/12/2014). Wapres akan mengunjungi Crisis Center AirAsia di Terminal II Bandara Juanda Surabaya, untuk  mengecek langsung pendataan penumpang serta kondisi keluarga penumpang AirAsia QZ8501 yang hilang kontak sejak Minggu (29/12/2014) pagi.

Sesuai agenda, Wapres dan rombongan menuju Bandara Juanda Surabaya pada pukul 13.00 WIB. Dalam kunjungan tersebut, Wapres juga akan didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja, di antaranya Menteri Perhubungan Ignatius Jonan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla berempati kepada seluruh pihak yang tertimpa musibah pesawat Air Asia QZ 8501. Karena itu, acara tutup tahun yang sedianya dijadwalkan ke Bali tanggal 30 Desember 2014 ditiadakan sebagai penghormatan JK kepada seluruh penumpang dan keluarganya serta awak pesawat yang masih dalam pencarian.

Husain Abdullah, Juru Bicara Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam keterangan tertulisnya, seperti dilansir laman Tribun News,  menyatakan, selain acara tutup tahun di Bali, kunjungan tersebut mulanya akan dirangkaikan pertemuan dengan beberapa menteri serta deputi dari Kantor Wapres. Namun rapat tersebut juga akhirnya dijadwalkan ulang.

"Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, berharap para penumpang dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Dan kepada seluruh pihak yang membantu pencarian, M. Jusuf Kalla, menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi. Kepada para Tim Pencarian, Pak JK berharap dapat bekerja lebih cermat dan teliti," demikian keterangan Husain, Senin (29/12/2014).

Secara khusus kepada seluruh keluarga penumpang dan awak pesawat, Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla menyampaikan bahwa pemerintah akan mengerahkan segenap kemampuan untuk melakukan pencarian.

Pada Minggu (28/12/2014) sore, Wapres menyampaikan keterangan pers mengenai insiden AirAsia ini. Ia menyatakan bahwa AirAsia kemungkinan mengalami kecelakaan karena hingga sore hari kemarin terhitung sudah 10 jam pesawat tersebut hilang kontak. Atas kejadian ini, Wapres menyampaikan keprihatinan dan duka cita pemerintah. Ia pun memerintahkan Badan SAR Nasional bersama dengan TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara untuk mengerahkan kemampuan dan peralatan penuh dalam mencari AirAsia QZ8501 baik di darat mau pun di laut.

Wapres juga menyatakan pemerintah menerima tawaran dari Australia, Malaysia, dan Singapura untuk ikut melakukan pencarian. Pemerintah, menurut KAlla, akan mengoptimalkan sejumlah anggaran untuk mendukung pencarian pesawat AirAsia rute Surabaya-Singapura tersebut.

Hilang kontak

Pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura, Minggu (28/12/2014) pagi. Pada Minggu (28/12/2014) malam, upaya pencarian dihentikan karena kekhawatiran atas kondisi cuaca buruk.

Dalam rilisnya kemarin, Kementerian Perhubungan menyebutkan pesawat diperkirakan jatuh di perairan Tanjung Pandan dan Pontianak.

Pesawat tersebut mengangkut 155 penumpang dan 7 kru, yang sebagian besar berasal dari Indonesia. Sementara, warga asing yang terdapat dalam penerbangan tersebut di antaranya warga negara Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 29, 2014

Jakarta, 29 Desember  - Ribuan rumah terendam banjir di Jember, Jawa Timur. Di Desa Sumberagung, Kecamatan Sumberbaru, misalnya, banjir merendam 1.260 rumah.
"Kamis sudah dapat laporan dan kroscek di lapangan, banjir juga terjadi di Desa Sumberagung ini," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Heru Widagdo, Minggu (28/12/2014).
Menurut Heru, seperti dilansir laman Kompas.com, banjir di desa tersebut merata terjadi di semua dusun. Di Dusun Tambakrejo, sebut dia, ada 280 rumah terendam. Lalu, di Dusun Banjar Rejo 280 rumah, Dusun Banjar Rejo Tengah 400 rumah, dan Banjar Rejo 300 rumah.
“Air mulai masuk ke dalam rumah warga sejak Sabtu (27/12/2014) malam, seiring hujan deras yang terus turun," kata Heru. Namun, pada Minggu siang, warga yang rumahnya terendam banjir memilih pulang karena melihat air perlahan surut.
Menurut Heru, banjir ini berasal dari luapan kali yang melintasi desa. "Kami mengimbau warga tetap waspada dan siaga," ujar dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, 200 rumah di Desa Pondok Joyo, Kecamatan Sumberbaru, Jember, sudah diketahui terlebih dulu terendam banjir. Tidak ada korban dalam peristiwa itu, tetapi warga sempat mengungsi karena banjir mencapai ketinggian sekitar 50 sentimeter. (Kc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 29, 2014

Jakarta, 29 Desember  - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Said Rasul, mengatakan daerahnya masih dalam status siaga banjir hingga Januari 2015.
"Saat ini hingga Januari tahun depan, daerah kita masih dalam status siaga banjir," katanya disela-sela mendampingi Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf meninjau sejumlah lokasi pengungsi korban banjir di Aceh Utara, Minggu (28/12/2014).
Untuk itu, kata dia, Pemerintah Aceh melalui BPBA seperti dilansir laman Antaranews, terus melakukan koordinasi dengan kabupaten dan kota guna mengetahui berbagai perkembangan terkait dengan bencana banjir dan tanah longsor.
Banjir bandang melanda 25 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara sejak beberapa hari terakhir menyebabkan hampir 100 ribu penduduk mengungsi dikarenakan air merendam pemukiman warga dengan ketinggian antara satu hingga dua meter.
Wagub Aceh Muzakir Manaf menyerahkan bantuan tanggap darurat sebesar Rp 200 juta kepada para korban bencana banjir Kota Lhokseumawe.
Muzakir Manaf menyatakan pemerintah prihatin terjadinya banjir yang terjadi hampir seluruh desa di sejumlah kabupaten dan kota di pesisir timur provinsi berpenduduk sekitar 4,5 juta jiwa tersebut.
"Saya berharap agar para korban tetap bersabar dan selalu berprasangka baik terhadap cobaan yang diberikan oleh Allah SWT," katanya menjelaskan.
Ia juga menjelaskan, bencana alam banjir akhir tahun 2014 tidak hanya di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, tapi juga terjadi di beberapa wilayah seperti di Aceh Tamiang hingga ke Aceh Singkil.
Dijelaskan, Pemerintah Aceh tetap akan membantu korban banjir namun mekanismenya yakni akan dilakukan pendataan dengan harapan nantinya bantuan benar-benar tepat sasaran.
"Pemerintah Aceh melalui BPBA terus berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota terdampak bencana, guna melakukan analisis dan mengambil langkah tepat penanganan bencana di tiap-tiap daerah," kata Wagub Muzakir Manaf.

Rumah warga Gunung Kidul tertimbun longsor

Sementara itu, rumah warga di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tertimbun tanah longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah ini dari Sabtu (27/12/2014) hingga Minggu (28/12/2014).
Sebuah rumah milik Sudaryanto (55) tertimbun tanah akibat pekarangan di atasnya milik Martani (56) di Dusun Pace A RT 01 RW 02 Desa Hargomulyo Kecamatan Gedangsari, longsor.
Meski dalam musibah ini tidak ada korban jiwa, tetapi bagian belakang rumah korban yang berdinding bambu atau gedek ini hancur.
"Kejadian ini berawal hujan deras yang mengguyur Desa Hargomulyo, sejak Sabtu (27/12) sore. Hujan hampir semalam tidak henti. Tiba-tiba pagi hari sekitar 05.00 WIB, tanah pekarangan milik Martani, yang kebetulan posisinya di atas,longsor dan menimpa rumah saya ini," kata Sudaryanto di Gunung Kidul.
Meski pagi itu keluarganya masih tidur, tetapi dengan kejadian itu, langsung terbangun dan lari keluar rumah.
"Saya kira ada gempa, karena rumah sempat bergoyang karena bagian belakang dapur tertimbun longsor," katanya.
Untuk menghindari akibat yang lebih parah, jika terjadi hujan susulan, maka puluhan masyarakat setempat, langsung kerja bakti menyingkirkan longsoran tanah bercampur batu yang menimpa rumah Sudaryanto.
Secara terpisah Kades Hargomulyo Kecamatan Gedangsari, Sumaryanto mengatakan salah satu desa di Kecamatan Gedangsari yang rawan terjadinya bencana tanah longsor.
"Berbagai sosialisasi agar warga meningkatkan kewaspadaan. Sudah berulang kali kami lakukan. Banyak warga yang berada di wilayah rawan longsor, harus pindah. Namun mereka enggan mengungsi karena pada umumnya tidak punya lahan yang lain. Tanah yang ditempati, hanya satu-satunya dan itu peninggalan nenek moyangnya. Hal Ini yang menjadi hambatan mereka pindah pada daerah aman," kata Sumaryanto.
Kepala Pelaksana BPBD Gunung Kidul Budhi Harjo ketika dikonfirmasi mengaku sudah mendatangi lokasi kejadian. "Bahkan kita juga sudah membantu logistik bagi korban dan warga yang kerja bakti. Saking banyaknya material longsoran, diperkirakan tidak selesai dikerjakan satu hari. Tetapi kita sudah menyiapkan bantuan untuk mereka yang gotong royong itu," katanya.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 28, 2014

Jakarta, 28 Desember - PVMBG Badan Geologi menaikkan enam gunung api dengan status siaga dan 14 waspada. Gunung Soputan yang berada di Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara baru saja berstatus siaga terhitung Jumat (26/12/2014) pukul 03.00 Wita.

Oleh humas on December 27, 2014

Yogyakarta, 27 Desember - Hari ini pemerintah memperingati bencana besar tsunami yang terjadi di Provinsi Aceh sepuluh tahun lalu. Peringatan berlangsung syahdu dengan iringan doa. Bencana tersebut menyisakan sejumlah pelajaran penting bagi bangsa Indonesia.

Oleh humas on December 26, 2014

Yogyakarta, 26 Desember - Umat muslim di Kota Ternate, Maluku Utara ikut mengamankan perayaan Natal di daerah ini, sebagai bentuk toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
"Kami berterima kasih kepada umat muslim di Ternate yang ikut mengamankan pelaksanaan Natal dengan cara berjaga di sekitar gereja sejak tadi malam sampai pagi ini," kata pimpinan umat Katolik di Malut, Pastor Titus Rahail usai misa Natal di Gereja Santo Pedro di Ternate, Kamis.

Oleh humas on December 26, 2014

Yogyakarta, 26 Desember  - Ribuan warga Banda Aceh larut dalam doa dan zikir mengenang 10 tahun bencana raya gempa dan tsunami yang melanda Aceh, Kamis (25/12/2014) malam. Mereka melakukan zikir dan doa bersama di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Oleh humas on December 26, 2014

Jogyakarta, 26 Desember - Curah hujan yang terus meningkat menyebabkan bencana banjir beberapa tempat seperti di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Selatan, Bandung, Rokan Hulu,

Oleh humas on December 24, 2014

Jakarta, 24 Desember - Memasuki masa tanggap darurat bencana hari pertama, Selasa (23/12/2014), banjir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terus meluas. Ketinggian air juga terus naik. Pengungsi pun masih terus bertambah.
"Kemarin yang banjir parah itu Bojongsoang, Dayeuhkolot, dan Baleendah. Nah sekarang di Katapang, Kutawaringin, dan beberapa lokasi juga sudah mulai tergenang," ujar Marlan, Ketua Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Selasa (23/12/2014).
"Terakhir saya mendata, rumah yang terendam mencapai 36.000 unit dengan jumlah pengungsi 5.300 (orang). Kemungkinan hari ini terus bertambah. Karena kebetulan hari ini saya ada di lapangan, jadi tidak terlalu memantau data," imbuh Marlan.
Terkait masih terus bertambahnya ketinggian banjir, Marlan seperti dilansir laman Kompas.com, menyebutkan intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama sebagai penyebabnya. Dia pun mengaku mendapat informasi bahwa permukaan air di Sungai Cisangkuy juga terus naik.
"Kalau air di sungai terus meningkat, secara tidak langsung akan membuat ketinggian air banjir terus bertambah," ujar Marlan. Menurut dia, banjir kali ini merupakan yang terburuk sejak 2010.
Camat Dayeuhkolot Eef Syarif mengakui pula bahwa banjir di penghujung 2014 ini parah. Rujukan yang dipakai Eef, setinggi-tingginya banjir menggenangi wilayahnya, hal itu tak sampai memunculkan genangan di depan kantornya.
Namun, kali ini, genangan pun terlihat di depan kantor kecamatan tersebut. Berdasarkan pantauan Kompas.com, tinggi genangan air di depan kantor ini sekitar 30 sentimeter, sementara ketinggian genangan di permukiman warga adalah 1-2 meter

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 24, 2014

Jakarta, 24 Desember -  Pekerjaan pembangunan 50 unit hunian tetap (huntap) relokasi warga Sinabung sudah selesai 92,7 persen. Target 50 unit huntap selesai hingga akhir tahun 2014, akan tercapai setelah semua pihak bekrja keras.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam keterangannya seperti dilansir laman Tribunnews, menyebutkan,  pembangunan jalan menuju lahan relokasi juga sudah hampir selesai di tahap pertama. Jika sebelumnya masih berupa jalan rusak, semak belukar dan hutan, saat ini sudah menjadi jalan yang dapat dilalui kendaraan.

Rencana penyelesaian 370 unit huntap untuk warga 3 desa yaitu Desa Sukameriah, Desa Simacem, dan Desa Bekerah akan diselesaikan pada tahun 2015. Bukan hanya rumah saja tetapi juga pembangunan infrastruktur, ekonomi produktif, sosial budaya, dan lintas sektor.
 
Sementara itu aktivitas Gunung Sinabung masih tetap tinggi. Status Siaga (level 3). Pada selasa (23-12-2014) telah terjadi 64 guguran dan 3 kali luncuran awan panas  guguran dari puncak dengan jarak luncur sejauh 1.000-2.500 meter ke arah Tenggara.Tinggi kolom abu awan panas 500 meter. Teramati guguran lava dari puncak sejauh 500-700 meter ke arah Tenggara.
 
Jumlah pengungsi 2.443 jiwa atau 795 KK yang tersebar di 7 titik pengungsian. Pengungsi beradal dari dua desa yaitu Desa Sigarang-garang dan Desa Sukanalu, Kecamatan Namanteran. Kebutuhan logistik pengungsi mencukupi, kesehatan terlayani, pendidikan lancar, dan sarana prasana aman. Saat ini para pengungsi menyiapkan perayaan Natal di pengungsian.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 23, 2014

Jakarta, 23 Desember - Deputi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan urusan Lingkungan Hidup dan Kerawanan Sosial, Willem Rampangille memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) Pasca Bencana Erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Rakor bertujuan untuk mengkoordinasikan dan mensinkronkan berbagai program Rehab-Rekon yang dijalankan Kementerian/Lembaga terkait dengan percepatan Rehab-Rekon pasca bencana erupsi Gunung Sinabung.

Oleh humas on December 20, 2014

Jakarta, 20 Desember - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kesenjangan pendidikan akan menimbulkan ketidakadilan sehingga pemerintah perlu memberikan anggaran dan perhatian besar di samping terus menyebar guru ke seluruh pelosok daerah.
"Negara sebenarnya beri perhatian pendidikan besar mengingat 20 persen anggaran pemerintah digunakan untuk pendidikan," kata Jusuf Kalla saat melepas 52 pengajar muda angkatan IX dari Gerakan Indonesia Mengajar di Kantor Wapres Jakarta, Jumat (19/12/2014).
Hadir dalam acara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.

Oleh humas on December 18, 2014

Jakarta, 18 Desember  - Kementerian Sosial akan memperbanyak Kampung Siaga Bencana, terutama di daerah rawan bencana alam, sebagai bentuk kesiapsiagaan.
"Selain segera memperbanyak Kampung Siaga Bencana yang telah dibentuk di 142 titik rawan bencana, juga disiapkan kemampuan personel dari Tagana," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Rabu (18/12/2014) di Jakarta.
Kementerian Sosial seperti dilansir laman Antaranews, menghargai berbagai upaya penggunaan berbagai teknologi tinggi pada sistem peringatan dini (early warning system) terkait bencana alam.
Namun, pihaknya juga memperluas jangkauan dengan melakukan pendekatan sistem peringatan dini berbasis masyarakat dan kearifan lokal juga dibutuhkan.
Hal itu, kata Mensos, sebagai langkah penguat upaya peningkatan kemampuan kesiapsiagaan dan mitigasi.
"Sistem peringatan dini diperlukan, selain meminimalisir jumlah korban. Juga, untuk peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi menghadapi bencana alam," katanya.
Kampung Siaga Bencana dibentuk di daerah rawan bencana dimana masyarakatnya dilatih untuk hidup bersahabat dengan alam namun di sisi lain tetap meningkatkan kewaspadaan dengan perubahan alam yang terjadi.
Saat bencana terjadi, katanya, masyarakat bisa langsung menyelamatkan diri dan mampu mandiri pada masa tanggap darurat sampai bantuan dari pemerintah tiba,
Hal ini diperlukan untuk meminimalisir jumlah korban jiwa dan memastikan kebutuhan warga yang mengungsi terpenuhi.(Ant/Gs).

 

 

 

 

Oleh humas on December 18, 2014

Jakarta, 18 Desember - Bantuan terus mengalir untuk korban tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah. Setidaknya hingga satu pekan ke depan, logistik untuk 1.000 lebih pengungsi masih mencukupi.
Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno mengatakan, saat ini pihaknya sudah kesulitan menyiapkan tempat penampungan karena bantuan logistik yang terus mengalir.
 
Pihak Pemkab Banjarnegara seperti dilansir laman Liputan6.com, memfungsikan beberapa gedung sebagai tempat penampungan logistik pengungsi. Saat ini semua gedung di Karangkobar, sudah terisi logistik, mulai dari gudang posko induk, kantor kecamatan hingga beberapa posko lembaga penerima bantuan lain. Pemkab pun mengarahkan bantuan logistik untuk masuk ke gudang di kabupaten.
 
"Di Gedung Wanita sendiri sudah penuh. Padahal itu di tengah kota, nanti jika ada bantuan masuk, kami arahkan ke pendopo kabupaten," ujar Hadi Supeno Kamis (18/12/2014).
 
Hadi Supeno meminta kepada semua pihak yang ingin memberi bantuan sebaiknya tidak perlu sampai ke  lokasi longsor. Selain kesulitan menampung, juga akan menambah kesemrawutan di lokasi. Disarankan  bantuan cukup diturunkan ke pendopo.
 
"Saya yakinkan dan saya jamin bantuan yang ada pasti akan sampai ke yang membutuhkan. Tak akan mengurangi niat untuk menyantuni para korban longsor," kata Hadi Supeno.  
 
Hadi berharap, semua pihak mengetahui apa yang dibutuhkan baik pemkab maupun masyarakat korban longsor. Masyarakat saat ini lebih membutuhkan semen untuk rehabilitasi infrastruktur di lokasi longsor.

Hingga Rabu 17 Desember sejak terjadinya tanah longsor Jumat 12 Desember, pengungsi masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian. Sebagian pengungsi diperbolehkan untuk kembali ke rumah masing-masing sedangkan sebagian lainya masih harus bertahan di pengungsian. (L6c/Gs).

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 18, 2014

Jakarta, 18 Desember -Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menyarankan bagaimana masyarakat yang sekarang ada di tempat pengungsian, terutama di Karangkobar dan Wanayasa, untuk bisa terjaga kelangsungan kehidupannya. Karena itu, disiapkan  ekonomi produktif, pertanian dan peternakan.

"Saya menyarankan ada bantuan stimulus berupa benih padi, cabe rawit, kol dan bantuan untuk ternak, yaitu pakannya, kandangnya, dan obat-obatan,” kata Puan di Jakarta, Rabu (17/12/2014).
Sementara itu, seperti dilansir harian Terbit, hingga saat ini kurang lebih 4.082 prajurit TNI dan Polri serta komponen masyarakat lainnya telah diterjunkan ke lokasi bencana. TNI juga mengerahkan 1.313 personel, terdiri dari TNI AD 1.064 personel, TNI AL 208 personel, TNI AU 41personel, Polri 420 personel dan 2.343 personel sipil.
TNI juga mengirimkan beberapa material yang dimiliki untuk penanganan korban longsor yaitu alat berat 13 unit bantuan dari Yonzipur 9/K sebanyak 3 unit (1 eskavator, 1 loader, 1 beco), Yonzipur 4 satu unit (1 eskavator), Bina Marga 3 unit (2 eskavator, 1 loader), PU Kab. Banjarnegara (1 loader), PT. Cebong Melindo 2 unit (2 loader) dan PT. Bumi Bangkit 3 unit (3 eskavator).  

TNI juga mengerahkan 16 unit ambulance, bantuan dari Korem 071 (1 unit), Kopassus (1 unit), Yonif 412/K (1 unit), Yonarmed 11/k (1 unit), Yonkes 2/k (1 unit), Marinir (1 unit), Dinkes Kab. Banjarnegara (7 unit), Dinkes Kab. Temanggung (1 unit), PMI Kab. Banjarnegara (1 unit) dan RS PKU Banjarnegara (1 unit).(Ht/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 17, 2014

Jakarta, 17 Desember  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana segera merencanakan relokasi masyarakat terkena bencana longsor di Dusun Jemblung, desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Presiden perintahkan masyarakat yang terkena bencana 43 KK dan 42 KK, segera dilakukan relokasinya. tentu ini akan meningkatkan juga keinginan masyarakat biasanya mereka tidak mau jauh dari lokasi sebelumnya," ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Syamsul Maarif memberikan keterangan pers mengenai hasil rapat terbatas mengenai mitigasi dan antisipasi bencana hingga Appril 2015, di kantor presiden, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Untuk menindaklanjuti perintah presiden, kata kepala BNPB, pihaknya akan. menggandeng pakar geologi untuk mencari tempat relokasi.

"Kemudian untuk dana yang kami memerlukan 80 unit rumah kebutuhan dana Rp 5,8 miliar. Itu termasuk jalan, jembatan, tanggul, drainase, irigasi, normalisasi sungai sejumlah Rp23 miliar," ujarnya.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember - Proses distribusi bantuan bencana longsor di Banjarnegara mengalami kesulitan. Medan berat dan cuaca belum kondusif menjadi penyebabnya.

“Saat ini salah satu kendalanya adalah transportasi dan kemudian juga kondisi alam, karena di sana masih hujan terus menerus,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani di Gedung Lemhanas, Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Selain itu, seperti dilansir laman Timlo.net dari Merdeka.com, kondisi medan yang rusak juga menjadi penyebab lain terhalangnya distribusi bantuan. Hal ini menyebabkan alat transportasi cukup sulit mengakses lokasi bencana.

“Tempatnya tidak memungkinkan untuk semua alat transportasi masuk ke daerah bencana,” kata Menko PMK.

Pemerintah terpaksa memutuskan untuk menunda dulu pemberian bantuan kepada para korban. Menurut Menko PMK, bantuan akan segera diberikan setelah dipastikan kondisi alam dapat lebih kondusif.

“Ini tidak bisa terburu-buru. Kalau kita datangkan juga ke sana kemudian tidak bisa masuk juga akan menjadi satu hal lagi yang menambah permasalahan di sana,” terangnya.

Meski demikian, Menko PMK memastikan proses evakuasi akan terus dilakukan pemerintah. Menurut dia, evakuasi akan dijalankan hingga 21 Desember.

“Kita lihat apakah alam bersahabat atau tidak, tentu saja pemerintah atau negara akan hadir dan tidak akan berdiam diri,” ungkapnya.

Janji Percepat Relokasi Korban Longsor Banjarnegara

Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK Puan Maharani mengatakan saat ini pemerintah tengah menjalankan proses evakuasi bencana longsor Banjarnegara, Jawa Tengah. Dia menerangkan pemerintah akan mempercepat proses relokasi korban sesaat setelah evakuasi dinyatakan selesai.
"Kami berharap hunian sementara maupun hunian tetap pascabencana ini, setelah nanti secepatnya akan ditemukannya korban-korban yang sampai saat ini belum semua ditemukan," ujar Menko PMK.
Menko PMK seperti dilansir laman Merdeka.com  mengatakan pemerintah tidak hanya akan menjalankan program relokasi. Program tersebut rencananya akan ditunjang dengan pelbagai program pendukung agar para korban dapat kembali menjalankan aktivitas seperti sebelum terjadi bencana.
"Tentu saja harus kemudian dilanjutkan atau diteruskan dengan program-program lain, yaitu bagaimana kemudian semua keluarga itu kembali mendapatkan lahan untuk tempat tinggal, lahan untuk bercocok tanam, dan anak-anak bisa kembali bersekolah," tegas Menko PMK.
Lebih lanjut, Menko PMK menerangkan pemerintah akan menjalankan program pascabencana secara terpadu melibatkan seluruh kementerian terkait. Hal ini akan dilakukan setelah proses evakuasi bencana dinyatakan selesai pada 21 Desember mendatang.
"Setelah itu baru kita akan melakukan proses pascabencana di mana hal-hal yang berkaitan dengan bencana di Banjarnegara itu bisa kita lakukan secara menyeluruh," ungkapnya.(Tn/Mc/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 16, 2014

Jakarta, 16 Desember  - Bencana longsor di seantero tanah air sudah pada tahap yang sangat mengkhawatirkan, baik dari sisi frekuensi maupun jumlah korban jiwa. Fakta ini terlihat dari angka-angka statistik bencana longsor dalam satu dekade terakhir.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho seperti dilansir laman Tribunnews, mengungkapkan sudah lebih dari 2.000 kali longsor terjadi di Indonesia, dalam 10 tahun terakhir. Akibat musibah yang didominasi andil kesalahan manusia itu pun sudah menewaskan lebih dari 1000 orang.
"Dalam kurun waktu 2005 sampai 2014 total terdapat 2.278 peristiwa longsor. Total ada 1.815 orang tewas dan hilang akibat bencana-bencana longsor‎ dalam waktu 10 tahun terakhir," katanya di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (15/12/2014).
Bahkan diungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, dalam 10 tahun itu, tren bencana longsor cenderung meningkat. Di tahun 2005 tercatat ada 50 kejadian tanah longsor, 2006 ada 73 kejadian, 2007 sekitar 104 kejadian dan 2008 ada 112 kejadian, lalu meningkat lagi di tahun berikutnya, yakni pada tahun 2009 ada 238 kejadian, 2010 ada 400 kejadian.
"Pada 2011 jadi 329 kejadian, 2012 ada 291 kejadian, 2013 ada 296 kejadian, dan 2014 naik lagi ada 385 kejadian. Dalam 10 tahun itu tren bencana longsor cenderung meningkat," katanya.
Selain mengakibatkan 1.815 tewas dan hilang, ribuan peristiwa tanah longsor dalam 10 tahun terakhir juga berdampak pada 79.339 orang mengungsi, 7.679 unit rumah rusak berat, 1.186 unit rumah rusak sedang, dan 8.140 unit rumah rusak ringan.
BNPB sendiri sudah memetakan daerah-daerah rawan bahaya longsor di seluruh Indonesia. Hasilnya, daerah-daerah yang masuk dalam daerah bahaya longsor level sedang sampai tinggi sebanyak 274 kabupaten/kota.
"Daerah rawan longsor tersebar di sepanjang Bukit Barisan di Sumatera, Jawa bagian tengah dan selatan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sebab, daerah-daerah itu merupakan daerah dataran tinggi atau perbukitan, pegunungan," tegasnya.
Jika dilihat secara detil, maka ada 3 kabupaten yang paling banyak atau sering terjadi peristiwa tanah longsor dalam 10 tahun terakhir. Di antaranya lanjut Sutopo adalah Kabupaten Wonogiri dengan 90 kejadian, Kabupaten Bogor dengan 75 kejadian, dan Kabupaten Wonosobo dengan 72 kejadian.
Sementara khusus untuk Kabupaten Banjarnegara terjadi 22 peristiwa tanah longsor sejak 2005 sampai 2014 ini.
"Artinya di Banjarnegara rata-rata setahun terjadi 2 sampai 3 kali tanah longsor," katanya.
Sementara kalau dipetakan secara provinsi, maka provinsi Jawa Barat adalah provinsi paling sering terjadi tanah longsor dengan 132 kejadian, disusul Provinsi Tengah dengan 102 kejadian, dan Jawa Timur dengan 47 kejadian.
Dari data BNPB selama 10 tahun terakhir itu,  terlihat bahwa puncak kejadian tanah longsor terjadi‎ pada bulan Januari dimana ada lebih dari 350 kejadian. Kemudian bulan Februari ada kurang lebih 300 kejadian, dan Maret ada lebih dari 210 kejadian. Ketiga bulan di awal tahun tersebut merupakan rentang waktu yang paling sering terjadi tanah longsor di Indonesia dengan peningkatan kejadian mulai terlihat pada bulan Oktober tahun sebelumnya.
"Semua kejadian itu nampak sangat dipengaruhi oleh pola hujan. Rata-rata kejadian longsor memang terjadi pada bulan-bulan saat musim penghujan," imbuhnya.
Edwin Firdaus

Longsor Terjadi 80 Persen Karena Ulah Manusia

Dalam kesempatan tersebut, BNPB menilai umumnya longsor, banjir maupun kebakaran hutan terjadi karena ulah manusianya.

Hal itu berdasarkan data investigasi sejumlah bencana di Indonesia.

"80 persen, bencana banjir, longsor atau kebakaran hutan itu ada campur tangan manusia, bukan faktor alam," kata Sutopo.

Sementara bencana akibat faktor alam,  di antaranya seperti gempa bumi atau Tsunami.

Seperti halnya longsor di Banjarnegara. Analisa BNPB,  longsor di Desa Jemblung ini hampir mirip dengan longsor di berbagai wilayah lainnya di Indonesia seperti di Karangayar pada 2007, Ciwidey tahun 2010, Cililin tahun 2013 dan Banjarnegara tahun 2006.

"Ini bukan hanya faktor alam saja yang berperan, tapi juga ada faktor manusia. Karena seharusnya di lokasi longsor itu ada tumbuh-tumbuhan dan pepohonan sehingga tak terjadi longsor," ujarnya.

40,9 Juta Orang Indonesia Hidup di Area Rawan Longsor

Sementara itu dikatakan 40,9 juta jiwa atau tepatnya 17,2 persen dari penduduk di seluruh wilayah Indonesia, ternyata berdiri di area yang rawan longsor. baik di area rawan longsor level sedang maupun tinggi, kata Sutopo Purwo Nugroho menandaskan di kantornya, Jakarta.

Menurutnya, dari 40,9 juta jiwa tadi ada sekitar 4,28 juta orang masih usia balita. Sedangkan penyandang disabilitas berjumlah 323.000 orang dan sejumlah 3,2 juta merupakan orang lanjut usia.

"Umumnya mereka tinggal di daerah dengan infrastruktur terbatas sehingga saat terjadi longsor evakuasi terkendala medan," katanya.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 15, 2014

Jakarta, 15 Desember  - Presiden Jokowi setelah meninjau proses pencarian korban longsor, langsung memberikan bantuan kepada para pengungsi di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Saat berada di posko pengungsian, Presiden Jokowi  dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa seperti dilansir laman Tribunnews, secara simbolis memberikan bantuan ribuan selimut kepada para korban selamat. "Bantuan berupa perlengkapan tidur diberikan kepada para korban bencana tanah longsor," ujar Mensos.

Kepada petugas Posko, Mensos meminta petugas senantiasa memerhatikan para pengungsi. "Selalu perhatikan apa yang dibutuhkan pengungsi, mulai dari kebutuhan logistik ataupun perlengkapan yang diperlakukan darurat seperti ini," katanya.

Sementara Presiden Jokowi memerintahkan TIM SAR Gabungan membuka akses jalan yang tertutup, sehingga alat berat berupa eskavator bisa masuk ke lokasi longsor untuk melakukan evakuasi. "Kalau akses jalan sudah terbuka semua, eskavator baru bisa masuk," kata Jokowi.

Presiden  meminta kepada Tim SAR dan warga berhati-hati saat proses evakuasi. "Sekali lagi semuanya harus berhati-hati saat melakukan evakuasi," tegas Presiden.

Presiden menyebut Provinsi Jawa Tengah memang banyak terdapat titik-titik rawan bencana. Tidak hanya bencana longsor, namun juga bencana alam lainya. "Saya minta, semua warga yang tinggal di daerah titik rawan bencana selalu waspada,"ungkapnya.

Satu Ton Makanan Tambahan ASI DiSalurkan  

Sementara itu, Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (PPKK) Kementerian Kesehatan telah mengirimkan mengirim tim Rapid Health Assesment (RHA) PPK, Minggu siang (14/12/2014).

Kemenkes juga menyalurkan satu ton makanan tambahan ASI dan makanan  tambahan untuk ibu hamil akan dikirim malam ini dari Direktorat Bina Gizi Kemenkes.

"Untuk kebutuhan obat sementara masih bisa didukung dari Dinas Kesehatan Banjarnegara dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkes RI, drg Murti Utami MPH di Jakarta, Minggu (14/12/2014).

Disebutkan, tim Rapid Health Assesment ini akan membantu tim Penanggulangan Krisis Kesehatan  regional Jawa Tengah dan DIY yang sudah berada di lokasi kejadian.

Data BNPB, hingga Minggu (14/12/2014) pukul 16.00 WIB, bencana longsor di Dusun Jemblung Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten  Banjarnegara berhasil menemukan 32 korban tewas. Sebanyak  76 orang yang diduga tertimbun masih dicari.

Tercatat 800 orang mengungsi tersebar di Kecamatan Karangkobar sebanyak 577 orang mengungsi di 10 titik lokasi pengungsian dan KecamatanWanayasa sebanyak 223 orang. Lima  orang dirujuk ke RS Banjarnegara dan 9 orang (LR) mendapat perawatan di Puskesmas terdekat. (Tn/Gs)

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 15, 2014

Jakarta, 15 Desember  - Presiden Joko Widodo meminta evakuasi korban tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, segera diselesaikan.
"Yang paling penting sekarang evakuasi dulu. Saya sudah pesan tadi, dirampungkan dulu evakuasinya, kita tidak akan bicara yang lain, konsentrasi evakuasi," kata Presiden di Banjarnegara, Minggu (14/12/2014) siang.
"Nanti kalau jalannya sudah didorong, sudah bisa dibuka, ekskavator masuk. Diperkirakan besok ekskavator masuk karena memang kondisinya seperti itu," katanya usai mengunjungi lokasi tanah longsor dan tempat pengungsian warga Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara.
Saat ditanya mengenai batas waktu evakuasi, Presiden seperti dilansir laman Anatarnews, mengatakan bahwa hal itu akan dilihat berdasarkan kondisi di lapangan.
Presiden mengakui titik-titik rawan longsor di Jawa Tengah banyak sekali dan mengimbau warga waspada, terutama yang berada di daerah rawan longsor.
Saat meninjau lokasi tanah longsor, Presiden menyempatkan diri turun ke permukiman yang tertimbun tanah longsor untuk melihat lebih dekat proses evakuasi.
Presiden dan Ibu Negara Iriana kemudian mengunjungi tempat pengungsian warga Dusun Jemblung di Desa Ambal, Kecamatan Karangkobar, dan memberikan bantuan kepada para pengungsi yang rumahnya tertimpa tanah longsor.
Menurut Kepala Desa Sampang Purwanto, Presiden memberikan bantuan uang untuk setiap keluarga korban tanah longsor, terutama yang rumahnya tertimpa longsoran.
Selain itu, kata dia, Presiden juga memberikan bantuan uang Rp20 juta kepada Kepala Dusun Jemblung untuk memenuhi keperluan pengungsi selama beberapa hari.
Ia mengatakan di Dusun Jemblung ada 82 keluarga yang terdiri atas 253 orang. "Jumlah warga kami yang tertimbun sekitar 100 orang," katanya.
Berdasarkan data sementara Posko Induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, sudah ada 32 jenazah korban yang ditemukan, tujuh di antaranya belum teridentifikasi.
Sementara jumlah pengungsi secara keseluruhan mencapai 649 jiwa yang tersebar di 12 lokasi pengungsian. Para pengungsi tidak hanya berasal dari Dusun Jemblung, tetapi juga dusun lainnya yang terancam bencana tanah longsor.

Longsor, Bencana dengan Korban Terbanyak di 2014

 Sementara itu, Longsor di Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah harusnya makin menyadarkan masyarakat untuk lebih menaruh perhatian lebih serius dari ancaman longsor.

Data sementara kejadian bencana di Indonesia tahun 2014 ada 248 jiwa orang tewas akibat longsor. Jumlah ini hampir dua per tiga dari korban tewas akibat bencana di Indonesia selama 2014.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB seperti dilansir laman Tribun news, mengatakan, bencana tanah longsor selalu berulang setiap tahun. Di Indonesia ada sekitar 40,9 juta jiwa penduduk yang terpapar bahaya longsor sedang hingga tinggi.

"Masyarakat terpapar adalah masyarakat beserta perumahan, sistem atau elemen lain yang berada pada zona bahaya dan berujung pada potensi kerugian.  Bertambahnya jumlah penduduk, meningkatnya degradasi lingkungan, dan curah hujan yang makin ekstrem menyebabkan risiko longsor makin tinggi," kata Sutpo dalam keterangan tertulisnya.

Pola longsor setiap tahun sesungguhnya sudah dikenali. Data kejadian longsor memiliki korelasi positif dengan pola hujan, dimana sebagian besar bulan  Januari adalah puncak kejadian longsor. Wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah provinsi yang paling banyak bencana longsor.

Daerah yang berulang mengalami longsor adalah Kab Bogor, Sukabumi, Cianjur, Garut, Bandung Barat, Tasikmalaya, Purbalingga, Banjarnegara, Karanganyar, Wonosobo, Temanggung, Cilacap, Grobogan, Pemalang, Brebes, Pekalongan, Pacitan, Ponorogo, Malang, Jember dan lainnya sering terjadi longsor.

Masyarakat yang terpapar longsor umumnya tidak memiiki kemampuan memproteksi diri dan lingkungan dari longsor. Sistem pertanian subsisten diolah di lereng-lereng perbukitan tanpa diikuti konservasi tanah yang baik. Untuk itu sosialisasi kepada masyarakat perlu terus ditingkatkan.

Tata ruang benar-benar ditegakkan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan yang intinya meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus lingkungan setempat(Tn/Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on December 14, 2014

Jakarta, 14 Desember - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, mengatakan bakal memprioritaskan pembangunan terhadap warga korban longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah. “Agar warga desa itu bisa kembali bergerak dan beraktivitas perekonomian,” ujarnya.

Oleh humas on December 14, 2014

Jakarta, 14 Desember - Pakar geologi Universitas Gadjah Mada Dwikorita Karnawati mengatakan wilayah Kecamatan Karangkobar merupakan zona yang paling rawan longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
"Di Jawa Tengah yang paling rawan longsor Banjarnegara, dan di Banjarnegara yang paling rawan longsor di Kecamatan Karangkobar. Jadi sudah masuk zona merah dari yang termerah," kata Dwikorita yang juga Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, Minggu.(14/12/2014).

Oleh humas on December 13, 2014

Jakarta, 13 Desember – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan bahwa pemerintah provinsi setempat belum menyatakan status darurat bencana di Kabupaten Banjarnegara meskipun terjadi tanah longsor di sejumlah lokasi.
"Belum (darurat bencana), makanya saya akan cek kesana langsung pada hari ini," katanya di Semarang, Sabtu (13/12/2014)..
Ganjar seperti dilansir laman Antaranews, mengungkapkan bahwa ada kemungkinan status darurat bencana ditetapkan di Kabupaten Banjarnegara, namun hal tersebut melihat kondisi di lokasi bencana terlebih dulu.

Oleh humas on December 13, 2014

Jakarta, 13 Desember - Presiden RI Joko Widodo mengatakan pertemuan puncak para pemimpin negara-negara ASEAN dan Korea Selatan dalam KTT Dialog ASEAN-Korsel ke-25 di Busan, Korea Selatan, Jumat, menjadikan penyakit mematikan Ebola sebagai salah satu agenda pembicaraan.
Hal ini, menurut Presiden Jokowi kepada wartawan seperti yang dilansir laman Antaranews, di Pesawat Kepresidenan saat menuju Tanah Air, dianggap penting karena memberikan efek kepanikan yang akan berdampak pada stabilitas perekonomian.

Oleh humas on December 12, 2014

Jakarta, 12 Desember  - Puluhan rumah di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah rusak akibat diterjang material longsor. Bencana alam tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur dalam dua hari terakhir.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Catur Suandrio, seperti dilansir laman Tribun News, mengatakan perkembangan terkini terkait bencana longsor yang terjadi di Banjarnegara terjadi di jalan provinsi sebanyak empat titik lokasi.

Adapun di lokasi Desa Kalibening Kecamatan Kalibening hingga kini ada beberapa timbunan longsor yang menutupi dua jalan kabupaten belum bisa diatasi. Sebab, keterbatasan personel dan alat berat untuk melakukan pemindahan longsoran tanah ataupun evakuasi.

"Sampai hari ini, terdapat 63 titik rumah terkena longsor masuk dalam kategori rusak berat, sedang dan ringan," ujar Catur Suandrio, Jumat (12/12/2014).

Dia menambahkan, material longsor di Desa Tunggoro, Kecamatan Sigaluh, menutup ruas jalan nasional penghubung antara Banjarnegara dan Wonosobo. Jalan penghubung dua kabupaten itu benar-benar tidak dapat dilalui kendaraan.

Selain itu, kata dia, terdapat lima titik lahan pertanian kena banjir, tiga titik desa terkena banjir, dan 41 rumah terancam longsor susulan.

Terkait bencana tanah bergerak di Dusun Pencil, Desa Karangtengah, Kecamatan Wanayasa, hingga saat ini gerakan tanah masih terus berlangsung.

Untuk pengungsian Kamis (11/12/2014) malam terus bertambah di Dusun Pencil Desa Karangtengah Kecamatan Wanayasa mencapai 139 jiwa.

Sedangkan di Dusun Wadas Pandansari Kecamatan Wanayasa sebanyak 72 jiwa, Desa Dawuhan Kecamatan Wanayasa sbanyak 70 jiwa, Desun Ngasinan Desa Pejawaran 46 jiwa dan Desa Sijeruk Banjarmangu 13 KK, serta wilayah Kecamatan Susukan dan di Desa klampok hingga kini belum terdata.

Sementara korban meninggal dunia longsor yang terjadi Kamis (11/12/2014) pukul 14.00 WIB di Desa Sidengkok Kecamatan Pejawaran satu orang, Suheri (65). Sedangkan korban luka ringan berjumlah dua orang.

"Pagi ini kekuatan personel di Posko AJU BPBD di pandansari sejumlah 30 org terdiri dr Basarnas, TNI, MDMC, FKBAB, puskesmas, RAPI, SAR Kabupaten Banjarnegara, Bagana, PMI dan tagana," jelas dia.

Untuk fokus kegiatan hari ini, relawan akan disebarkan ke akses jalan-jalan yang masih tertimbun longsor, perbaikan jalan darurat, dan pelayanan pengobatan mobile dengan puskesmas dan relawan PKPU.

"Untuk menjadi perhatian bahwa foto-foto yang beredar di berbagai media sosial itu tidak benar!! Itu hoax/isu menyesatkan. Sebab posko selalu update tentang perkembangan kejadian di seluaruh wilayah Banjarnegara," ungkapnya.

Sementara itu, kebutuhan mendesak seperti alat berat, alat kerja, logistik, beras, makanan, selimut dan kebutuhan makan dan minuman hingga kini masih dibutuhkan untuk evakuasi dan pemenuhan kebutuhan bagi warga yang mengungsi.(Tn/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

Pages

Subscribe to RSS - Bencana dan Kerawanan Sosial