Oleh humas2 on June 16, 2016

Tambolaka (16/06)--- Asisten Deputi bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat pada Kedeputian bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Kemenko PMK, Magdalena, berkesempatan membuka acara Semiloka Akhir Program yang kali ini berthema “Membangun Konsolidasi, Sinergitas dan Kolaborasi Gerakan Peduli yang Adil Berdasar Hal Azasi Manusia.”Acara ini di inisiasi oleh Mitra Program Peduli, Yayasan Donders, bekerjasama dengan Pemda Kab Sumba Barat Daya, NTT. Di Kab. Sumba Barat daya sendiri terfokus kepada pemberdayaan dan advokasi hak anak anak buruh migran yang tergolong sebagai Anak Remaja Rentan. 

Magdalena dalam sambutannya mengatakan bahwa perlindungan anak merupakan pekerjaan bagi kita semua, bukan hanya pemerintah, aparat penegak hukum, dan juga LSM, tetapi juga bagi setiap anggota masyarakat di mana anak itu berada atau tinggal. “Program Peduli mendorong peran bersama semua pihak untuk menciptakan pembangunan yang inklusif. Melalui mitra kerjanya, Program Peduli terus berusaha memberikan perspektif segar dan nilai tambah atas usaha dan upaya yang telah dilakukan pemerintah.”

Anak-anak ini sangat rentan dimanfaatkan oleh para kriminal sebagai komoditas jual-beli. Dalam kesempatan ini Magdalena juga menyampaikan apresiasi atas kegigihan pemerintah serta mitra kerjanya, khususnya kepada Yayasan Donders dan Dinaskertransos di Kab Sumba Barat Daya karena telah berhasil menggagalkan upaya perdagangan sebanyak 30 anak di bawah umur yang disinyalir akan di pekerjakan sebagai buruh migran illegal. “Inilah salah satu bukti nyata bahwa dengan bermitra dan berkerjasama, dengan berkolaborasi, kita dapat saling melengkapi dan menyelesaikan permasalahan yang rumit sekalipun,” kata Magdalena lagi.

Sumber: Kedeputian VII Kemenko PMK

Editor : Siti Badriah