Oleh humas2 on December 24, 2016

Surabaya (23/12)—Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang diwakili Sekretaris Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN),  Pudjo Hadijanto; Asisten Deputi Bidang Kepemudaan,  Redemtus Alfredo Sani Fenat; dan Anggota Kelompok Kerja Revolusi Mental (Pokja Revmen), Paulus Wirutomo, hari ini menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas pembentukan Gugus Tugas  Gerakan Nasional Revolusi Mental di Provinsi Jawa Timur. Peserta yang hadir dalam forum diskusi kelompok ini berjumlah 102 orang terdiri atas para penyelenggara negara, pendidik, budayawan/seniman, tokoh masyarakat, organisasi profesi,  pemuda dan mahasiswa,  netizen,  penyandang disabilitas dan juga dari dunia usaha.
Sebagai pengantar FGD, Paulus Wirutomo dan Pudjo Hardijanto memaparkan tentang Revolusi Mental. Menurut Pudjo Hardianto, ada lima peran penting gugus tugas revolusi mental yaitu menyiapkan agen perubahan; merumuskan strategi dan langkah-langkah aksi nyata; melakukan sosialisasi revolusi mental kepada masyarakat; menggerakan aktivitas revolusi mental;  memantau dan mengevaluasi program revolusi mental di masyarakat. “Peran penting dalam gugus tugas revolusi mental adalah bagaimana kita menyiapkan agen perubahan, merumuskan strategi dan langkah aksi nyata, melakukan sosialisasi revolusi mental kepada masyarakat, menggerakan aktivitas revolusi mental, memantau dan mengevaluasi program revolusi mental di masyrakat," papar Pudjo.
Selanjutnya, peserta FGD dibagi menjadi tiga kelompok diskusi, antara lain Kelompok Gugus Tugas Gerakan Indonesia Bersih,  Kelompok Gugus Tugas Gerakan Indonesia Melayani dan Kelompok Gugus Tugas Indonesia Tertib. Setiap kelompok gugus tugas mendiskusikan program kerjanya dan kemudian dipaparkan kepada para peserta diskusi.
Pada akhir acara ditutup dengan pengesahan struktur gugus tugas Provinsi Jawa Timur dan menetapkan Kepala Sekda Pemprov Jawa Timur sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Revolusi Mental. (tws)

Categories: