Oleh humas on June 30, 2018

Sumba Barat (29/06) - Plt. Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kawasan Sonny Harry Harmadi, didampingi oleh Staf Ahli Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Ekonomi Kreatif dan Ketenagakerjaan Sidqy Lego Suyitno, Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK Magdalena, dan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi NTT Kisyadi, mengunjungi Rumah Adat Praijing di Kota Waikabubak, Kab. Sumba Barat dan diterima oleh Bupati Kab. Sumba Barat Niga Dapawole. Kampung adat Praijing adalah salah satu destinasi wisata dengan hamparan batu prasejarah megalitikum di dalamnya. Kampung adat ini juga ditetapkan sebagai salah satu situs budaya oleh Pemda Kabupaten Sumba Barat.

Disini, Sonny dan rombongan sekaligus meninjau kegiatan padat karya desa tunai (PKTD) yang sedang berlangsung, yaitu membangun rumah warga. PKTD dibayar dengan upah Rp 70.000/hari dengan waktu kerja dari pagi hingga sore hari. Diketahui, Kab. Sumba Barat menerima anggaran dana desa sebesar Rp 67 miliar di tahun ini. Adapun dana desa digunakan antara lain untuk pembangunan rumah, jalan, pasar desa, hingga gudang barang.

Niga menjelaskan, kehidupan gotong royong masyarakat di Praijing sudah ada sejak lama. Ini terlihat dari kuburan yang sangat kokoh yang dikerjakan secara gotong royong antar warga. Niga juga menceritakan bagaimana desa ini membuka dirinya terhadap dunia. Pada awal Juli mendatang, direncanakan akan ada 60 turis yang akan tinggal di rumah adat Praijing.

Anak-anak desa juga sudah belajar bahasa Inggris. Ada 20 anak yang sudah bisa berbahasa Inggris dan diharapkan, mereka dapat mengajarkan anak-anak mereka kelak. Anak-anak ini diajarkan bahasa Inggris dengan harapan agar mereka bisa mengobrol dan bertukar pikiran dengan wisatawan asing yang datang. Untuk semakin meningkatkan kemampuan bahasa asing anak-anak, ke depan, direncanakan akan diajarkan bahasa Mandarin.

“Masyarakat di kampung ini dipersiapan untuk menemui wisatawan-wisatawan asing”, ujar Niga. Setelah meninjau PKTD, Sonny menyempatkan melakukan dialog dengan warga. Salah satu perwakilan warga mengatakan bahwa mereka sangat merasakan manfaat dari adanya dana desa tersebut dan berharap, Presiden Joko Widodo tetap mempertahankan dana desa di tahun yang akan datang.

Setelah itu, Sonny dan Tim bertolak ke Desa Weimangoma dan disambut oleh Kepala Desa Melkianus Muana Nanga. Melkianus melaporkan, dana desa di Weimangoma digunakan untuk membangun jalan, embung dan lapangan voli, pembentukan Bumdes, dan bantuan PLTS. Nihiwatu Resort, hotel terbaik di dunia versi Majalah Travel Leisure, juga turut membantu meningkatkan pemberdayaan masyarakat dengan bekerjasama dengan desa setempat untuk menampung hasil deplot pertanian sayuran.

Sebelum mengakhiri kegiatan di Kabupaten Sumba Barat, Sonny diperkenankan menaiki kuda khas Sumba dengan menggunakan pakaian adat, lengkap dengan parang dengan diiringi tarian tradisional setempat. (olv)

Categories: