Oleh humas2 on December 09, 2016

Labuan Bajo (09/12)--- Gerakan Budaya Bersih dan Senyum yang merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental, Bulan Desember 2016 ini mengunjungi lokasi keempat yang sudah ditetapkan oleh Sekretariat Revolusi Mental yaitu Labuan Bajo, Kab Manggarai Barat. Kegiatan serupa dari Gerakan Budaya Bersih dan Senyum ini sebelumnya telah digelar di Kaimana, Papua Barat; Magelang, Jawa Tengah; dan Kayong, Kalimantan Barat. 

Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama lintas K/L ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran baru masyarakat terutama di lokasi tujuan yang sudah ditetapkan, terutama kesadaran untuk menjaga lingkungan yang bersih dan kembali menampilkan keramahtamahan Indonesia dengan budaya gemar tersenyum. Dengan begitu, setiap pengunjung yang datang terutama wisatawan asing dapat terkesan dengan baik tentang Indonesia, di samping memang kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan juga terus berlangsung. 

Sosialisasi gerakan Budaya Bersih dan Senyum oleh Kemenko PMK, hari menyambangi dua lokasi sekolah yaitu di Sekolah Yayasan Lentera Hati dan Sekolah Katolik Arnoldus, di Jl.Soekarno – Hatta, Labuan Bajo. Di sekolah Yayasan Lentera Harapan, Sekretariat Revolusi Mental Kemenko PMK menyampaikan paparan komunikatif kepada para siswa tingkat SMP, mulai dari pengenalan GNRM, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, hingga pemutaran film pendek berisikan testimoni masyarakat mengapa Indonesia harus tetap bersih dan gemar senyum. 

Salah satu Anggota Sekretariat Revolusi Mental Kemenko PMK, Harod RN, juga memberikan hadiah kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaannya. Harod juga memberikan kesempatan kepada Kepala Sekolah Yayasan Lentera Harapan, Baseba, untuk memberikan sambutan singkat mengenai sosialisasi ini. “Kami menyambut gembira kalau sekolah kami terpilih untuk diperkenalkannya gerakan yang baik ini kepada siswa kami. Meskipun sekolah kami baru dibuka pada Juli 2016 lalu tapi kami sudah memulai apa yang diajak oleh Gerakan Nasional Revolusi Mental ini. Kami sudah ajak anak-anak kami untuk selalu jaga kebersihan dan menularkan kebiasaan jaga kebersihan di rumah masing-masing dan lingkungan sekitar,”ungkap Baseba lagi.

Sekolah kedua yang didatangi oleh Sekretariat Revolusi Mental adalah SMP Arnoldus, sekolah yang didirikan sejak tahun 2002. Dengan total siswa 441 orang terdiri dari kelas VII, VIII, dan IX, serta kepala sekolah dan para guru, acara hari ini berjalan dengan ramai dan menyenangkan. Sebelum acara dimulai,  Kepala Sekolah SMP Arnoldus, Vater Cletus Nenda dan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Donateus Semain memberikan sambutan serta memperkenalkan Tim Sekretariat Revolusi Mental yang akan mengajar. Setelahnya, Holy Glora Saragie Sijabat, salah satu anggota Sekretariat Revolusi Mental, memperkenalkan kepada siswa-siswi tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental, nilai-nilai Revolusi Mental, Lima Gerakan perubahan untuk menjadi Indonesia yang lebih baik, serta Gerakan Budaya Bersih dan Senyum. Di akhir sosialisasi, sebanyak lima pertanyaan diberikan kepada empat orang siswa dan satu orang guru dan mereka yang berhasil menjawab berhak mendapatkan hadiah yang sudah disiapkan Tim Sekretariat Revolusi Mental.

Setelahnya, para siswa/siswi yang dibantu para guru melakukan aksi bersih-bersih jalan serta mengumpulkan sampah di lingkungan sekolah serta di jalan sekitar sekolah. Dalam acara yang berlangsung meriah ini, Tim Sekretariat Revolusi Mental juga membawa bantuan untuk digunakan di sekolah, terdiri dari  cat tembok, sapu, serta tempat sampah. (olv/IN)

Categories: