Oleh humas on February 06, 2018

Jakarta (06/02) – Asdep Kepemudaan Kemenko PMK, Alfredo Sani Fenat, hari ini memimpin rapat koordinasi terkait program pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan pemuda. Salah satu arah kebijakan dan strategi pembangunan pemuda seperti tertulis dalam RPJMN tahun 2015-2019 adalah meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan, yaitu melalui perlindungan generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan napza, minuman keras, penyebaran penyakit HIV/AIDS, dan penyakit menular seksual di kalangan pemuda.

Pada tahun 2016 lalu, data BNN mengungkap, sebanyak 27.32% pengguna narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Berangkat dari hal ini, Kemenko PMK mengundang Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Badan Narkotika Nasional, dan Badan Pusat Statistik untuk bersama-sama membahas hal-hal terkait pencegahan bahaya penanggulangan narkoba di kalangan pemuda.

UU No. 35 Tahun 2009, Pemerintah telah membuat sejumlah aturan terkait dengan narkotika, yakni Perpres RPJMN 2015-2019, Inpres No. 12/2011, dan Permendagri Nomor 21/2013. Dari peraturan-peraturan ini, kementerian/lembaga, pemda, serta kelompok masyarakat sudah membuat sejumlah program yang terkait dengan pencegahan dan pemberantasan narkotika di Indonesia. 

Kementerian Pemuda dan Olahraga misalnya, sudah melaksanakan Program KIPAN (Kader Inti Pemuda Anti Narkoba), yang mana program tersebut berupa pelatihan dan penugasan /penyuluhan pemuda anti narkoba, yang di tahun 2016 sudah dilaksanakan di 3 provinsi, tahun 2017 di 5 provinsi, dan di 2018 direncanakan akan dilakukan di 6 provinsi. Dari pelatihan ini, terbentuk sekurang-kurangnya 30.000 pemuda /siswa kader inti anti narkoba. Sementara itu, Kemdagri akan membuat rapat koordinasi dengan daerah terkait narkoba yang pesertanya berasal dari kesbangpol dan BNN provinsi. Kemdagri juga saat ini sedang menyusun kebijakan nasional (grand design) Pencegahan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba. Sementara itu, BNNmemiliki program pencegahan narkoba yaitu membentuk relawan-relawan anti narkoba, yang terdiri dari pemuda-pemuda di daerah.

Alfredo mengatakan, bahwa concern dari adanya program-program ini adalah wilayah kepemudaan. Dan output-nya adalah berhasil serta terukurnya program-program tersebut. Oleh karenanya, diharapkan, setiap K/L dapat bekerja sama dengan baik, mengingat pemberantasan narkotika adalah program prioritas nasional. (olv)