Oleh humas on March 19, 2018

Jakarta (19/03) – Untuk meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan di segala bidang, diperlukan peran dari semua pihak, yang dimulai dari Pemerintah (Kementerian, Lembaga dan BUMN, Pengusaha dan Masyarakat Sipil). Terkait hal tersebut, hari ini Kemenko PMK, yang fungsinya adalah melakukan koordinasi, sinkonisasi dan pengendalian (KSP), mengundang para stakeholder untuk membahas  terkait dengan program dan kegiatan pemberdayaan perempuan yang sudah dan akan dilakukan oleh pihak-pihak terkait tersebut.

Peran perempuan harus dipastikan dalam pembangunan dan kelangsungan bangsa ini. Apalagi bangsa ini akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030-2040 mendatang. Peran Ibu dalam hal ini sangatlah penting, supaya bangsa ini benar-benar mendapatkan bonus demografi. Untuk meningkatkan peran di semua bidang, Kemenko PMK dalam hal ini bertugas mengumpulkan potensi dan rencana-rencana serta anggaran dari kementerian/lembaga terkait, BUMN, dan masyarakat.  “Kalau masing-masing pihak bekerja sendiri, tidak akan tercapai tujuannya. Jadi, saya rasa, sinergi adalah kunci utama”, ujar Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK, Sujatmiko saat memberikan arahan dalam Rakor.

Perwakilan Kementerian Koperasi dan UKM (KKUKM) kemudian menyampaikan paparan terkait best practice apa yang selama ini sudah dilakukan KKUKM dalam hal pemberdayaan perempuan. Antara lain: 1) program/kegiatan pemberdayaan KKUKM yang spesifik diperuntukkan bagi pelaku KUKM, baik laki-laki maupun perempuan; 2) program/kegiatan pemberdayaan KUKM dalam rangka mengeliminasi kesenjangan, sehingga para pelaku KUKM dapat setara memiliki akses, berpartisipasi dan mendapat menfaat, serta mengawasi jalannya program pemberdayaan KUKM; 3) capacity building dalam pengarusutamaan gender; dan 4) kegiatan pendukung lainnya sebagai wujud implementasi pengarusutamaan gender pada KUKM.

Sementara itu, perwakilan Permodalan Nasional Madani (PNM) menyampaikan, bahwa selama ini PNM memiliki beberapa program yang ditujukan kepada perempuan, yakni Mekaar (Pembiayaan Kelompok Perempuan Miskin & Aktif Ekonomi), Ulaman (pembiayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), dan Pembiayaan Modal Ventura.

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian KUKM, Permodalan Nasional Madani dan Bank Mandiri. (olv)