Oleh humasnew on November 12, 2018

Jakarta (12/11)--Asisten Deputi Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Kemenko PMK, Wahyuni Tri Indarty memimpin rapat Peningkatan Kualitas Penulisan Pidato/Sambutan yang dilaksanakan di Grand Mercure, Jakarta, Senin siang (12/11).

Dalam pengantarnya Wahyuni menyampaikan pertemuan dalam rangka peningkatan penyusunan pidato/sambutan untuk pimpinan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan para pembuat pidato/sambutan sehingga naskah yang dihasilkan semakin baik. 
“Dengan diadakan pertemuan ini semoga mampu memberikan pengetahuan tambahan dalam penyusunan naskah pidato karena kami mengakui masih lemah dalam penyusunan naskah pidato,” ujarnya. 

Untuk itu, tambahnya, pertemuan ini dapat dijadikan sarana belajar bersama-bersama narasumber agar memiliki kemampuan yang meningkat dalam menyusun naskah pidato khususnya untuk menteri atau lebih-lebih bisa digunakan untuk keperluan pidato kenegaraan. Pidato atau sambutan ini tentunya yang utama harus menggabarkan capaian dari kenerja Kemenko PMK.  Selama ini prosesnya penyusunan masih lama kendalanya mungkin karena belum terbiasa. 

Sementara itu, Ahmat Taufiq sebagai narasumber menyampaikab bahwa penyusunan naska pidato/sambutan itu gampang-gampang susah karena adanya dinamika kenegaraan. Ada perbedaan-perbedaan, walaupun substansinya sama baik Presiden ataupun Menteri harus mengandung satu topik utama dan ditunjang dengan topik-topik penjelas. 

Dalam penyusunan naskah pidato, tambahnya, ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan yakni tata naskah pidato, gaya bahasa, dan komunikasi politik dalam pidato. Penulis naskah pidato harusnya figur yang berkualitas dan memiliki kapasitas pengetahuan mewadahi serta sanggup menyelaraskan gaya dan selera pimpinann. Di samping itu, memiliki  pertimbangan yang cermat pada kondisi lingkungan strategis.