Oleh humasnew on November 13, 2018

Jakarta (13/11) – Kemenko PMK mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional. Demikian hasil Dialog Kebudayaan, ‘Kebijakan Pembangunan Karakter Bangsa melalui Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan (Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional)’ di salah satu hotel di bilangan Pasar Baru, Jakarta. 

Dialog Kebudayaan, ‘Kebijakan Pembangunan Karakter Bangsa melalui Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan (Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional)’ ialah bagian dari Rakor Pembangunan Karakter Melalui Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan yang dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK I Nyoman Shuida, Selasa pagi. 

Dialog itu sendiri melibatkan sejumlah narasumber yang diantaranya, Hamka Naping dari Departemen Antropologi FISIP Unhas, Sulawesi Selatan, M. Zaini Alif dari Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar,Christiyati Ariani dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kepala Biro Perencanaan Kemenko PMK Yohan dan dimoderatori oleh Asisten Deputi Bidang Kepemudaan Kemenko PMK Alfredo S. Fenat. Adapun pesertanya berasal dari Kementerian/ Lembaga dan stakeholder terkait.

Rakor bertujuan untuk sosialisasi UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, terutama Pasal 32; Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan untuk Membangun Karakter Bangsa. Selain itu melakukan koordinasi program dan kegiatan di tingkat Pusat dalam rangka mencapai pemajuan kebudayaan melalui strategi antara lain internalisasi Objek Pemajuan Kebudayaan (Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional) dalam muatan lokal di tingkat pendidikan. Termasuk mensinergikan program/kegiatan lintas pemangku kepentingan dan menyiapkan strategi bersama dalam pelaksanaan kebijakan pembangunan karakter melalui pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan (Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional).

Dialog juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional. Diantaranya, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah perlu mengintegrasikan Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional menjadi menjadi muatan lokal/ekstrakulikuler wajib, (jika mungkin menjadi kurikulum nasional) serta dipromosikan sebagai mata pelajaran khusus untuk penguatan karakter bangsa. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah juga perlu memberikan pemahaman tentang nilai-nilai dasar kebudayaan melalui media Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional  yang dimiliki kepada generasi muda melalui keluarga, institusi pendidikan formal & non formal, serta ditingkat masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah perlu mempromosikan Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional di tingkat komunitas maupun di tingkat desa melalui penyelenggaraan kegiatan festival, olimpiade, perlombaan, maupun bentuk lainnya secara berkelanjutan dan menarik minat generasi muda untuk terlibat. Serta, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah perlu mensinergikan kebijakan Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional pada tingkat sektor, khususnya pada sektor pendidikan, olahraga, pariwisata, maupun pembangunan di tingkat desa. 

Yang tak kalah pentingnya, Pemerintah Daerah pun perlu menginventarisasi, mendokumentasi dan merevitalisasi Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional yang terancam punah, dan perlu juga menggali nilai budaya atau menarik inti yang terkandung dalam Permainan Rakyat dan olahraga Tradisional sebagai media sekaligus strategi pembangunan karakter bangsa. Termasuk, Pemerintah Daerah perlu mengoptimalkan pemanfaatan ruang publik yang dimiliki sebagai wahana untuk mengenalkan, mempromosikan, serta menginternalisasikan nilai-nilai budaya melalui Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional. PS

Categories: