Oleh humas on June 28, 2018

Jakarta (28/06) – Sebagai tindak lanjut rakor KKN Tematik Revolusi Mental sebelumnya, hari ini Kemenko PMK melalui Keasdepan Pendidikan Tinggi dan Pemanfaatan IPTEK menyelenggarakan Rakor Persiapan KKN Tematik Revolusi Mental 2018 di Hotel Alila Jakarta.

Dalam pembukaannya, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono mengatakan KKN ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang luar biasa bagi mahasiswa sebagai bekal untuk menjadi pemimpin di masa depan. “Kegiatan ini murni untuk mengirimkan para mahasiswa ke daerah-daerah agar paham dengan keadaan masyarakat di desa,” sebutnya.

Hingga kini, jelasnya, mahasiswa ada yang sudah di lokasi juga ada yang akan segera berangkat. Terkait kendala yang dihadapi penyelenggara, ia meminta kerjasama yang baik dari tim panitia untuk menanggulanginya. “Dukungan perlu dilakukan oleh seluruh jajaran Kedeputian IV, Tim Setmenko dan Tim Kedeputian V,” sebutnya. Agus juga menekankan pentingnya aspek ketaatan administrasi/ SPJ, agar tidak menjadi temuan auditor.

Sementara itu, Asisten Deputi Pendidikan Tinggi dan Pemanfaatan IPTEK Kemenko PMK, Asril, mengatakan, tujuan rapat kali ini adalah untuk membahas masalah, progress dan rencana tindak lanjut pelaksanaan kegiatan KKN Tematik Revolusi Mental 2018 terkait MoU, Perjanjian Kerjasama Swakelola, Pencairan Termin 1, SK Tim Perencana serta SK Tim Pengawas.

KKN Tematik Revolusi Mental merupakan implementasi secara luas Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Dalam hal ini, Kemenko PMK menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi untuk menyelenggarakan program KKN Tematik. KKN Tematik yang orientasi program kegiatannya terfokus pada bidang tertentu. PS

 

Categories: