Oleh humas on August 30, 2019

Foto : 

  • Ponco Suharyanto

Jakarta (29/8) --  Kemenko PMK menggelar rapat persiapan jelang rakor capaian instrumen pembangunan manusia di kawasan perbatasan pada Kamis sore di Ruang Rapat Lantai 6, Kemenko PMK, Jakarta.

Hasil rapat persiapan yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan terkait itu nantinya diharapkan dapat menjadi bahan diskusi saat rakor berlangsung, Senin (2/9) mendatang.

Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan Strategis dan Khusus Kemenko PMK Wijanarko Setyawan mengatakan bahwa terdapat 784 kecamatan di wilayah perbatasan. Sementara dalam kurun lima tahun, 187 kecamatan sudah menyelesaikan tahapan pembangunan yang dikerjakan oleh 34 kementerian/lembaga."Target kita 784 kecamatan perbatasan sudah kita selesaikan di tahun ini," ujarnya saat memimpin rapat persiapan tersebut.

Ia pun mengungkapkan, ide dari pemetaan yang dilakukan terhadap sejumlah kawasan perbatasan adalah bagaimana memperkecil ketimpangan di desa. Untuk itu, dibutuhkan alat yang objektif.

Adapun aspek dari pembangunan perbatasan di RPJMN tahun 2015-2019 kurang lebih menyebutkan perbatasan sebanyak 72x. Maka hal itu pun kemudian perlu menjadi sorotan.

"Ketika kita padukan, SPM, dan kawasan perbatasan itu akan sangat berpengaruh," tuturnya.

Lebih detail, secara topografi, pada dasarnya beberapa kawasan perbatasan tidak terlalu sulit untuk membangun infrastruktur sehingga ada peluang untuk meningkatkan pembangunan di kawasan perbatasan. Namun dari dimensi pendidikan, masih terdapat permasalahan seperti belum terpenuhinya standar pelayanan minimal.

Data menyebutkan, masih terdapat 60 desa yang tidak memiliki sekolah SD/MI dengan aksesibilitas sulit ke sekolah di luar desa. 270 desa tidak punya SMP/MTS dan 650 desa tidak punya SMA/SMK.

Dimensi kesehatan, masyarakat juga masih sulit mencapai akses RS. Walhasil, solusinya kembali ke persoalan pembangunan infrastruktur menuju fasilitas layanan kesehatan RS serta memastikan pelayanan Puskesmas di desa tersedia secara baik dan terjangkau.

"Salah satu yang tak kalah penting yaitu ketersediaan sumber air untuk minum karena menyangkut kesehatan. Selain itu, jumlah keluarga dengan penerangan tanpa listrik yang saat ini masih sangat terbatas harus segera diatasi," pungkasnya.

Reporter: 

  • Ponco Suharyanto