Oleh humas on November 09, 2018

Jakarta (09/11) - Daeran Aliran Sungai (DAS) Citarum merupakan DAS terbesar dan terpanjang di Jawa Barat, dengan luas keseluruhan 690.571 hektar. Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum diharapkan bisa menjadi pilot project untuk DAS lainnya yang berada di seluruh Indonesia. Hal itu sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang menginginkan program rehabilitasi terhadap Citarum bisa menjadi pilot project untuk DAS lain. Citarum merupakan sungai yang mengaliri beberapa daerah di Provinsi Jawa Barat. Ia  juga menjadi pemasok air minum bagi warga Jakarta. Namun, dari hasil kunjungan lapangan Tim Kemenko PMK pada September lalu, ada beberapa masalah yang terdidentifikasi, antara lain kesehatan masyarakat, banjir, penurunan ketersediaan air, peningkatan sedimentasi, pendangkalan sungai, penurunan kesuburan tanah hingga masalah sampah.

Hal inilah yang kemudian menjadi alasan diadakannya pertemuan hari ini.

Dengan mengundang sejumlah pihak terkait, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Sonny Harry B. Harmadi, memimpin rapat untuk membicarakan sinergi kawasan perdesaan di sekitar DAS Citarum dan seleksi lokasi untuk pemberdayaan kawasan perdesaan. Ia juga menegaskan perlunya membangun kesadaran masyarakat akan sungai, betapa pentingnya sungai bagi peradaban manusia. "Sungai merupakan sumber kehidupan sehingga masyarakat harus bersahabat dengan sungai", ujarnya.

Pembangunan kawasan perdesaan merupakan salah satu pendekatan yang diprioritaskan untuk pengembangan potensi unggulan kawasan perdesaan dan pemecahan masalah. Perpaduan pembangunan antardesa dalam 1 kabupaten/kota bertujuan untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan serta pemberdayaan untuk mempercepat peningkatan kapasitas masyarakat. 

Dalam Rakor ini telah diidentifikasi lahan krisis dan sangat kritis DAS Citarum dan data indikatif rencana penanaman pada tanah kosong dan rencana penanaman Kawasan Perlindungan Setempat (KSP), yang direspon secara positif oleh Biosphere Project, yang menyarankan perlunya menanam pohon bambu di sekitar titik-titik DAS Citarum, karena bambu memiliki sejumlah kebaikan, satu diantaranya adalah penyuplai oksigen bagi manusia. Bambu juga memiliki nilai ekonomis dan ekologis serta mendukung Sustainable Development Goals/SDGs.

Hingga pertemuan hari ini diadakan, Kemenko PMK telah melakukan serangkaian koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti misalnya pembenahan DAS Citarum untuk konservasi daerah hulu dengan melibatkan kementerian/lembaga serta masyarakat. 

"Sungai Citarum memiliki sejumlah potensi, antara lain potensi produk unggulan kawasan perdesaan, kopi, jeruk, ayam buras, palawija, bambu, wisata kerajinan dan seni budaya. BUMDes bersama dengan unit usaha seperti pembibitan penanaman pohon, pengolahan sampah, pemanfaatan bambu juga harus dapat dimulai tahun 2019", ujar Sonny. 

Hadir pula dalam rapat ini perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman,  Kementerin Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian PPN/ Bappenas, Kodam III/Siliwangi, Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, Pemerintah Daerah Jawa Barat, dan Perhutani. 

Categories: