Oleh humas2 on December 23, 2016

 

Makassar (22/12)- Staf Ahli bidang Kependudukan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Sonny Harry B Harmadi, memberikan sambutan pada acara Pengukuhan Pengurus Koalisi Kependudukan Provinsi Sulawesi Selatan periode 2016-2020 di Hotel Remcy, Panakkukang, hari ini.

 

Dalam sambutannya, Sonnny mengungkapkan program Keluarga Berencana (KB) dapat memutuskan angka kemiskinan  di Indonesia. Selain itu, KB juga mampu menjadi solusi terhadap persoalan yang masih dihadapi negeri ini yaitu tingginya angka kematian ibu (AKI). Target penurunan angka kematian ibu melahirkan di Indonesia menjadi salah satu target yang belum tercapai secara maksimal dari delapan tujuan Millenium Development Goal's (MDG's)  yang berakhir tahun 2015 lalu. Bahkan, AKI melahirkan di Indonesia masih tertinggi di Asean.  "Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan kita masih tertinggi dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asean," ujar Sonny.

 

Beragam hambatan masih menjadi kendala dalam upaya pemerintah dalam menekan angka kematian ibu melahirkan. Karenanya, Sonny menegaskan bahwa perempuan harus memiliki prinsip tiga Cerdas. Pertama, Cerdas Kodrati. Perempuan yang memiliki kodrat melahirkan harus menyadari bahwa saat menghadapi proses persalinan sangat rentan terhadap kematian. Selain itu, perempuan juga memiliki kodrat menyusui. "Satu kali melahirkan, perempuan juga memiliki satu kali peluang akan ancaman terhadap kematian. Sepuluh kali melahirkan maka sepuluh peluang pula akan kematian. Di sinilah pentingnya program KB dalam mencegah kematian ibu saat melahirkan," tegasnya.

Kedua, Cerdas Tradisi yakni perempuan indonesia harus menyadari adat istiadat yang ada di masyarakat dan ketiga, Cerdas profesi. "Secara tradisi misalnya,  kita punya adat di masyarakat yang mengakomodir tugas ibu menyiapkan makanan keluarga," papar Sonny lagi.

Dengan masih tingginya AKI melahirkan di Indonesia, Sonny berharap Koalisi Kependudukan mampu berperan lebih dalam mendukung pembangunan Indonesia  dengan barbagai program jitunya. Sonny mencontohkan, program sederhana bagaimana kalau anak Indonesia berbagi dengan anak Indonesia lainnya. Dalam pemberiannya akan diisi dengan pesan-pesan kependudukan. Hal itu tentu akan sangat berkesan bagi anak-anak. (yn)