Oleh humasnew on March 28, 2018

Jakarta (28/03)—Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama hari ini menggelar Rapat Koordinasi Nasional Program Pembangunan Science Techno Park (STP), Rabu pagi. Pembangunan Science Techno Park atau Kawasan Sains dan teknologi merupakan salah satu program nasional yang digagas untuk mendukung pembangunan ekonomi di bidang IPTEK. Pada tahun 2015 lalu, telah diluncurkan 60 STP oleh Menko PMK dan Menristekdikti. Pada Tahun 2017 telah dihasilkan 16 STP yang mapan. Dalam kesempatan itu pula telah ditandatangani komitmen kerja sama pembangunan STP yang dikembangkan oleh tujuh K/L di antaranya, Kemristekdikti; Kementan; Kemenperin; KKP; BATAN; LIPI dan BPPT.

Asdep Pendidikan Tinggi dan Pemanfaatan IPTEK, Asril, dalam laporannya menyampaikan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan, perkembangan dan merumuskan tindak lanjut pembangunan Science Techno Park.  

“Pengembangan STP sangat penting karena diharapkan bisa mengembangkan riset yang hasilnya dapat digulirkan ke dunia industri utuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” Demikian sambutan Staf Ahli Menko PMK Bidang SGDs Pasca 2015, Ghafur Akbar Dharma Putra; yang dalam kesempatan ini mewakili Deputian Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama.

Untuk membangun sistem inovasi yang kuat dan berujung kepada industri berdaya saing serta penumbuhan perusahaan pemula berbasis teknologi, diperlukan sinergi triple helix antara pemerintah; akademisi; dan pelaku usaha/industri.dalam kurun waktu 2015-2019 Indonesia ditargetkan menghasilkan STP dan harus melaksanakan fungsi utamanya. Adapun fungsi utama yang harus dilaksanakan yaitu Melaksanakan research and development yang berkelanjutan; menumbuhkan dan mengembangkan startup company; serta menarik industri kedalam kawasan. Hubungan yang harmonis antar lembaga riset dengan pemerintah dan industri sangat diperlukan agar hasil penelitian tidak sampai pada uji coba, tetapi juga layak guna. 

Pembangunan STP di daerah dimaksudkan untuk pengembangan inovasi berbasis teknologi sesuai dengan potensi dan keunggulan daerah masing-masing. Diharapkan melalui kemitraan kerjasama yang harmonis antara pemerintah dan swasta, dapat tercapainya kemandirian dalam penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. “Saya harap pemda dan lainnya juga akan berkomitmen untuk mensukseskan pembangunan STP di daerahnya," harap Ghafur.

Rakornas dilanjutkan dengan Diskusi dengan menghadirkan narasumber dari Bappenas; Kemristekdikti; Bappeda Jawa Tengah; Pemerintah Cimahi; serta Kepala STP Cibinong. Turut hadir dalam kesempatan ini Kemristekdikti, Para Penggiat STP, dan hadirin lainnya. (fin)

Categories: