Oleh humasnew on January 19, 2018

Jakarta (19/01)---Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Sustainable Development Goals Pasca 2015, Ghafur Akbar Dharma Putra, menghadiri Rakorsus Tingkat Menteri (RTM) yang membahas Rancangan Keputusan Presiden tentang Pengangkatan Dokter, Dokter Gigi dan Bidan dari Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat pagi.

Rakorsus digelar untuk membahas Rancangan Keputusan Presiden (RKeppres) mengenai keperluan pengangkatan Dokter, Dokter Gigi, dan Bidan dari Pegawai Tidak Tetap (PTT) menjadi CPNS. Rakorsus juga membahas tentang perlunya suatu Perpres untuk mengatur jabatan-jabatan yang dapat diangkat sebagai CPNS bagi mereka yang berusia 35 - 40 tahun.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah mengalami kekurangan tenaga kesehatan berupa, dokter sejumlah 5.319 serta Dokter Gigi 5.515, Bidan 23.296. Jika ditotal sebanyak 34.130 tenaga kesehatan yang kurang. Dalam arahan Presiden di Ratas tanggal 30 Juni 2017, diketahui, pengangkatan Bidan berusia lebih dari 35 tahun dan tenaga honorer K2 menjadi ASN dapat dilakukan karena jumlahnya sedikit. Sementara Kemenkes mengusulkan pengangkatan PTT Nakes untuk CPNSD sebanyak 4.153 orang. Usulan Keppres juga telah dikirimkan kepada KemenPAN RB.

Terkait dengan Pengangkatan Dokter, Dokter Gigi dan Bidan dari Pegawai Tidak Tetap (PTT) juga, pemerintah telah menyusun SKB 4 Menteri + 1 Ka yaitu antara Menkes, Mendagri, Mendikbud, MenPAN RB dan Ka BKN. Telah dibuat pula MoU antara setiap Kepala Daerah dengan Menkes. Sedangkan nama-nama tenaga kesehatan yang diangkat atas usulan dari daerah. (PS)

Categories: