Oleh humasnew on November 16, 2017

Cirebon (16/11) --- Bertempat di Ballroom Hotel Prima Cirebon, Jawa Barat. Siang ini Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Nyoman Shuida yang diwakili Asisten Deputi (Asdep) Nilai dan Kreativitas Budaya, Kemenko PMK, Iwan Eka Setiawan, memimpin rapat koordinasi (rakor) pembangunan karakter dan peneguhan jati diri masyarakat berbasis budaya. Rakor diawali dengan suguhan tarian Topeng dari sanggar Adi Ningrum Cirebon. 

Tujuan diadakannya rakor ini adalah untuk melakukan koordinasi program dan kegiatan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam rangka Pemajuan Kebudayaan sesuai Undang-Undang No. 5 Tahun 2017, melaksanakan Sosialisasi UU No.5 Tahun 2017 terutama pasal 32 tentang Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan untuk membangun Karakter bangsa serta memperoleh informasi Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan di Kota Cirebon.  Undang-Undang tentang Pemajuan Kebudayaan, telah disahkan dalam paripurna DPR RI pada 27 April 2017 dan telah diundangkan pada 24 Mei 2017.

Rakor dibuka oleh Staf Ahli Bidang Kebudayaan, Abidin Aslich yang mewakili walikota Cirebon. Abidin menyambut baik pelaksanaan rakor di kota Cirebon. Abidin menegaskan bahwa Cirebon ini terkenal sebagai kota silaturahmi budaya. Abidin juga menceritakan tentang sejarah kebudayaan kota Cirebon yang penuh dengan nilai-nilai kebudayaan dan kemanusiaan. Abidin menghimbau semua warga negara untuk mempertahankan kebudayaannya masing-masing. 

Rakor dilanjutkan dengan paparan-paparan dari berbagai narasumber diantaranya, Casmadi; Kepala Balai Pengelolaan Cagar Budaya Nilai Budaya dan Sejarah Provinsi Jawa Barat, Susiyanti;Kasubdit Pembinaan Tenaga Kesenian Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Edy Tohidi; Kepala Bidang Pariwisata Kota Cirebon, Ahmad Jazuli, Kabag Humas Keraton Kasepuhan Cirebon.

Dari beberapa paparan yang disampaikan mengungkapkan bahwa ada beberapa permasalahan yang dialami oleh bidang kebudayaan provinsi Jawa Barat, yaitu, masih rendahnya apresiasi dan perlindungan terhadap budaya lokal; kuatnya pengaruh budaya asing terhadap masyarakat Jawa Barat; masih rendahnya promosi budaya lokal Jawa Barat di dalam dan luar negeri. “permasalahan-permasalahan ini lah yang harus kita selesaikan dan kami memohon bantuan dari semua pihak baik pusat maupun daerah,”harap Casmadi.

Beberapa rekomendasi yang diberikan yaitu menyiapkan peraturan daerah pemajuan kebudayaan kota Cirebon, menyiapkan peraturan yang disesuaikan dengan rencana aksi kota pusaka kota Cirebon,menyiapkan anggaran pada bidang kebudayaan di kota Cirebon, mengadakan seminar dan atau grup diskusi, memasukan budaya pada kurikulum pendidikan di kota Cirebon, melakukan inventarisasi objek kebudayaan kota Cirebon, dan  rutin menyelenggarakan kegiatan kebudayaan di kota Cirebon.

Rakor kali ini dihadiri oleh Kedeputian bidang Koordinasi Kebudayaan, Kementerian Koordinator bidang PMK, Direktorat Kesenian, Kemendikbud; Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov Jawa Barat; Dinas Kepemudaan, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon.

Categories: