Oleh humas on September 25, 2019

Foto : 

  • Tri Wahyu S

Jakarta (25/09)--- Hadir mewakili Menko PMK, Deputi bidang Koordinasi Pennaggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, Kemenko PMK, Tb Achmad Choesni turut meresmikan Launching SiDEWAS (Sistem Deteksi dan Pengawasan) BPJS Ketengakerjaan di Hermitage Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu pagi. Bersama dengan Jajaran Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan, Choesni memukul alat musik tradisional asli Indonesia yaitu gong sebagai pertanda mulai diperkenalkannya akses pelaporan terhadap sistem pelaporan berbasis daring ini kepada publik.
 
SiDEWAS, menurut siaran pers BPJS Ketenagakerjaan, merupakan inovasi terbaru utamanya dalam fungsi pengawasan oleh Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan setelah hampir genap bekerja dalam empat tahun terakhir. SiDEWAS ini juga merupakan buah dari sejumlah rekomendasi Dewan Pengawas dalam upaya penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang lebih berkualitas dan akuntabel.
 
Sistem ini dibuat dengan tujuan untuk menampung segala aduan terkait pelanggaran yang terjadi di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan di antaranya gratifikasi, suap, serta berbagai bentuk fraud. Berbagai bentuk praktik penyimpangan ini, bila terjadi tentu akan dapat merusak nama besar BPJS Ketenagakerjaan. “SiDewas merupakan salah satu alat untuk menunjang fungsi, tugas dan wewenang Dewan Pengawas dalam melakukan pengawasan dengan menerima pelaporan dari sumber yang dapat dipertangungjawabkan,” ujar Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono.
 
Ketua Komite Pemantau Manajemen Risiko dan TI BPJS Ketenagakerjaan, Poempida Hidayatulloh mengatakan SiDewas diharapkan mampu mendorong dan menggugah keberanian pelaporan penyimpangan. Meski institusi ini telah memiliki kanal sejenis yaitu Whistle Blowing System, kehadiran SiDewas dinilainya dapat menjadi pilihan lain bagi khalayak yang ingin melakukan pengaduan terkait berbagai pelanggaran yang ditemukan. SiDewas dapat diakses oleh siapa saja dan kapan saja, melalui beberapa kanal antara lain website https://whistleblowing.tips/wbs/@SiDewas,email ; SMS dan whatsapp di nomor 08119001137; dan melalui PO BOX 1205 JKS 1200.

SiDEWAS dikelola oleh Pihak Ketiga sehingga bersifat independen dan bebas dari benturan kepentingan. Lalu secara sistematis, hasil laporan SiDEWAS hanya dapat diakses oleh minimal empat orang Dewan Pengawas secara bersama-sama dalam sebuah forum rapat. Terdapat tiga kategori dampak aduan yang diakomodir oleh SiDewas, yaitu aduan berdampak pada kerugian keuangan; moral/etika; dan sistem/layanan. Sistem ini kemudian akan memilah dan mengeskalasi aduan yang masuk secara sistematis. Selanjutnya pelapor diminta untuk mengisi identitas diri, serta melampirkan data dan fakta pelanggaran yang terjadi. Ketiga hal mendasar ini, dapat menjadi bukti kuatnya sebuah pelaporan pengaduan.

Guntur dalam keterangannya menjamin seluruh data pelapor dan bukti-bukti pelanggaran akan dilindungi dan dirahasikan sehingga tidak perlu takut untuk melapor jika melihat tindak pelanggaran di BPJS Ketenagakerjaan. (*)

Reporter: 

  • Siti Badriyah