Oleh humasnew on March 20, 2018

Jakarta (20/03) – Sebagai tindak lanjut selesainya Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan dan Penanganan Pornografi 2018-2019 dan dalam rangka melakukan koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian terhadap efektivitas pelaksanaan tugas Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pornografi (GTP 3) tahun 2018, Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak, Sujatmiko, hari ini mengundang sejumlah kementerian/lembaga terkait. Rapat membahas review program yang  sudah dilakukan tahun 2017, hal-hal yang masih pending, rencana apa yang akan dilakukan pada tahun ini, dan pemantauan perkembangan Sekretariat GTP 3.

Dari data yang diperoleh Kominfo pada tahun 2017, Indonesia diketahui merupakan peng-upload dan pen-download material pornografi. Dengan persentase jumlah penggunaan media sosial oleh individu berusia 9-19 tahun sebesar 93.52% pornografi bukanlah sesuatu yang sulit didapatkan saat ini. Terhitung pada periode 2016 hingga 2017, dari 504 korban eksploitasi seksual komersial anak (ESKA), sekitar 78%-nya diketahui terjadi dari aktivits online, 206 korban prostitusi online dan 184 materi menampilkan eksploitasi.

Para perwakilan kementerian/lembaga yang hadir masing-masing menyampaikan program yang sudah dan akan dilakukan untuk memerangi kejahatan pornografi, yang pada Forum Koordinasi GTP 3 Sektor Kesehatan Jakarta tahun 2016 dikatakan, bahwa pornografi termasuk dalam gangguan kejiwaan.

“Saya ingin membuat slogan seperti Bebas Narkoba, yaitu Bebas Pornografi, dan ditempel di sekolah-sekolah, stasiun dan area publik lainnya,” ujarnya.(olv)