Oleh humas on October 10, 2018

Jakarta ( 10/10 ) --- Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida, pagi ini membuka rakor pengelolaan museum untuk generasi milenial yang mengambil tema “ Mewujudkan Generasi Milenial Cinta Museum”. Rakor yang bertempat di Redtop Hotel, Jakarta ini dibuka dengan tarian Bajidor Kahot yang merupakan tarian yang berasal dari Jawa Barat.

Nyoman Shuida dalam sambutanya mengatakan bahwa saat ini jumlah milenial sekitar 181 juta orang dari sekitar 255 juta penduduk di Indonesia. Dimana jumlah milenial ini ditandai dengan label sekelompok orang dengan rentan usia antara 17 sampai 37 tahun. Jumlah yang besar ini merupakan potensi pasar yang besar untuk kembali meneguhkan bahwa museum bisa menjadi salah satu pusat kebudayaan yang bisa diraih oleh generasi milenial .

Sementara itu, Asisten Deputi Warisan Budaya Kemenko PMK Pamuji Lestari, yang menjadi salah satu narasumber dalam rakor ini juga menjelaskan bahwa saat ini Kemenko PMK berupaya mendorong implementasi gerakan cinta museum bagi kaum milenial untuk menumbuhkan rasa cinta kepada museum. Kemenko PMK juga berkoordinasi dengan beberapa Kementerian diantaranya Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Pariwisata terus mendorong kunjungan generasi milenial ke museum. 

Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Fitra Arda mengatakan dalam paparannya saat ini terdapat beberapa permasalahan yang ada terkait museum.Diantaranya: banyaknya museum yang kondisinya kurang perhatian dan jarang dikunjungi masyarakat; seratus museum di Indonesia tidak layak tamping koleksi sejarah; museum tutup; menurunnya fungsi museum sebagai ruang publik; perubahan kelembagaan; data yang tidak akurat/informasi koleksi; SDM yang tidak kompeten; dan keterbatasan anggaran. 

Untuk itu, tambahnya, diperlukan revitalisasi guna meningkatkan kualitas museum dalam melayani masyarakat sesuai fungsinya. Selain itu, perubahan pola pikir pengelola museum merupakan hal penting sehingga museum dapat terus mengikuti perkembangan di era digital sehingga dapat menarik generasi milenial.

Diharapkan dengan pertemuan rakor ini dapat menarik kaum milenial untuk lebih mencintai museum dan kembali meneguhkan bahwa museum bisa menjadi salah satu pusat kebudayaan. 

Hadir sebagai narasumber dalam rakor ini, Wiendu Nuryanti, Akademisi  Universitas Gajah Mada; Indroyono Soesilo, Penggemar Museum; Musiana Yudhawasthi, Pendiri dan Ketua Komunitas Jelajah serta perwakilan dari Museum Bank Indonesia dan Museum Macan. Rakor ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kemendagri, Kemendikbud, kemendes PDTT, Kemepora, Kominfo, Kemenpar,KemenPUPERA, Pemerintah Provinsi dki Jakarta,  Pemerintah Provinsi banten, Dinas pariwisata dan kebudayaan Kota Tanjung Pinang, Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Asosiasi Museum Indonesia Daerah (AMIDA) DKI Jakarta, museum (Museum Nasional, Museum Basoeki Abdullah, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum DPR RI, Museum Bank Indonesia, Museum Mandiri, Museum Indonesia-TMII, Museum Penerangan, Museum Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Museum Macan) Komunitas Pemerhati dan Penggiat Museum( komunitas jelajah, komunitas Sahabat budaya Indonesia, komunitas ayo dongeng Indonesia).

Categories: