Oleh humasnew on February 07, 2018

Jakarta (07/02)---Asisten Deputi Bidang Kepemudaan,  Kemenko PMK, Alfredo Sani Fenat, memimpin rapat koordinasi teknis(rakornis) peningkatan peran gerakan pramuka yang di selenggarakan di ruang rapat lantai. 6 Kantor Kemenko PMK. Rakornis hari ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari rapat yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam pengantarnya, Alfredo mengungkapkan bahwa poin-poin yang sudah diangkat dalam rakor sebelumnya untuk segera di tindaklanjuti dan disepakati sesuai dengan arahan pimpinan. "Arahan pimpinan agar perlu segera ditindaklanjuti dan disepakati bersama." kata Alfredo.  Dia menambahkan, agenda yang sudah disepakati pada rakor bersama eselon 1 antara lain, menuntaskan upaya revitalisasi satuan karya(saka), membahas mengenai anggaran kepramukaan, kegiatan besar strategis (kwarnas),  dan mengenai kepesertaan yang harus jelas. Turut hadir dalam rapat ini perwakilan dari Kemenpora, Kwarnas, dan Bappenas.

Berdasarkan penjelasan dari Kemenpora,  untuk revitalisasi saka pihaknya telah menginisiasi mengundang kementerian/lembaga untuk menyempurnakan saka yang ada pada masing masing K/L. Kemenpora juga sedang menyelesaikan anggaran Tahun 2018 untuk kepramukaan.  Mengenai Revisi UU gerakan pramuka, Kemenpora juga telah melakukan pembahasan-pembahasan baik secara internal maupun eksternal yang melibatkan para K/L dan menghasilkan draft awal revisi serta sedang menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan.

Menurut laporan dari Kwarnas, saat ini sedang mereview masing-masing kridanya dan melihat arah peta jalannya. Terkait dengan Jobcreation, Kwarnas mengimbau agar masing-masing krida dan saka untuk menghasilkan peluang kerja. Misalnya, terkait dengan lomba masakan nusantara yang dapat membuka lapangan kerja dan lain sebagainya.

Alfredo menekankan pentingnya sinergi dari stakeholder untuk menyelesaikan point-point yang telah disepakati. Selanjutnya, Ia juga mengimbau kepada peserta rapat untuk segera mempersiapkan usulan kegiatan TA. 2019 agar dapat lebih terencana.Kesimpulan dari rapat ini adalah Saka sedang disiapkan pembentukan tim dengan K/L secara intensif untuk pembahasan data di saka; perihal untuk anggaran reguler kepramukaan sumber yang didapat dari internal hanya digunakan untuk operasional saka. Kwarnas tidak dapat melakukan penganggaran sendiri, untuk itu perlu adanya dukungan anggaran dari pemerintah. Selanjutnya mengenai revisi UU telah menemukan kesepakatan penyatuan konsep antara kwarnas dan kemenpora. Mengenai data kesepesertaan, Indonesia memiliki jumlah anggota terbanyak di dunia saat ini jumlahnya kurang lebih 20juta mulai dari Kwarda hingga Gudep. Maka dari itu perlu adanya dukungan dari pemerintah untuk mendukung peningkatan peran anggota Pramuka di Indonesia. (*)