Oleh humas on August 29, 2018

Ternate (29/8) -- Plh Asisten Deputi (Asdep) Pemberdayaan Kawasan Perdesaan Kemenko PMK, _Mustikorini Indrajatiningrum_ mewakili Plt Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan  Masyarakat, Desa, Dan Kawasan,memberikan arahan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Pelayanan Dasar dan Sarana Prasarana Daerah Tertinggal Propinsi Maluku Utara, yang diselenggarakan di Kota Ternate, Maluku Utara.

Menurut Indri, Nawacita Kabinet Kerja butir ke-3 menyebutkan  yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan Desa dalam kerangka Negara Kesatuan. Dalam tataran implementasi ada UU No. 6/2014 tentang Desa, yang telah membuka kesempatan kepada desa untuk membangun wilayahnya secara lebih efektif dan optimal. 

“Atas dasar itu pula, Kemenko PMK dengan fungsi koordinasi, singkronisasi, dan pengendalian (KSP) mengawal implementasi UU  Desa dengan mengkoordinasikan pembangunan desa dan kawasan perdesaan,” ungkap Indri.

Lebih lanjut, Indri menjelaskan bahwa sesuai amanat Peraturan Pemerintah (PP)  No.78/2014 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Peraturan Presiden (PerPres) 131/2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal, di Propinsi Maluku Utara terdapat 6 Kabupaten yang termasuk daerah tertinggal yang menunggu untuk dientaskan pada tahun 2019 nanti.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah telah mengeluarkan PerPres No.21/2018 tentang Strategi Nasional Pencapaiannya Pembangunan Daerah Tertinggal (Stranas-PPDT). Stranas-PPDT merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah tertinggal untuk periode 5 tahun dan merupakan penjabaran dari RPJMN. 

“Stranas-PPDT juga sangat dibutuhkan dalam menyusun RKP bagi daerah tertinggal, untuk menyusun Strada-PPDT Propinsi dan Kabupaten,”tambah Indri.

Indri mengatakan, dalam PerPres 21/2018 arah kebijakan percepatan pembangunan daerah tertinggal di Maluku difokuskan pada promosi potensi daerah tertinggal untuk mempercepat pembangunan dan pengembangan kemitraan untuk mempercepat pembangunan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah, pemenuhan kebutuhan dasar dan pelayanan dasar publik, pengembangan perekonomian masyarakat yang berbasis potensi lokal yaitu pengembangan pangan, perikanan, energi, dan pertambangan.

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur penunjang konektivitas antara daerah pinggiran, seperti daerah tertinggal dan kawasan perbatasan ke pusat pertumbuhan, juga menjadi fokus pembangunan daerah tertinggal di wilayah Maluku,”tambah Indri 

Namun demikian, menurut Indri, hal yang paling penting dalam percepatan pembangunan daerah tertinggal adalah kerjasama, gotong royong, koordinasi, singkronisasi, dan pengendalian yang baik semua pemangku kepentingan baik di pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 

“Tujuan rakor ini adalah dalam rangka mendorong percepatan pembangunan daerah tertinggal yang harmonis, terkoordinasi, sinergis dalam semangat gotong royong dan keterpaduan program pembangunan pusat dan daerah,”harap Indri.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Propinsi Maluku Utara, Anwar Husen mewakili Gubernur Maluku Utara dalam sambutannya menyampaikan bahwa Maluku Utara memiliki 1.104 Desa/Kelurahan, 400 desa tertinggal, 6 Kabupaten tertinggal, 22 Kawasan Perdesaan termasuk 2 kawasan Perdesaan Prioritas Nasional. 

“Maluku Utara juga memiliki 2 lokasi prioritas perbatasan, 6 Kabupaten pasca konflik, 6 Kabupaten rawan bencana, 6 Kabupaten rawan pangan dan 7 kawasan transmigrasi,”tambah Anwar.

Menurut Anwar, penyebab ketertinggalan daerah pada 6 Kabupaten berbeda-beda namun pada umumnya ketertinggalan disebabkan oleh rendahnya perekonomian masyarakat, aksestabilitas, rendahnya kemampuan keuangan daerah dan karekteristik daerah.

Setelah di buka oleh Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Pemprov Maluku Utara, Rakor dilanjutkan dengan diskusi panel sesi I dan diskusi kelompok sesi II yang menghadirkan narasumber dari pusat dan daerah. Rakor dihadiri oleh OPD Pemprov Maluku Utara, Kemendes PDT, Kemendagri, serta K/L terkait. (DAM)

Categories: