Oleh humas on July 17, 2018

Jakarta (16/7) - Menko PMK yang diwakili Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono menegaskan pemerintah terus melakukan inovasi pelayanan ibadah haji tahun 2018. Hal ini disampaikan saat melepas kloter pertama Jemaah haji tahun 1439H/2018 M di Embarkasi Jakarta, Pondok Gede, Senin (16/7).   “Ada 10 inovasi yang dilakukan pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji, ” ujar Agus.  Inovasi tersebut antara lain, percepatan proses keimigrasian yang dilakukan di embarkasi haji di Indonesia, QR Code Gelang Jemaah yang memudahkan identifikasi jemaah, sistem sewa akomodasi satu musim penuh, penyediaan masakan menggunakan bumbu dan juru masak Indonesia, penambahan Katering di Makkah, penandaan paspor dan koper jamaah berdasar kode sektor dan hotel tempat tinggal, pengalihan porsi bagi jemaah wafat kepada ahli waris, serta pencetakan visa di kantor Kemenag. Pemerintah juga menempatkan konsultan ibadah di Makkah dan Madinah, serta pembentukan Tim Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (P3JH) untuk membantu pelayanan kesehatan. 

“Kesepuluh inovasi tersebut merupakan kesungguhan pemerintah dalam meningkatkan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji, dan merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam melayani warganya,”ujar Agus.  Berdasar data BPS, indek kepuasan penyelenggaraan haji terus meningkat dari tahun ke tahun. Indek kepuasan tahun 2017 meningkat menjadi 84,85%. Sebelumnya, tanggal 19-25 April Menko PMK bersama Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Dubes RI di Arab Saudi telah melakukan monitoring persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi.   “Pemondokan/hotel, transportasi, katering, dan pelayanan kesehatan telah disiapkan dengan baik untuk melayani jemaah haji Indoneisa,”tambah Agus.  Pada kesempatan ini, Menko PMK, yang diwakili Agus juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji kepada seluruh Jemaah haji Indonesia. Serta menghimbau agar para jemaah menjaga nama baik bangsa Indonesia, karena bangsa Indonesia terkenal dengan keramahannya, sopan santunnya dan adat istiadatnya yang baik.   “Patuhilah aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya dan jauhi tindakan-tindakan yang tidak terpuji,” kata Agus.   Untuk musim haji 2018, Indonesia mendapatkan kuota sebesar 221.000 orang terdiri dari 204.000 jemaah haji regular dan 17.000 jemaah khusus. Dari jumlah Jemaah tersebut, di Mekkah nanti  akan di tempatkan di 7 (tujuh) wilayah (Syisyah, Raudhah, Mahbas Jin, Aziziyah, Rei Bakhsy, Misfalah dan Jarwal) terbagi menjadi 11 sektor. Sedangkan di Madinah jamaah haji Indonesia seluruhnya akan tinggal di Hotel – Hotel setara bintang tiga di wilayah Markaziah (Berdekatan dengan Masjid Nabawi). 

Turut hadir dalam pelepasan kloter haji ini, Ketua Komisi VIII DPR RI, M. Ali Taher, Kepala BPKH, Anggito Abimanyu, Dirjen Hubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso, Dirjen PHU Kemenag, Nizar, Sekjen Kemenkes, Untung Suseno Sutarjo, Irjen Kemenag, M. Nur Kholis, (DAM)

Categories: