Oleh humas on January 30, 2018

Jakarta (30/01)--Plt. Deputi Bidang Koordinasi kebudayaan Kemenko PMK, I Nyoman Shuida hari ini memimpin rapat koordinasi program/kegiatan bidang kepemudaan tingkat Eselon I, yang berlangsung di ruang rapat lantai.3 Kantor Kemenko pmk. Fokus dalam rapat ini adalah membahas capaian bidang kepemudaan yang telah dilaksanakan tahun 2017, dan rencana program/kegiatan kepemudaan yang akan dilaksanakan oleh K/L terkait; serta membahas isu lainnya yang berkaitan dengan bidang kepemudaan. 

Dalam paparannya, Kedeputian Bidang Pengembangan Pemuda, Kemenpora, pada tahun 2018 akan menekankan bidang kepramukaan dan kewirausahaan. Di bidang kepramukaan akan menguatkan Kwarda, SAKA dan SAKO; Melibatkan pramuka dalam Kirab Pemuda; dan Organisasi Kepemudaan mendukung kepramukaan. Sedangkan bidang kewirausahaan, akan diberikan bantuan untuk wira usaha pemula (WMP); pelatihan berbasis jejaring; Mengoptimalkan korporasi dan lembaga yang kompeten dalam pembinaan kewirausahaan BUMN; serta Memanfaatan dukungan IT.

Selain itu juga akan dilakukan penajaman pada Program pemuda mandiri membangun desa (PMMD) bagi 1.300 orang pemuda (1.000 rektutmen baru, 300 rekrutmen peserta terbaik); meningkatkan
Sosialisasi; serta melakukan implementasi Perpres 66/2017, yaitu mengenai optimalisasi peran K/L dalam pelayani pemuda; melakukan review rencana aksi nasional; roadmap pelayanan kepemudaan; dan keanggotaan kelompok kerja.

Berdasarkan paparan dari masing-masing K/L yang juga hadir dapat disimpulkan bahwa Kebijakan Pembangunan Kepemudaan diharapkan menjadi acuan dalam pelaksanaan program/kegiatan Bidang Kepemudaan. Pelaksanaan program/kegiatan Bidang Kepemudaan diharapkan menerapkan pendekatan yang digunakan dalam RKP 2017 dan RKP 2018, yaitu Money Follow Program dan Pendekatan Tematik, Holistik, Integratif dan Spasial (THIS). Pelaksanaan Arah Kebijakan Kepemudaan perlu didasarkan pada tolak ukur (situasi kepemudaan, IPP, SDGs baseline untuk pemuda) dan diterjemahkan ke dalam strategi intervensi maupun program/kegiatan.

Perpres 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan menjadi landasan penting dalam pelaksanaan arah kebijakan pembangunan kepemudaan. Menyusun Grand Desain Pembangunan Kepemudaan yang terintegrasi dan mengacu pada tolak ukur pembangunan kepemudaan itu dinilai penting. Serta,  dalam pelaksanaan program/kegiatan Bidang Kepemudaan perlu berbasis data dan informasi. 

Turut hadir dalam kesempatan ini, Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda dan Olahraga, Bappenas;  Sesdep Bidang Pengembangan Pemuda, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora; Kemendesa PDTT; Kemensos;  Kemendagri; dan Kwarnas Pramuka; dan Asisten deputi bidang kepemudaan pada Kedeputian bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Redemtus Alfredo S.F.Fin