Oleh humasnew on December 18, 2017

Bogor (18/12)--- Tim Koordinasi Pelestarian dan Pengelolaan Warisan Budaya dan Alam Indonesia telah dibentuk melalui SK Menko PMK No.20/2016 tertanggal 2 September 2016 lalu. Melalui SK Menko PMK ini, ditegaskan bahwa warisan budaya dan alam Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang perlu dilesatarikan dan dikelola secara tepat, dilakukan berkelanjutan serta perlu dikoordinasikan lintas kementerian/lembaga. Setelah lebih dari satu tahun, Tim Koordinasi Pelestarian dan Pengelolaan Warisan Budaya dan Alam Indonesia oleh Asisten Deputi Warisan Budaya pada Kedeputian bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, dimonitoring dan evaluasi sekaligus mengkaji segala program dan kegiatan yang sudah dijalankan selama setahun terakhir. Rapat nasional digelar mulai Senin pagi di Ballroom Hotel Salak Tower, Bogor, Jawa Barat.

SK Menko PMK No.20/2016 ini selanjutnya memuat enam kelompok kerja (Pokja) yang terdiri atas Pokja Warisan Budaya; Pokja Warisan Alam; Pokja Kota Pusaka; Pokja Sistem Pertanian dan Pangan; Pokja Promosi, Komunikasi, dan Publikasi; dan Pokja Pengendalian dan Pengawasan. Rapat nasional yang dihadiri oleh 12 kementerian terkait, dan masing-masing tergabung dalam kelompok kerja ini, dibuka oleh Walikota Bogor yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bogor. Rapat kemudian terbagi dalam dua sesi diskusi, pada sesi pertama membahas tentang kinerja pokja Tim Koordinasi Pelestarian dan Pengendalian Warisan Budaya dan Alam Indonesia dan sesi kedua tentang pendidikan sejarah dan nilai-nilai kebangsaan. Rapat dihadiri pula oleh para kepala balai taman nasional se-Indonesia.

“Kemenko PMK akan terus menjalankan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian agar setiap K/L yang berada dalam keanggotaan Pokja dapat terus kami dorong dalam menjalankan tugasnya. Kami sudah melakukan evaluasi dan ternyata Tim Koordinasi ini belum bekerja optimal. Maka hari ini kita duduk bersama, mari kita kaji lagi kerja kita,” papar Asisten Deputi Warisan Budaya Kemenko PMK, Pamuji Lestari. 

Dari hasil paparan masing-masing Pokja, peserta rapat nasional sepakat bahwa berbagai upaya sinergis antarkementerian/lembaga negara harus terus diperkuat, perlu komitmen kuat, dan perlu terboson baru dalam publikasi, sosialisasi, dan komunikasi kepada masyarakat agar dapat terbangun kesadaran masyarakat akan kekayaan warisan dunia dan alam milik Indonesia. Rapat nasional sehari penuh ini akhirnya menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan dilaporkan kemudian kepada Menko PMK, Puan Maharani. (IN)

Categories: