Oleh humas on October 19, 2018

Jakarta (19/10) -- Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama kemenko PMK, Prof. Agus Sartono memimpin rapat koordinasi (Rakor) tingkat eselon I, terkait dengan Evaluasi Sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) dan Pemanfaatannya. Rakor dilakasanakan di ruang rapat lt. 6 kantor Kemenko PMK dan dihadiri oleh Dirjen Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad serta pejabat eselon II instansi terkait.

PIP adalah program pemerintah yang dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin/prioritas tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak Lulus SMA/SMK/MA) maupun pendidikan non formal (Paket A hingga Paket C serta kursus terstandar). 

Melalui program ini pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya. PIP juga diharapkan dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik, baik biaya langsung maupun tidak langsung.

Dalam arahannya, Prof. Agus juga mengingatkan kembali bahwa berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) RI No.7/2014 yang ditujukan kepada Mendikbud dan Menag agar melaksanakan beberapa hal terkait dengan PIP, antara lain: Pertama, meningkatkan koordinasi dengan Mensos, TNP2K dan Pemererintah Prov/Kab/Kota dalam penetapan sasaran KIP. Kedua, menyediakan KIP sejumlah penerima PIP untuk siswa SD, SMP, SMA, dan SMK. Ketiga, membayar manfaat PIP beserta tambahan manfaat lainnya kepada siswa penerima PIP yang berada di sekolah yang dikelola Kemendeikbud. 

Keempat, melaksanakan sosialisasi secara intensif kepada penerima PIP; Kelima, menjadi Pengguna Anggaran dalam pelaksanaan PIP di  lingkup Kemendikbud; dan keenam, melaporkan pelaksanaan PIP sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali atau sewaktu-waktu apabila diperlukan kepada Menko PMK.

prof. Agus juga menyampaikan status penyaluran dan pencairan KIP tahun 2018. Menurutnya, Alokasi  KIP sebesar 17.927.308 siswa dan sudah disalurkan mencapai 11.856.201 siswa atau sekitar 66.13 persen sedangkan yang telah mencairkan sebanyak 10.663.653 atau sebesar 89.94 persen.

Categories: