Oleh humas on November 08, 2018

Jakarta (08/11) – Pemerintah akan menyelenggarakan Jambore Ceria Anak Indonesia di Kota Bandung pada 24 November 2018. Jambore tersebut merupakan rangkaian Gerakan Sosial Indonesia Bebas Anak Jalanan. 

Asisten Deputi Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Kemenko PMK, Wahyuni Tri Indarty dalam Rakor Gerakan Sosial Indonesia Bebas Anak Jalanan yang berlangsung di Kantor Kemenko PMK Jakarta, menjelaskan, jambore tersebut akan dimanfaatkan sebagai momentum yang sangat baik untuk mensosialisasikan pentingnya upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, bahaya narkoba dan pornografi melalui Gerakan Indonesia Bebas Anak Jalanan, dan mengembalikan anak jalanan ke kehidupan keluarganya. 

Jambore itu sendiri rencananya akan menghadirkan 1.000 anak jalanan (Anjal) yang berada di wilayah kota Bandung dan Kabupaten/ Kota sekitarnya. Adapun agendanya akan diisi dengan pemberian penghargaan kepada Kabupaten/Kota yang memiliki komitmen tinggi dalam penanganan anak jalanan, dengan criteria diantaranya, mempunyai regulasi, penyediaan anggaran serta mempunyai tim pelaksana untuk penjangkauan dan penanganan anjal. 

Disamping penghargaan, Kemendagri juga akan memberikan akta kelahiran secara simbolis serta rekan Kartu Indentitas Anak (KIA) bagi anjal umur kurang dari 17 tahun. Pemerintah hingga kini memang aktif mendorong Indonesia Bebas Anjal. Kemenkumham misalnya akan terus mendorong daerah untuk menyusun regulasi terkait penanganan anak jalanan. Kemensos pun akan menyelenggarakan tele conference untuk menunjukkan adanya sinergi penanganan anjal antar Kementerian/ Lembaga terkait.

Categories: