Budaya

Oleh humas on April 22, 2015

Jakarta, 22 April – Sesmenko PMK Sugihartatmo memberikan paparan tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental Untuk Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Paparan tersebut disajikan dalam rangka Silaturahim Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat, DWP IPP, dan DWP Provinsi DKI Jakarta. (Gs).

Oleh humas on April 22, 2015

Jakarta, 22 April – Sesmenko PMK Sugihartatmo memberikan pengarahan pada acara Silaturahim DWP Pusat-DWP IPP-DWP Provinsi DKI Jakarta yang berlangsung Rabu, 22/4/2015, di Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta.(Gs).

Oleh humas on April 01, 2015

Sukoharjo 1 April 2015 - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani didampingi Menteri Hukum dan Hak asasi Manusia Yasonna Laoly, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA), Yohana Yembise dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) AAGN Puspayoga membatik usai meresmikan gedung pusat promosi potensi Daerah Graha Wijaya dan Pasar Jamu Nguter dengan tema Sinergitas program strategis dalam rangka peningkatan daya saing jamu. (photo: ng/humas)

Oleh humas on April 01, 2015

Sukoharjo 1 April 2015 - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani (dua kiri) didampingi Istri Bupati Sukoharjo Etty Wardoyo (kiri) berfoto bersama pelajar saat acara minum jamu bersama, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2015).Kegiatan minum jamu bareng ini untuk mendeklarasikan Kabupaten Sukoharjo sebagai produsen jamu terbesar di Jawa Tengah.(photo;ng/humas)

Oleh humas on March 31, 2015

Tawangmangu (31/03)--- "Gerakan minum jamu bersama yang sudah saya luncurkan dan terus berjalan di beberapa kementerian, ke depan (saya harapkan-red) tidak hanya sebatas acara seremonial saja tapi juga bisa makin membudaya. Saya juga mewacanakan agar setiap bandara kita ada gerai jamu, supaya jamu kita juga makin dikenal di dunia dan jadi identitas bangsa," demikian sambutan Menko PMK, Puan Maharani saat peluncuran lima jamu saintifik di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (BBPPTOOT) Kemenkes RI, Tawangmangu, Karanganyar, Jateng.

Oleh humas on March 31, 2015

Tawangmangu, 31 Maret 2015 - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (dua kiri ) bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tiga kiri) memanen tanaman obat di BPTO Kemenkes, Kab. Tawangmangu Jawa Tengah.

Acara yang dilanjutkan dengan meluncurkan lima jamu yang telah melalui program saintifikasi dan terbukti aman serta berkhasiat untuk dikonsumsi. "Peluncuran jamu saintifik ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam melestarikan dan membudayakan jamu,"

Oleh humas on March 11, 2015

Jakarta, 11 Maret - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Sugihartatmo memimpin rapat terkait Revolusi Mental di Kantor Kemenko PMK, Jakarta. Selain dihadiri oleh jajaran Kemenko PMK, rapat Revolusi Mental juga diikuti oleh para akademisi, pakar serta tokoh masyarakat. PS

Oleh humas on March 10, 2015

Jakarta (10/03)--- Menko PMK, Puan Maharani, menerima kunjungan Dubes China untuk Republik Indonesia, Xie Feng, di ruang kerjanya, selasa siang. Menko PMK didampingi oleh (mulai dari ujung sebelah kanan) Sesmenko PMK, Sugihartatmo; Deputi V bidang Koordinasi kebudayaan, pariwasata, Pemuda dan Olahraga, Hazwan Yunas; Staf Khusus Menko PMK, Arief Budimanta.

Oleh humas on March 05, 2015

Jakarta. 5 Maret 2015 - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menerima Audiensi Direktur Utama TMII Bambang Susanto di Kantor Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3 Jakarta. (ole)

Pada kesempatan itu Dirut TMII Memaparkan Persiapan Penyelenggaraan Internasional Training Center for Intangible Heritage in The Asia Pasific  Region Under The Auspices of UNESCO Tahun 2015, serta membahas persiapan pelaksanaan Ulang Tahun ke 40 TMII.

Oleh humas on March 03, 2015

Jakarta, 3 Maret – Kepala Bidang pada Asdep Urusan Kebudayaan di Kedeputian V Bidang Koordinasi Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kemenko PMK Dohardo Pakpahan, mewakili Deputi V Menko PMK memberikan sambutan dalam acara Ramah Tamah Imlek 2566 dan Pengiriman Kartu Pos dengan Perangko Tahun Kambing Kayu yang diselenggarakan oleh Lembaga Indonesia – Tiongkok, (LTI), Selasa (3/3/2015) di Auditorium LTI, Komplek Perkantoran Sahid, Jakarta Pusat. Acara dihadiri oleh undangan dari sejumlah kementerian negara, Pembina LTI, PT Pos Indonesia, Penggiat Filateli, Komunitas Masyarakat Tiongkok, dan Para Pengusaha Keturunan Tionghoa lainnya.

Perangko bergambar shio sesuai tahun yang berlaku seperti tahun ini adalah Kambing Kayu, sesungguhnya sudah diluncurkan sejak 4 Februari 2015 lalu dan dicetak oleh PT Pos Indonesia sebanyak 500 ribu keping. Tahun 2015 ini merupakan peluncuran perangko bergambar shio yang kesembilan kalinya sejak pertama kali dilakukan di tahun 2007 silam. Harapannya, perangko bergambar shio akan terus menjadi bagian penting budaya Indonesia yang sangat beragam. Perangko bergambar shio juga diketahui hanya dibuat di 20 negara di seluruh dunia dan Indonesia adalah salah satunya. (IN/Gs)

 

 

 

 

Oleh humas on February 23, 2015

Jakarta, 23 Februari - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, menghadiri perayaan Imlek tahun 2566 Kongzili yang diselenggarakan oleh Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) pada Seni sore (23/2/2015). Dalam perayaan tersebut hadir pula Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin beserta istri, anggota Dewan Pertimbangan Preseiden (Wantimpres) Jimly Assidiqi, dan Deputi Menko PMK bidang Pendidikan dan Agama Agus Sartono. (deni/kristian)

Oleh humas on February 23, 2015

Jakarta, 23 Februari - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menerima cinderamata berupa buku-buku tentang pendidikan dan kebudayaan negara Belarus yang diserahkan langsung oleh Duta Besar Negara Belarus untuk Republik Indonesia Vladimir N Lopato Zagorsky di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senini siang (23/2/2015). (deni)

Oleh humas on January 27, 2015

Jakarta (27/01)--- Puan Maharani, Menko PMK (paling kanan) foto bersama usai menerima penghargaan Rekor MURI bersama dengan penerima penghargaan lainnya. Menko PMK terpilih sebagai penerima penghargaan dengan kategori sebagai perempuan pertama yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Menteri termuda dalam Kabinet Kerja Jokowi - JK.

Oleh humas on January 23, 2015

Jakarta, 23 Januari – Untuk kesekian kalinya para menteri kabinet kerja kembali bersama-sama menggelar acara Jumat minum jamu bersama. Kali ini acara berlangsung di Kementerian Kesehatan pada Jum’at (23/01/2015), yang bertemakan "Bugar dengan Jamu" (BuDe Jamu). Hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Perindustrian Husen Saleh, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise, Menteri Koperasi dan UKM AA Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala BPOM Roy Siparingga, Kepala BNN Anang Iskandar, serta pejabat dari Kementerian/Lembaga terkait.

"Saya berharap jamu jangan hanya dikenal masyarakat Indonesia saja, tetapi juga harus dikenal dunia lewat ajang promosi. Kami di jajaran Menteri Kabinet Kerja yang hadir di Kantor Kementerian Kesehatan sepakat untuk bisa mendorong, memajukan dan meningkatkan warisan budaya bangsa, sehingga jamu ini tak hanya dikenal di dalam negeri tapi juga di dunia internasional," kata Menko PMK.

Ia menambahkan, peluncuran gerakan ini, untuk melestarikan budaya minum jamu dalam memelihara kesehatan dan kebugaran. Selain itu, agar jamu tidak lagi dianggap sebagai minuman masyarakat kelas menengah ke bawah. “Saat ini, jamu telah mengalami revolusi, baik dari sisi bentuk sediaan maupun manfaatnya”, lanjut Menko Puan.

Menko PMK juga menyampaikan apresiasinya kepada Kemenkes atas upaya yang dilakukan dalam mengangkat jamu ke tempat terbaik, melalui saintifikasi jamu, yaitu penyediaan data ilmiah jamu meliputi keamanan, khasiat, dan mutunya.

Pada kesempatan tersebut, Menko PMK bersama Menteri Kabinet Kerja dan Pejabat lainnya menandatangani “Komitmen Bersama Membudayakan Minum Jamu Dari Diri Sendiri, Keluarga, Lingkungan dan Masyarakat”. Acara ditutup dengan minum jamu bersama seluruh tamu dan undangan.(Humas).

 

 

 

 

Oleh humas on January 23, 2015

Jakarta, 23 Januari – Menko PMK Puan Maharani (kiri) usai acara Jumat Minum Jamu Bersama, memberikan keterangan pers dan tampak  mendampingi antara lain Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Perindustrian M. Saleh Husin dan jajaran para pengusaha jamu. (Gs).

 

 

 

 

Oleh humas on January 23, 2015

Jakarta, 23 Januari – Menko PMK Puan Maharani (kanan) usai memberikan sambutan dalam Acara Jumat Minum Jamu Bersama, menandatangani “KOMITMEN BERSAMA membudayakan minum jamu dari diri sendiri, keluarga, lingkungan dan masyarakat”, Jumat (23/1/2015) pagi di kementerian Kesehatan, Jl. H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menkes Nila Moeloek, Menperin Husen Saleh, Menneg PP dan PA Yohana Yambise, Menkopdan UKM Abak Agung gde Ngurah Puspayoga, dan para pejabat dari K/L terkait.(Gs).

 

 

 

 

Oleh humas on January 21, 2015

Jakarta, 21 Januari - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani (ketiga kanan)  memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Menteri tentang penyelenggaraan event Sail Tomini 2015. Hadir dalam rakor tersebut Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo (kedua kanan), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Arief Yahya (kanan), dan Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola (keempat kanan) serta para pejabat dari berbagai instansi (K/L) maupun Pemerintah daerah yang terlibat. Rakot diselenggarakan Rabu (21/1/2015) pagi  di Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat No.3 Jakarta Pusat). Dalam Rakor tersebut juga  membicarakan rencana persiapan penyelenggaraan Sail Karimata 2016. (foto: deni/Gs)

 

 

 

 

Oleh humas on January 16, 2015

Jakarta, 16 Januari - Menko PMK Puan Maharani bersama empat menteri lainnya, yaitu Menperin Saleh Husin, Menaker Muh. Hanif Dhakiri, Menkop dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dan Menperdag Rachmat Gobel, minum jamu gendong bersama, Jumat (16/1/2015) pagi di ruang garuda kementerian perindustrian, Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Kegiatan tersebut dalam acara Minum Jamu Bersama Dalam rangka Mencintai Produk Jamu Nasional.

Oleh humas on January 16, 2015

Jakarta, 16 Januari - Menko PMK Puan Maharani (kanan) memberikan kata sambutan pada acara Minum Jamu Bareng dalam rangka mencintai produk industri jamu Nasional, Jumat (16/1/2015) pagi di ruang Garuda Kementerian Perendustrian, Jl. Gatot Subroto Jakarta. Tampak hadir dalam acara tersebut Menteri perindustrian Saleh Husin, menteri perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Kperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri tenaga Kerja Muh.Hanif Dhakiri, Ketua Gabungan Pengusaha (PG) Jamu Charles Saerang, dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Tradisional Berbasis Budaya Putri K. Wardani, serta para pejabat yang mewakili K/L terkait. (Gs).

 

 

 

 

Oleh humas on January 16, 2015

Jakarta, 16 Januari - Menko PMK Puan Maharani (kiri) mengamati produk jamu dalam Acara Gerakan Minum Jamu Bersama, Jumat (16/1/2015) pagi di Kementerian Perindustrian, Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Turut mendampingi Menko PMK Puan Maharani adalah Menteri Perindustrian Saleh Husin (tengah) dan Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.(kanan) (Gs).

 

 

 

 

Oleh humas on January 14, 2015

Jakarta, 14 Januari - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani menerima audiensi pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI), Jaya Suprana, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (14/1). Turut mendampingi Menko PMK, Sekretaris Kemenko PMK, Sugihartatmo. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemotretan Ibu Puan Maharani sebagai salah satu penerima anugrah MURI dengan kategori sebagai Meteri Koordinator perempuan yang pertama, sekaligus sebagai Menteri Koordinator yang termuda, dan Menteri Perempuan yang termuda. (deni)

Oleh humas on January 14, 2015

Jakarta, 14 Januari - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, mengatakan pendidikan daerah adalah kunci mewujudkan revolusi mental karakter manusia yang berdaulat, mandiri dan berkebudayaan.

”Perlahan tapi pasti pendidikan desa adalah kunci revolusi mental karakter berdaulat, mandiri dan berkebudayaan,” tegas Menko PMk Puan Maharani usai Rapat koordinasi (Rakor), Selasa (13/1/2015) sore di Kemenko Bidang perekonomian, Jakarta..

Menko PMK seperti dilansir harian Suara Merdeka, mengatakan untuk menjalankan program revolusi mental, pemerintah harus hadir bersama masyarakat hingga tingkat desa dalam memperbaiki masalah pendidikan.

Hal tersebut, harus dimulai dari keinginan pemerintah dan masyarakat mewujudkan masyarakat unggul hasil pendidikan berkualitas yang dapat dijangkau masyarakat desa.

Menurut Menko PMK, masyarakat desa seharusnya juga dapat menikmati pendidikan dari sejak usia dini, seperti PAUD, hingga ke jenjang yang tinggi.

Menko PMK menilai kualitas pendidikan yang baik harus merata di setiap daerah di Indonesia untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa.

Dana Pendidikan Daerah Rp 254 Triliun

Pemerintah menganggarkan dana pendidikan daerah sebanyak Rp 254 triliun dari total anggaran pendidikan sebesar Rp 409 triliun pada 2015.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, mengatakan alokasi dana pendidikan daerah diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah, terutama dari kualitas guru karena alokasi dana untuk guru mengambil porsi terbesar.

Ia menambahkan dengan meningkatnya dana tersebut seharusnya disertai peningkatan kualitas guru karena kualitas guru merupakan hal penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Mendikbud menambahkan pemerintah akan memperketat kontrol implementasi dana pendidikan daerah agar dana tersebut dialokasikan sesuai sasaran.

”Untuk skema dana pendidikan daerah tetap sama, yang berbeda kami lebih jauh mengontrol implementasi agar sesuai sasaran,” kata Mendikbud usai rakor di Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (13/1) sore.

Mendikbud mengatakan pemerintah akan memastikan kesiapan semua elemen dalam alokasi dana pendidikan daerah, memonitornya serta mengatur dana jika terdapat sisa setelah dialokasikan.

Dana pendidikan daerah yang besar, ujar dia, harus benar-benar membawa perbaikan kualitas pendidikan daerah agar ketimpangan kualitas pendidikan dapat berkurang.

Sementara itu, Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan pemerintah terus mengevaluasi dan mengefisienkan dana yang ditransfer ke daerah supaya dana tersebut memberikan manfaat pembangunan pendidikan sesuai prioritas pemerintah saat ini.

”Kami terus mengevaluasi dan mengefisienkan dana yang ditransfer ke daerah supaya dana itu memberikan manfaat seperti yang diinginkan,” kata dia.

Ia mengatakan kebijakan pengalokasian dana pendidikan daerah banyak mendapatkan rekomendasi untuk perbaikan pelaksanaan. Menurut dia, hingga kini kementerian terkait telah berkoordinasi dengan baik dan saling mendukung demi menyukseskan program tersebut.(Sm/Gs).

 

 

 

 

 

Oleh humas on January 13, 2015

Jakarta, 13 Januari  - Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah memulangkan 659 jemaah umroh asal Indonesia yang sebelumnya sempat terkatung-katung di Madinah sejak 3 Januari 2015.
"Mereka diberangkatkan ke Arab Saudi dengan menggunakan Maskapai United Airways milik Bangladesh, dan tidak bisa kembali ke Indonesia sesuai dengan jadwal yang ditetapkan sebelumnya oleh pihak travel karena kendala ketersediaan penerbangan oleh Maskapai United Airways," menurut Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Jeddah, Syarif Shahabudin dalam keterangan tertulis kepada Antara, Selasa (13/1/2015)..
Selain Indonesia, dalam rombongan tersebut terdapat pula jamaah umrah asal Malaysia yang terbagi atas delapan operator umrah yaitu Al Aqsa sebanyak 363 orang, Al Uslub sebanyak 31 orang, Muaz Barakah Safari sebanyak 22 orang, PT. Misal TV sebanyak 77 orang (9 orang telah pulang mandiri), PT. Madinah Mulya sebanyak 39 orang, PT. e-consultant sebanyak 45 orang, Mulia Wisata Abadi sebanyak 41 orang dan Pakem sebanyak 41 orang.
Menanggapi kejadian tersebut, Tim Perlindungan WNI dari KJRI Jeddah berusaha menghubungi pihak-pihak terkait antara lain operator umroh/Muassasah hamla Dallah, wakil dari jamaah, penanggungjawab travel umroh, maskapai United Airways di Dhaka, Bangladesh, Sales Agent UA di Malaysia dan pihak lainnya.
"Dari upaya-upaya tersebut akhirnya disepakati Muassasah Dallah menanggung biaya hotel selama jamaah belum dapat pulang ke tanah air, sedangkan penanggungjawab travel umroh menyediakan konsumsi bagi jamaah," tambah Syarif.
Selanjutnya, menindaklanjuti kasus tersebut, Tim KJRI Jeddah terus mendorong Pihak United Airways untuk dapat segera memulangkan jamaah, di antaranya dengan melakukan koordinasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi cabang Madinah.
Menyusul penanganan dari pihak KJRI, maskapai United Airways bersedia mengirimkan pesawat khusus guna mengangkut jamaah umrah yang terlantar.
Namun karena keterbatasan jumlah tempat duduk pesawat yang hanya 250 kursi dan juga dibagi dengan jamaah umrah asal Malaysia, maka pemulangan jamaah umroh yang terlantar itu terbagi dua keberangkatan.
Syarif juga mengingatkan bahwa semakin maraknya kasus serupa yang menimpa jamaah umrah Indonesia, maka kiranya kepada para calon jamaah umrah diharapkan dalam merencanakan perjalanan ibadahnya dengan memperhatikan beberapa hal, sehingga kasus yang sama tidak menimpa bagi jamaah Indonesia.
"Di antaranya agar tidak tergoda dengan paket perjalanan umrah dengan biaya yang terlalu murah dan agar memastikan bahwa calon agen perjalanan umrah yang akan diikutinya telah berizin resmi untuk keberangkatan umrah." tutup Syarif.(Ant/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on January 10, 2015

Jakarta, 10 Januari - Pemerintah, melalui sejumlah kementerian, mencanangkan Gerakan Budaya Minum Jamu. Hal itu dilakukan untuk mendorong agar produk jamu di Tanah Air diminati, baik oleh pasar lokal maupun internasional.
“Kami (pemerintah) akan mendorong UKM jamu naik kelas, jangan jamu gendong terus. Dulu Martha Tilaar dari berusaha jamu gendong sekarang menjadi perusahaan raksasa,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga, seusai meresmikan Gerakan Budaya Minum Jamu di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat (9/1/2015).
Hadir pada acara tersebut,seperti dilansir laman Koran Jakarta,  antara lain, Menteri Perdagangan Rachmad Gobel, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursidan Baldan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kesehatan Nila Muluk, pendiri PT Mustika Ratu, Moeryati Sudibyo, dan Ketua Yayasan Puteri Indonesia, Putri K Wardani.
Puspayoga mengatakan bahwa pihaknya akan terus menyosialisasikan kampanye minum jamu di semua kantor pemerintahan dan kementerian yang ia pimpin. “Ini warisan budaya, bangsa Indonesia harus mencintai dan melestariakan jamu,” katanya.
Menurut dia, jamu adalah produk unggulan Indonesia yang harus terus dipromosikan, baik di dalam maupun di luar negeri. Terlebih, jamu merupakan produk herbal yang punya nilai budaya tinggi dan telah berusia lebih dari 1.200 tahun.
“Sebelum terus didengungkan di luar negeri, maka dipromosikan di sini (dalam negeri) dulu. Jamu juga jadi bagian produk halal yang akan kita promosikan,” katanya.
Menteri Pariwisata, Arif Yahya, menyambut positif pencanangan tersebut. Pasalnya, Indonesia adalah negara terbesar kedua di dunia setelah Brasil yang memiliki sekitar 30.000 varietas tanaman berkhasiat. Indonesia bahkan diklaim sebagai negara nomor satu yang memiliki varietas terbanyak tanaman laut berkhasiat. “Potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal karena belum masuk dalam perdagangan herbal dunia,” kata dia.
Dukungan pemerintah seperti pencanangan minum jamu akan sangat membantu produk herbal asli Indonesia itu untuk bisa masuk pasar internasional. “Kita harap Indonesia ke depan bisa jadi pemain jamu dan industri herbal kelas dunia,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah, melalui Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, juga menandai pencanangan kampanye minum jamu di Kementerian Perdagangan. Menurut putri presiden kelima RI itu, gerakan sehat minum jamu akan dimulai di seluruh kantor pemerintah.
“Ini penting sebagai salah supaya kita tetap menghargai produk dalam negeri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015,” kata Puan.UKM Jamu Naik Kelas
Pada kesempatan itu, Puspayoga juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong UKM jamu naik kelas. Hal itu akan dilakukan melalui berbagai upaya, salah satunya mempermudah pemberian Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) kepada para pelaku usaha mikro herbal tersebut.
Puspayoga mengatakan potensi herbal sebagai bahan jamu di Tanah Air mencapai triliunan rupiah. Realitas itu didukung potensi kekayaan bahan baku herbal yang melimpah dan potensi iklim yang mendukung bahan baku jamu sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan produksi jamu di Indonesia.
Ia mengatakan saat ini terdapat 1.247 industri jamu, 129 unit berupa industri obat tradisional (IOT) dan selebihnya termasuk golongan Usaha menengah Obat Tradisional (UMOT) dan Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
Puspayoga menambahkan keberadaan industri jamu mampu menyerap tenaga kerja lebih kurang 15 juta orang. Sebanyak 3 juta di antaranya terserap di industri jamu tradisional, sedangkan 12 juta lainnya terserap di industri jamu yang berkembang ke arah makanan, minuman, food supplement, spa aroma terapi, dan kosmetik.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Tradisional Berbasis Budaya, Putri K Wardani, dalam kesempatan yang sama, menyayangkan banyaknya jamu berbahan kimia yang beredar. Padahal, Indonesia memiliki potensi sumber daya yang begitu besar karena merupakan negara terbesar kedua di dunia setelah Brasil yang memiliki varietas tanaman berkhasiat. Itu pun belum termasuk varietas tanaman laut. (Kj/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh humas on January 09, 2015

Jakarta, 9 januari - Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri dan juga pimpinan lembaga di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (9/1/2015). Agenda tunggal rapat kali ini adalah persiapan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika pada bulan April mendatang. 

Di dalam pembukaan rapat, Jokowi meminta agar semua pihak bisa melaksanakan KAA yang sudah ke-60 kalinya itu dengan lancar.

"Kita tahu ini adalah sebuah momentum yang sangat baik bagi negara kita untuk kembali mengingatkan kepada dunia bahwa kita mempunyai peran yang sangat besar pada saat itu dan kita ingin memori dan ingatan itu kita ingin angkat kembali," kata Jokowi.

Hadir dalam rapat tersebut, yakni Menteri Luar Negeri Rento LP Marsudi, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno serta Kapolri Jenderal Sutarman.

Jokowi menyoroti persiapan mulai dari akomodasi, logistik, pengamanan, hingga protokol. Semuanya harus disiapkan sebaik mungkin.

"Praktis waktunya tinggal 3 bulan lagi," kata dia.

109 Kepala Negara Diundang Hadiri Konferensi Asia Afrika di Jakarta dan Bandung

Pemerintah Indonesia tengah disibukkan dengan persiapan Konferensi Asia Afrika yang akan digelar di Jakarta dan Bandung pada 19-24 April 2015. Sebanyak 109 kepala negara diundang dalam konferensi yang sudah dilakukan ke-60 kalinya itu.

"Undangan akan kami sebarkan ke 109 kepala negara dan 25 organisasi internasional," ujar Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (9/1/2015). 

Pada tahun ini, Retno seperti dilansir laman Kompas.com, mengatakan bahwa pemerintah Indonesia mengangkat tema soal penguatan hingga kerja sama negara-negara di selatan. Kerja sama itu dilakukan untuk mempromosikan perdamaian dan kesejahteraan dunia.

Dia menjelaskan, pelaksanaan rangkaian acara Konferensi Asia Afrika dilakukan 19-23 April di Jakarta dan pada 24 April dilakukan di Bandung. Acara akan diisi pertemuan senior official meeting (SOM), pertemuan tingkat menteri, dan akan diakhiri pada pertemuan tingkat kepala negara atau kepala pemerintahan. 

Konferensi Tingkat Tinggi Asia–Afrika diprakarsai oleh Indonesia, Myanmar, Sri Lanka, India, dan Pakistan. Konferensi pertama kali diadakan pada 18-24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia.

Jadikan Hari Libur

Sementara itu, acara puncak peringatan KTT Asia Afrika akan digelar di Bandung pada 24 April mendatang. Rencananya, Pemkot Bandung akan menjadikan hari puncak peringatan yang jatuh pada hari Jumat tersebut sebagai hari libur. 

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil seperti dilansir laman republika Online, mengatakan, hal itu dilakukan untuk memperlancar mobilisasi para kepala negara dan pejabat pemerintahan lain yang akan datang dari Jakarta ke Bandung. 

"Saya sebagai tuan rumah juga sedang gelisah karena acaranya besar. Ada wacana kita bikin libur, Kota Bandung diliburkan di hari Jumat," ujar Ridwan Kamil usai rapat terbatas persiapan KTT Asia Afrika di Kantor Presiden, Jumat (9/1/2015). 

Peringatan 60 tahun KTT Asia Afrika dan 10 tahun New Asian African Strategic Partnership akan digelar di Jakarta dan Bandung pada April mendatang. Sebanyak 109 kepala negara bakal hadir dalam forum internasional tersebut.(Kc/Rol/Gs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pages

Subscribe to RSS - Budaya