Oleh humas2 on December 05, 2016

Jember (05/12)--- Seperti negara lain di dunia, Indonesia pada hari ini juga memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang rutin digelar setiap tahun pada tanggal 3 Desember. HDI 2016 kali ini secara internasional berthema: “Achieving 17 Goals for the Future We Want” sementara thema nasional adalah “Membangun masyarakat inklusif, adil dan berkesinambungan bagi Penyandang Disabilitas untuk Indonesia yang lebih baik.” Acara puncak peringatan HDI 2016 di Indonesia berlokasi di alun-alun Kota Jember, Jawa Timur dan disemarakkan dengan berbagai kegiatan. Turut hadir dalam acara ini Perwakilan dari Kemenko PMK, perwakilan dari Kemsos, Bupati Jember dan jajarannya.

HDI dimaknai sebagai bentuk pengakuan Pemerintah terhadap disabilitas, peneguhan komitmen seluruh bangsa, dan membangun kepedulian dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan disabilitas. Sejalan dengan komitmen ini Pemerintah, organisasi masyarakat sipil, institusi akademik dan sektor swasta didorong untuk bermitra dengan organisasi disabilitas dalam merencanakan kegiatan dan aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh penyandang disabilitas.

Masih dalam rangka puncak peringatan HDI 2016, di hari yang sama dan di Kota Makassar, Sulsel, ditandai dengan kegiatan bertajuk ‘Dedikasi Makassar untuk Saudaraku Para Tuna Netra.’ Dedikasi itu diwujudkan dalam bentuk Gerakan Literasi Makassar dengan melakukan pengetikan ulang 50 ribu buku yang melibatkan pula 50 ribu relawan. Buku-buku yang diketik ulang itu selanjutnya akan dikonversi secara digital ke dalam huruf braille. Kegiatan serupa juga sudah dilakukan di dua kota lain yaitu Bandung dan Bogor, Jawa Barat.

“Saya menyambut baik dan menyampaikan apresiasi kepada IBM Indonesia dan Pemerintah Kota Makassar; kota ketiga setelah Bogor dan Bandung, yang telah memberikan dukungan dan aksi nyata atas kegiatan kampanye yang rencananya akan terus digulirkan dari satu kota ke kota lain guna mendukung keberlanjutan program untuk membantu memperkaya khasanah buku bagi disabilitas netra.” Demikian sambutan Deputi Kemenko PMK bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, Tb Achmad Choesni, sebelum membuka kegiatan ini.

“Para penyandang disabilitas, termasuk tuna netra, juga memiliki hak untuk memperoleh akses terhadap informasi sejalan dengan arah kebijakan inklusi. Kebijakan inklusi, pada intinya adalah bagaimana meminimalkan hambatan yang dihadapi, menyediakan akses yang tepat dan memberi ruang bagi disabilitas untuk berpartisipasi. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 Tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas,” kata Deputi Kemenko PMK lagi.

Kegiatan bentuk kepedulian kepada para disabilitas netra ini terselenggara atas kerja sama IBM Indonesia, perwakilan konjend Australia di Kota Makassar, dunia usaha, Mitra Netra, dan para relawan yang berasal dari Pertuni, AVI Indonesia, Lions Club Kalingga, serta Wanita Persahi. Kegiatan ini juga diketahui berhasil memecahkan rekor MURI. (sumber: Kedep II Kemenko PMK)