Oleh humasnew on August 03, 2018

Jakarta (03/07) --- Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Nyoman Shuida, yang diwakili oleh  Staf Ahli Kemenko PMK Bidang Sustainable Develepment  Goal’s  ( SDGs), Ghafur Dharmaputra, pagi ini membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemajuan Kebudayaan. Rakornas ini bertempat dilantai 7, Gd. Kemenko PMK, Jakarta.

Dalam pembukaannya, Ghafur menjelaskan, didalam Keppres No 9 Tahun 2015 disebutkan Kemenko PMK memiliki peran dalam pelaksanaan koordinasi, pengendalian dan sinkronisasi (KSP) dalam penyelenggaraan Pemerintahan dibidang pembangunan manusia dan kebudayaan. Selanjutnya, Pemerintah sejak tahun 2009 telah membentuk Kelompok Kerja Warisan Dunia melalui Surat keputusan (SK) Menteri Kesejahteraan Rakyat Nomor 64 Tahun 2013, yang kemudian direvisi melalui SK Menko PMK No. 20 Tahun 2016 tentang Tim Koordinasi Pelestarian Warisan Budaya dan Alam Indonesia yang disebut Tim Koordinasi Warisan Indonesia.

Tim Koordinasi Warisan Indonesia  terdiri dari 12 Kementerian/Lembaga dengan susunan Tim: Pelindung, Pelaksana dan Kelompok Kerja yang kemudian dibagi menjadi  dari 5 (lima) bidang yaitu : Warisan Budaya; Warisan Alam; Kota Pusaka; Warisan Sistem Pertanian dan Pangan; Promosi, Komunikasi dan Publikasi; Pengendalian dan Pengawasan.

Prioritas KSP yang diangkat dalam Rakornas Pemajuan Kebudayaan ini adalah membuat kebudayaan sebagai mainstreaming Pembangunan Nasional Indonesia pada RPJMN 2020-2024, tersusunnya Pokok Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) pada seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota, penguatan kelembagagaan bidang kebudayaan di Pusat dan Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) serta tersusunnya pola dan mekanisme pengusulan dan pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Kebudayaan.

Dari data Bekraf dan BPS tahun 2017, potensi-potensi ekonomi budaya di Indonesia  terdiri dari kontribusi sektor kreatif bagi PDB nasional (per 2015) sebesar 7,3%, porsi tenaga kerja sektor kreatif di Indonesia (per 2015) sebesar 13,9%, kontribusi sektor kreatif bagi ekspor nasional (per 2015) sebesar 12,8%, peningkatan kontribusi sektor kreatif bagi ekonomi nasional 2010-2015 sebesar 10,8% dan tingkat pemanfaatan HKI disektor kreatif (per 2015) sebesar 11%, seluruh sektor ekonomi kreatif ini bertumpu pada pengolahan bahan-bahan kebudayaan.

Pemajuan Kebudayaan  adalah upaya meningkatkan ketahanan budaya dan  kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia melalui Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan. Kebudayaan merupakan pelaksanaan dari program nawacita ke-9 yaitu memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia. Demi mewujudkan misi dan program nawacita maka diharapkan agar dapat mengembangkan dan mengangkat kebudayaan lokal serta meningkatkan proses pertukaran budaya untuk membangun kemajemukan sebagai kekuatan budaya. Hadir dalam rakornas ini 3 narasumber dari Kemendikbud, Kemendagri dan Bappenas, serta beberapa perwakilan Pemerintahan dari berbagai provinsi di di Indonesia.

Categories: