Oleh humas on October 15, 2018

Jakarta (15/10) – Kemenko PMK semakin mempersiapkan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018. Kali ini, rakor diselenggarakan untuk menyempurnakan tema nasional HDI 2018, penetapan panitia inti hingga lokasi pelaksanaan acara puncak HDI 2018. 

Tanggal 3 Desember diperingati sebagai HDI, yang dicanangkan oleh Majelis Umum PBB dan disepakati oleh seluruh negara di dunia sejak tahun 1992. Pencanangan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa, peran dan kemampuan para penyandang disabilitas, sekaligus momentum bagi masyarakat internasional memperhatikan dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi para penyandang disabilitas. UN Enable telah menetapkan tema tahun ini,” Empowering persons with disabilities and ensuring inclusiveness and equality.”  

Menurut Asdep Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia Kemenko PMK, Ade Rustama, tema tersebut berfokus pada, kondisi yang memungkinkan untuk perubahan transformatif yang dipertimbangkan dalam agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) tahun 2030. Seperti diketahui, sentralitas kemandirian terhadap semua tujuan pembangunan berkelanjutan agenda 2030 memberi pesan: "tak boleh seorang pun tertinggal dalam proses pembangunan.“ Hal tersebut sekaligus upaya memperkuat peran penyandang disabilitas sebagai agen perubahan melalui penghilangan hambatan dan kesempatan pemersatu untuk berpartisipasi. 

Di Indonesia, HDI dimaknai sebagai bentuk pengakuan terhadap disabilitas, peneguhan komitmen seluruh bangsa, dan membangun kepedulian dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan disabilitas. Pemerintah, organisasi masyarakat sipil, institusi akademik dan sektor swasta didorong untuk bermitra dengan organisasi disabilitas dalam merencanakan kegiatan dan aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh penyandang disabilitas.

Pada akhirnya, rakor yang menghadirkan sejumlah Kementerian/ Lembaga (K/L) terkait menyepakati tema HDI 2018 untuk tingkat nasional ialah, “Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas.” Adapun untuk lokasi acara puncak, forum menyepakatinya berlangsung di Bandung, Jawa Barat. Adapun rangkaian acara diantaranya, Talkshow Disabilitas di Radio dan Televisi, Lomba Vlog terkait Hari Disabilitas Internasional, dengan like  terbanyak di Youtube, Lomba Poster terkait Hari Disabilitas Internasional, dengan jumlah  love/ likes terbanyak di Instagram, Lomba Inovasi Teknologi bidang Disabilitas (misal aplikasi2 mobile  based/ web based yang membantu kemudahan penyandang  disabilitas). 

Sementara rangkaian yang diselenggarakan K/ L diantaranya, Workshop Internasional Disabilitas (Hab/rehab) (Kemensos,  didukung oleh Mahkota dan AIPJ2) – Nov 2018, Lomba Karya Ilmiah Guru terkait Pendidikan Inklusi (Kemendikbud), Temu Inklusi di Jogjakarta (SIGAB), serta FGD tentang KND oleh Tim Pokja Disabilitas. Sedangkan dalam acara puncak sendiri akan diisi dengan kegiatan, Launching KPD  pada APUN, Launching RPP Disabilitas pada APUN, serta Penyerahan Penghargaan-penghargaan terkait pemenuhan hak  penyandang disabilitas (kriteria dibuat oleh seksi penghargaan).