Oleh humas on August 01, 2018

Takengon (31/7) - Kabupaten/Kota Layak Anak merupakan salah satu program prioritas Pemerintah. Demikian disampaikan Asisten Deputi (Asdep) Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Kemenko PMK, Marwan Syaukani saat memberikan arahan pada kegiatan Advokasi Kota Layak Anak (KLA) yang diselenggarakan di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Propinsi Nangroe Aceh Darussalam, Senin (32/7).

“kegiatan ini diamanatkan dalam UU No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang memberi jaminan terwujudnya Hak dan Perlindungan Anak yang terdiri pemenuhan Hak Sipil dan Kebebasan; Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif; Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan; Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya  serta Perlindungan Khusus,”terang Marwan.

Menurut Marwan, KLA merupakan pembangunan berkesinambungan yang memperhatikan hak dan perlindungan anak.  Pembangunan yang dilaksanakan Pemda harus memperhatikan lima kluster yaitu hak sipil dan kebebasan; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternative; kesehatan dasar dan kesejahteraan; pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya; serta  perlindungan khusus. serta kelembagaan.

“Dalam mewujudkan KLA, Pemda akan melalui  5 tahap yaitu tahap pratama, madya, nindya, utama dan KLA. Kesemua proses tahapan tersebut diawali dengan penandatangan komitmen kepala daerah dalam mewujudkan KLA,”jelas Marwan.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar menegaskan kesanggupan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk melengkapi fasilitas dan kebutuhan untuk mewujudkan Takengon sebagai Kota Layak Anak.

“Kita akan konsen untuk mewujudkan kota Takengon atau Aceh Tengah menjadi wilayah yang layak huni bukan hanya untuk anak, tapi juga pemuda dan orang tua, bahkan bagi masyarakat dari luar yang berkunjung ke daerah ini,” ungkap Shabela.

Secara umum menurut Shabela, upaya untuk mewujudkan kota Takengon yang layak anak sedang berproses. Ada tiga lokasi direncanakan Shabela akan dijadikan taman bermain anak di Kota Takengon, diantaranya Lapangan Musara Alun, area Tugu Aman Dimot di halaman Kantor Bupati dan Lapangan Tenis Pendopo yang akan dibongkar dan dijadikan area publik.

“Kita sangat sadar bahwa anak adalah investasi jangka panjang yang akan meneruskan dan menjaga kualitas kehidupan masyarakat di masa depan,” kata Shabela.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Aceh Tengah ini dalam rangka melakukan fungsi Koordinasikan, Singkronisasi, dan Pengendalian (KSP) Kemenko PMK dan diikuti oleh lembaga/instansi terkait, OMS, dunia usaha, dan sebagainya.

Categories: