Oleh humasnew on March 13, 2018

Jakarta (12/03)--- Menindaklanjuti pertemuan dengan Co Founder dan Chief Product Officer Buy For Others (BOF) tanggal 27 Februari 2018 lalu di Kemenko Bidang PMK, Senin sore tadi, pertemuan serupa kembali digelar. Maksudnya tidak lain adalah untuk membangun jejaring informasi mengenai target penerima dan komunitas penyaluran paket berbagi yang dapat difasilitasi melalui program social commerce BFO. Pengelola BFO selanjutnya diterima langsung oleh Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK, Tb Achmad Choesni; dan didampingi oleh Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia, Ade Rustama.

BFO social commerce, begitu lengkapnya saat perkenalan, adalah model sosiopreneur baru generasi milenial yang ingin menggugah empati dan simpati masyarakat luas untuk mau berbagi kepada sesama. Dengan memanfaatkan pesatnya penggunaan internet, perkembangan ekonomi Indonesia yang terus membaik, terlebih dengan hasil survey Charity Aid Foundation di tahun 2016 yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara ketujuh dengan jumlah orang  baik hati terbanyak, Program BFO ini lalu diperkenakan ke publik.

Dalam keterangan di website resminya, www.buyforothers.com dijelaskan sebagai platform yang dapat menghubungkan mereka selaku pembeli barang kepada mereka yang membutuhkan, melalui cara semudah belanja online. Secata keseluruhan, Program BFO dijalankan dengan tahapan mulai dari melihat publikasi atau pengumuman siapa saja orang yang sedang membutuhkan atau calon penerima; lalu donate atau mulai menyumbang. Jika barang yang dibutuhkan sudah dibeli, barang itu kemudian dikemas (pack) lalu siap dikirimkan kepada mereka yang berhak menerima (send); barang yang sudah dikemas dan siap dikirim itu selanjutnya disalurkan (distribute); dan terakhir, apa saja paket barang, siapa saja yang menerima akan dilaporkan kepada para pembeli barang tadi/si pemberi (report).

Sembari mengajak netizen untuk berbelanja online secara positif, BFO juga mengajak netizen untuk berbagi terhadap sesama khususnya mereka yang membutuhkan dengan penuh cinta. BOF dalam websitenya menawarkan sejumlah paket barang yang dapat dibeli netizen untuk kemudian “dikemas” menjadi paket barang sumbangan dan siap disalurkan kepada para calon penerimanya. Paket-paket barang itu secara tersendiri disesuaikan dengan themanya antara lain pendidikan, kemanusiaan, kesehatan, makanan, bancana alam, dan sebagainya. Sebagai platform sosiopreneur baru, BFO sudah menjangkau 14 provinsi, 30 komunitas, dengan total penerima paket sekitar 8.300 penerima. (sumber: Kedep II Kemenko PMK)