Oleh humas on October 18, 2018

Jakarta (18/10)--- Sejak resmi dibuka pada tanggal 15 September 2018 di Kab Aceh Tengah, NAD, lalu kemudian akan ditutup di Kab Gayo Lues pada tanggal 24 November 2018, pelaksanaan  Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) diketahui sejauh ini berjalan dengan sukses. Aneka atraksi budaya dan seni asli Gayo – Alas yang terdiri atas empat kabupaten yaitu Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Leus, dan Bener Meriah ini mampu menyedot perhatian masyarakat bahkan cenderung siap mendunia. Bahkan selanjutnya, kesuksesan GAMIFest  2018 ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya pada GAMIFest 2019-2021 nanti. Fakta kesuksesan penyelenggaraan ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2018-2021 di ruang rapat lt.7 gedung Kemenko PMK, Jakarta, Selasa lalu (16/10). Rapat dihadiri oleh para kepala daerah di Kawasan Gayo - Alas, Perwakilan K/L terkait, dan jajaran Pejabat terkait di Kemenko PMK.

Beberapa hal penting yang disepakati dalam rakor ini antara lain bahwa secara bergiliran keempat kabupaten di Kawasan Gayo – Alas akan menjadi Tuan Rumah Penyelenggaraan GAMIFest hingga tahun 2021, yaitu untuk tahun 2019 pembukaannya dilaksanakan di Kab Gayo Lues dan Penutupan di Kab Bener Meriah; Tahun 2020 pembukaan dilaksanakan di Kab Bener Meriah dan Penutupan di Kab Aceh Tenggara; Tahun 2021 pembukaan dilaksanakan di Kab Aceh Tenggara dan  penutupan di Kabu Aceh Tengah. Mengingat kesuksesannya, GAMIFest lalu diusulkan menjadi salah satu event unggulan dalam 100 Wonderful Events di Kementerian Pariwisata oleh Gubernur Aceh dengan pendekatan pada dua konsep yaitu sebagai Warisan Dunia dan Warisan Budaya Takbenda Dunia.

Komoditas unggulan yang ada di Kawasan Gayo Alas menurut Peserta Rakor disepakati untuk dikembangkan melalui agro forestry, agro industry, dan agro tourism dengan dukungan program dan kegiatan secara sinergis dan berkelanjutan dari Kementerian/Lembaga terkait dan Pemerintah Daerah. Ke depan, aksi nyata berdasarkan komitmen kuat para kepala daerah di Kawasan Gayo – Alas ini adalah mulai dirintisnya pembangunan Saman Center di Kab Gayo Lues akan diinisiasi oleh Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun 2019. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues akan menyediakan lahan dengan status clean and clear. Selain itu, akan dibangun pula Coffe Center di Kab Aceh Tengah yang hasil inisiasi Bupati Aceh Tengah. Upaya ini dalam rakor diupayakan dukungan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Badan Ekonomi Kreatif. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah akan menyediakan lahan dengan status clean and clear. Masing-masing Bupati di Kawasan Gayo - Alas diminta untuk menginventarisir aset nasional khususnya jalan nasional dan kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) untuk disampaikan kepada Kementerian/Lembaga terkait agar dikelola dengan baik dan terpadu dengan aset daerah. Keberadaan kawasan TNGL sebagai Warisan Alam Dunia dan Tari Saman sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia agar dimanfaatkan dan dijadikan brand atas komoditas unggulan (kopi Gayo).

Kerjasama GAMIFest sebagai Kawasan Strategi Nasional Dataran Tinggi Gayo Alas agar dimasukkan dalam RPJMN 2019-2024 serta didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat. Dokumen pendukung akan disiapkan oleh Kepala BAPPEDA pada empat Kabupaten dan Provinsi Aceh untuk disampaikan kepada BAPPENAS dengan tembusan kepada Kemenko PMK c.q Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan. Maka, penataan ruang Kawasan dataran tinggi Gayo - Alas agar segera difinalkan dengan memaduserasikan atas potensi dan dukungan yang ada dari masing-masing kawasan oleh empat kepala BAPPEDA Kab Gayo Alas yang disampaikan kepada Kepala BAPPEDA Provinsi Aceh. (*)

Categories: