Oleh humas on October 04, 2018

Semarang (4/10) -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melalui Deputi Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak menyelenggarakan Seminar Pembentukan Keluarga Berkarakter Melalui Konsep Mindfull Parenting Kepada Para Remaja. Seminar dibuka oleh Gubernur Jateng yang di wakili oleh Plt. Kepala Dinas  Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah Sri Winarna. Seminar rencananya akan dilaksanakan pada 4-5 Oktober 2018 di Hotel Gumaya, Semarang, Jateng.

Mengawali sambutannya, Gubernur Jateng menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kemenko PMK, khususnya Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak  yang telah menyelenggarakan kegiatan seminar Pembentukan Keluarga Berkarakter Melalui Konsep Mindfull Parenting Kepada Para Remaja. Menurutnya, seminar ini sangat penting bagi media sosialisasi konsep Mindfull Parenting.

“kegiatan ini juga menjadi media untuk memberikan bekal pengetahuan kepada adik-adik remaja agar pada saatnya nanti mereka bisa membentuk sebuah keluarga yang berkarakter, berkualitas, welas asih, tangguh, sejahtera dan bahagia,” tambah Gubernur.

Gubernur juga menambahkan bahwa keluarga sangat penting karena keluarga adalah lingkup terkecil dari sebuah negara. Jika banyak keluarga yang bahagia dan sejahtera, maka sebuah negara akan semakin maju dan sejahtera. “Adik-adik remaja ini adalah masa depan bangsa, generasi penerus yang akan melanjutkan roda pembangunan bangsa. Maka mereka harus mendapatkan ilmu dan bekal yang cukup, termasuk pengetahuan tentang membangun sebuah keluarga yang berkualitas,” tambahnya.

Menurut Gubernur, peran remaja sebetulnya menjadi kunci dari perkembangan sebuah bangsa, karena di tangan merekalah negara diwariskan nantinya. Jangan biarkan para remaja ini gagal. Pemerintah, baik itu Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota serta segenap stakeholder harus terus bersinergi, bergotong-royong dan bekerjasama dalam rangka menyelesaikan berbagai permasalahan dan menjawab tantangan remaja ini. “Untuk itu, mari kita berikan yang terbaik bagi mereka,” ajaknya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK yang diwakili oleh Asisten Deputi Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Kemenko PMK, Wahyuni Tri Indarty saat meberikan arahannya menyampaikan tujuan kegiatan ini yaitu pertama, terbentuknya agen perubahan revolusi karakter keluarga Indonesia yang mampu melakukan internalisasi nilai-nilai GNRM, 5 Dimensi dan 6 pilar Mindfull Parenting di keluarganya dan remaja lain di lingkungannya. Kedua, meningkatnya jumlah agen perubahan yang mampu melaksanakan program perubahan karakter keluarga yang berkualitas, tangguh, dan sejahtera.

Nunik menambahkan bahwa kegiatan pembentukan keluarga berkarakter juga dwujudkan melalui Kemah Duta Genre dan  telah dilaksanakan di berbagai daerah. Kemah Duta GenRe di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diikuti  102 duta GenRe dari 34 Provinsi di Indonesia dan 500 remaja  dari Provinsi Kep. Babel pada  7-11 Mei 2018.  Dilanjutkan pada 3 – 7 Juli 2018 di Manado, Provinsi Sulawesi Utara, kepada 500 duta GenRe  dari 34 Provinsi di Indonesia dan 300 remaja  dari Provinsi Sulut dan Provinsi Gorontalo. Selanjutnya Kemah Duta GenRe dilaksanakan di Jatim (Surabaya), Kaltim (Samarinda dan Berau), Riau dan Sultra. 

Melalui kegiatan tersebut, lanjut Nunik diharapkan para remaja memahami dengan baik mengenai substansi Gerakan Revolusi Mental yang komprehensif melalui keterlibatan remaja secara bermakna. Para remaja siap menjadi agen perubahan dan penggerak revolusi mental di dalam keluarga dan masyarakat. Selain itu juga mampu melahirkan kreasi gagasan remaja dan media KIE yang menarik sebagai upaya promotif Gerakan Revolusi Mental dari, oleh, dan untuk remaja bagi keluarga serta  terrciptanya gerakan revolusi mental yang massive dan berkelanjutan.

Kegiatan Seminar ini diikuti lebih dari 200 remaja dari berbagai unsur yang ada di Provinsi Jawa Tengah,perwakilan BKKBN Provinsi, serta OPD Jateng. Seminar selama dua hari ini  menampilkan narasumber pemerhati ketahan keluarga, Melly Kiong dan Anggota Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Arif Budimanta.

Categories: