Oleh humasnew on December 02, 2018

Semarang (01/12)- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) sangat mengapresiasi pertunjukan Pentas Tari Bersama Forum Silahturahmi Sanggar Tari Jawa Tengah. Kegiatan ini mempunyai nilai strategis khususnya terutama dalam kemajuan kebudayaan nasional yang dilakukan oleh semua pihak terutama daerah.

Hal ini diungkapkan Plt.Asisten Deputi Nilai dan. Kreativitas Budaya, Kemenko PMK, Redemtus Alfredo Sani Fenat, usai memberikan sambutan pada acara Pentas Tari Bersama Forum Silahturahmi Sanggar Tari Jawa Tengah sebagai implementasi Gerakan Masyarakat Berbasis Budaya di Taman Indonesia Kaya, Semarang, Sabtu malam (01/12).

"Kami menginisiasi kegiatan gerakan masyarakat berbasis budaya yang prinsipnya ingin melibatkan semua pemangku kepentingan baik pusat maupun daerah," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya sangat berharap  implementasi kemajuan budaya itu berakar dari daerah sesuai dengan potensi yang ada khususya aspek kreatifitas pelaku seni. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah bagaimana meningkatkan penghargaan kepada pelatih atau maestro seperti yang ada di Jawa Tengah.

"Harapannya, mereka akan terus mengembangkan dari waktu ke waktu dan generasi agar  tidak mudah hilang dan terus berlanjut sepanjang waktu yang kita harapkan," ungkapnya.

Alfredo dalam sambutanya juga menegaskan kembali bahwa mencintai dan melestarikan keanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan tanggung jawab semua sebagai bangsa Indonesia. Pelestarian tidak akan dapat bertahan dan berkembang jika tidak didukung oleh masyarakat luas dan tidak menjadi bagian nyata dari kehidupannya. Untuk menghidupkan kembali gairah dan semangat untuk melestarikan budaya lokal yang dimiliki, Kemenko PMK menginisiasi Gerakan Masyarakat Berbasis Budaya (Gema Budaya) sebagai instrumen bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat dalam upaya perlindungan, pengembangan, serta pemanfaatan budaya secara berkelanjutan.

Gema Budaya, tambahnya,  merupakan upaya untuk menggerakan seluruh pihak terkait agar peduli dan terlibat dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal sesuai dengan perkembangan jaman, melalui berbagai pendekatan. Pendekatan yang banyak digunakan untuk melakukan pelestarian budaya adalah melalui jalur pendidikan serta peyelenggaraan kegiatan pertunjukan budaya. 

"Upaya pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menggelar kegiatan-kegiatan kebudayaan secara reguler. Namun juga dibarengi dengan memberikan pemahaman tentang filosofi dan nilai dari keberadaan objek budaya yang dimiliki," tegasnya.

Lebih lanjut, Alfredo menjelaskan bahwa penyelenggaraan acara ini juga sesuai dengan implementasi Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Hal ini merupakan pengejawantahan komitmen Pemerintah dalam memajukan kebudayaan nasional Indonesia melalui upaya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan. Tujuannya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Acara ini digelar oleh Sanggar Greget bersama Forum Silahturahmi Sanggar Tari Jawa Tengah (FSST). Beberapa pihak yang terlibat dalam pementasan antara lain: sanggar Kembang Lawu, Karanganyar, sanggar Satria, Wonosobo, sanggar Kinara Kinari, Magelang, sanggar Raras Irama, Banjarnegara, sanggar Pasopati, Boyolali,  studio Taksu Surakarta dan tim kesenian kabupaten Batang. Melalui pertunjukan ini diharapkan generasi muda dapat mempelajari, mengembangkan dan mempromosikan keberadaan  keseniaan daerahnya khususnya Seni Tari.

Categories: