Oleh humas on October 24, 2018

Jakarta (24/10) --Staf Ahli Bidang Multikulturalisme, Restorasi Sosial dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Hazwan Yunaz mengikuti Jakarta Geopollitical Forum 2018 yang diselenggarakan Lemhanas di The Ritz-Carlton Jakarta, Rabu (24/10). Tema yang diangkat pada forum  ini adalah “Mapping The Future of Geopolitics” dengan pembahasan isu keamanan dan perdamaian global, ekonomi dan pembangunan, serta masalah kemanusiaan. 

JGF 2018 diselenggarakan dalam tiga sesi dengan menghadirkan 7 (tujuh) pembicara yang berasal dari mancanegara. Menteri Luar Negeri RI H.E. Retno Marsudi hadir memberikan welcoming remarks pada pagi ini dilanjutkan dengan penyampaian sesi pertama The Geopolitical Overview oleh Prof. Dr. Dorodjatun S. Kuntjoro-Jakti, Ph.D. 

Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo pada menyampaikan bahwa Jakarta Geopolitical Forum (JGF) merupakan session sharing  bagi para pakar geopolitik dunia dalam menelaah situasi kawasan di dunia. 

"Tujuan dari JGF 2018 untuk memberikan kesempatan bagi para praktisi geopolitik, profesional dan akademisi untuk bertukar pikiran dan pandangan mereka tentang masa depan geopolitik," ungkapnya saat konferensi pers.
Latar belakang JGF tahun ini, tambahnya, dipengaruhi oleh inisiasi China dengan Belt and Road Initiatives (BRI), perang dagang antara AS dengan China dan pelemahan Uni Eropa yang ditandainya keluarnya Inggris (Brexit). 

"Semoga hasil dari diskusi ini dapat berdampak pada ketahanan nasional dan regional di semua wilayah di dunia,” ujarnya.

Categories: