Oleh humasnew on September 21, 2017

Merauke (19/09)--- Deputi bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko PMK, Masmun Yan Manggesa, memberikan acara pembekalan kepada peserta ekspedisi NKRI koridor Papua bagian Selatan dan tokoh pemuda di Kodim 1707/Merauke, Selasa kemarin. Acara dihadiri pula oleh Staf Ahli Menteri Bidang Kependudukan, Sonny Harry Budiutomo Harmadi; Danrem 174/ATW, Brigjen Asep S Gunawan; Dandim 1707/Merauke, Letkol Heri Krisdianto; dan koordinator Ekspedisi NKRI tahun 2017, Kolonel Inf Dwi Anggono. 

Dalam sambutannya, Yan menekankan bahwa kegiatan ekspedisi NKRI Tahun 2017 ini terdiri dari dua kegiatan yaitu ekspedisi NKRI itu sendiri yang dilaksanakan selama empat bulan dan Bhakti PMK yang akan dimulai pada tanggal 8 Oktober 2017, dengan puncak acara pada tanggal 28 Oktober 2017 dan akan dihadiri oleh Menko PMK, Puan Maharani. Yan juga menyampaikan bahwa kegiatan ekspedisi NKRI dan Bhakti PMK merupakan wujud nyata dari gerakan revolusi gerakan revolusi mental.

Sementara Sonny memberikan pembekalan tentang  revolusi mental kepada para peserta yang mayoritas mahasiswa meliputi nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong sehingga mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen revolusi mental.

Koordinator Ekspedisi NKRI tahun 2017, Kolonel Inf Dwi Anggono menyampaikan bahwa Ekspedisi NKRI dilaksanakan pada 5 subkorwil/4 Kabupaten yakni subkorwil 1/Asmat, subkorwil 2/Mapi, subkorwil 3/Merauke, subkorwil 4/Mindiptana di Kabupaten Boven Digoel, subkorwil 5/Tanah Merah di Kabupaten Boven Digoel. Pelaksanaan kegiatan Ekspedisi NKRI tahun 2017 dimulai pada tanggal 3 Agustus sampai dengan 22 November 2017. Secara umum  kegiatan ekspedisi NKRI meliputi penjelajahan dan pendataan serta penelitian yang meliputi flora fauna,kehutanan, geologi, potensi bencana, sosial budaya dan pengabdian kepada masyarakat. (Sumber: Kedep I Kemenko PMK)