Oleh humasnew on August 08, 2018

Jakarta (08/08) --  Kebudayaan bukan sektor sampingan bukan juga sektor yang asal dikerjakan tapi kebudayaan merupakan sektor yang sangat strategis bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Demikian disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, I Nyoman Shuida saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemajuan kebudayaan tahap ke-3 yang diselenggarakan di ruang rapat utama Lt. 7 Kemenko PMK, Jakarta. Rakornas diikuti oleh Kemendikbud, Kemendagri, Kemen PPN/Bappenas, para Gubernur, Bupati dan Walikota yang diundang.

“Karena dinilai sangat strategis, maka Kemeko PMK akan mengkoordinasikan, mensinkronisasikan dan mengendalikan agenda pemajuan kebudayaan sebagai mainstreaming (pengarusutamaan) Pembangunan Nasional Indonesia pada Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (PPJMN) 2020 – 2024,”jelas Shuida.  

Selain itu, lanjut Shuida, fungsi KSP Kemenko PMK juga untuk memastikan tersusunnya Pokok Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) pada seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota, melaksanakan penguatan kelembagaan bidang kebudayaan di Pusat dan Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) serta tersusunnya pola dan mekanisme pengusulan dan pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Kebudayaan.  

“Untuk keberhasilan pembangunan di bidang kebudayaan disetiap jenjang pemerintahan merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama , oleh karena itu kami membutuhkan kolaborasi, elaborasi, kerjasama, partnership, serta kesetaraan agar kita bisa menempatkan kebudayaan seabagi salah satu program pembangunan pemerintah dasar strategis kedepan yang akan kita muat dalam RPJMN 2010-2014,” harap Shuida seraya mengakhiri arahannya.

Rakornas Pemajuan Kebudayaan Tahap Ke-3 menghadirkan sebagai narasumber  Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kemen PPN/Bappenas Subandi Sardjoko, Staf Ahli Mendagri Bidang Ekonomi dan Pembangunan Hamdani, dan Budayawan yang juga sebagai Tenaga Ahli Kebudayaan Kemenpar Taufik Rahzen. Sedangkan Staf Ahli Bidang Multikulturalisme, Restorasis Sosial dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Haswan Yunas sebagai moderator.

Menurut Subandi, kebudayaan harus menjadi salah satu modal berharga yang berkontribusi pada pembangunan nasional, dengan menekankan hubungan yang erat dan saling terkait antara kebudayaan dan pembangunan dengan tetap menjaga kelestarian kehidupan bumi dan manusia. Etos kerja, motivasi berprestasi, dorongan untuk maju, semangat berkorban, daya juang adalah sikap mental, yang membentuk nilai-nilai budaya di dalam masyarakat, yang dapat dijadikan kekuatan penggerak pembangunan.

“Sejumlah negara (e.g. Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan) mampu melakukan akselerasi pembangunan sosial-ekonomi berbasis kebudayaan, dengan melakukan kapitalisasi atas nilai-nilai dan kekayaan budaya melalui suatu proses modernisasi,”jelas Subandi.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, menyampaikan bahwa dengan berinvestasi yang serius dalam bidang kebudayaan maka akan didapat beberapa keuntungan, antara lain; keuntungan secara ekonomis dari pemanfaatn HKI secara sistematis, mengurangi depedensi Indonesia pada sector migas yang sarat biaya ekologis, mengurangi ketergantungan Indonesia pada sector tambang yang sarat biaya social, merawat keragaman dan budaya bangsa, serta dapat melahirkan mentalitas bangsa yang kompetitif, kreatif dan berwawasan budaya. 

Categories: