Oleh humas on September 13, 2018

Denpasar (13/09)- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar Pertemuan Konsolidasi Program dan Kegiatan bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Provinsi  Wilayah Tengah dan Timur Indonesia. Pertemuan ini merupakan pertemuan kedua setelah pertemuan sebelumnya yang diadakan di Palembang, Sumatera Selatan, pada bulan Mei tahun 2018. 

Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Kemenko PMK, Yohan, dalam sambutannya selaku ketua penyelanggara menyampaikan maksud diselenggarakan pertemuan ini adalah merupakan komitmen dan mekanisme koordinasi sinkronisasi pengendalian antara pemerintah pusat yakni Kemenko PMK dengan pemerintah daerah. Untuk menyinergikan dan menyinkronkan program pembangunan manusia dan kebudayaan yang ada di daerah dalam rangka mencapai sasaran agenda pembangunan nasional NAWACITA sesuai dengan RPJMN 2015-2019.

Tujuan penyelenggaraan pertemuan ini, tambah Yohan,  yakni antara lain membangun kerjasama dan komitmen antarpulau dan daerah terkait dengan bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK)/Kesra, memperkuat fungsi koordinasi PMK di daerah. Selain itu untuk sinergitas pelaksanaan dan pengendalian program dan kegiatan di bidang PMK, serta mensosialisasikan kebijakan-kebijakan pembangunan manusia dan kebudayaan kepada pemerintah daerah agar sasaran agenda pembangunan nasional dapat terwujud.

“Diharapkan dari penyelenggaraan kegiatan ini yakni terjalin, komunikasi secara intensif dan berkelanjutan antara Kemenko PMK, dan pemerintah daerah, khususnya satuan kerja yang menangani masalah pembangunan manusia dan kebudayaan,” ungkap Yohan.

Adanya rumusan dan rekomendasi terkait mekanisme koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian mulai perencanaan penyusunan kebijakan, implementasi kebijakan sampai pada pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan baik dilingkup Pemda maupun antara Pemda dan Kemenko PMK.

Tersosialisasi kebijakan-kebijakan nasional yang berkaitan dengan pembangunan di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan  sehingga jajaran pemerintah daerah sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan urusan PMK dapat terinformasi dengan baik.

Pada pertemuan konsolidasi ini disampaikan beberapa materi yakni Rencana Strategis Kemenko PMK tahun anggaran 2015-2019, penguatan fungsi koordinasi bidang Kesra di daerah, implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Selain itu, disampaikan pula agenda strategis bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan (PMK), dan best practise pelaksanaan koordinasi di Provinsi Bali.

Sementara itu, Asisten bidang Kesra Pemprov Bali, Dewa Sunarta dalam sambutanya menyampaikan pertemuan ini memiliki posisi strategis. Pihaknya sangat mendukung pertemuan konsolidasi program dan kegiatan bidang pembangunan manusia dan kebudayaan.

“Dalam pandangan saya pertemuan ini memiliki posi strategis. Untuk itu provinsi Bali sangat mendukung pertemuan konsolidasi program dan kegiatan bidang pembangunan manusia dan kebudayaan,” ungkapnya.

Sunarta juga menyampaikan selamat datang kepada para peserta di Bali dan selamat menikmati keindahan pulau Bali. Dirinya berharap suasana Bali akan memberikan inspirasi dan motivasi yang tinggi untuk mensukseskan acara ini. Setidaknya ada 3 unsur utama yang harus dipahami secara komprehensif tentang Bali yaitu Alam Bali, Krama (sumberdaya manusia) Bali, dan kebudayaan Bali menjadi satu kesatuan tatacara kehidupan Krama Bali yang berkebudayaan tinggi dengan pembangunan Sat Kertih Loka Bali. 

“Dengan tiga dimensi tersebut, akan terwujud kehidupan Krama Bali dan Gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisaksi Bung Karno, berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia , Pancasila dan UUD 45,”tegasnya.

Categories: