Oleh humasnew on March 19, 2018

Jakarta(19/03)—Asisten Deputi Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama, Kemenko PMK, Aris Darmansyah hari ini memimpin rapat koordinasi peningkatan kwalitas sumberdaya manusia pengelola zakat dan wakaf, di ruang rapat lantai.2 Kantor Kemenko PMK. Rakor dihadiri oleh jajaran Kementerian Agama, Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Amil Zakat Nasional, serta Badan Wakaf Indonesia.

Dalam pengantar Rakor, Aris menerangkan bahwa rakor bertujuan untuk mengetahui penyusunan desain pengembangan zakat dan wakaf pada masing-masing instansi. Selain itu, juga untuk menjalin upaya sinergis program pemanfaatan lahan wakaf dengan berbagai program kerja lembaga pengelola zakat.

Menurut Aris, berdasarkan besarnya potensi zakat dan lahan wakaf yang cukup besar di Indonesia, Kemenko PMK terus berupaya mendorong peningkatan kualitas SDM pengelola zakat dan wakaf melalui standar kompetensi nasional kerja Indonesia (SKKNI). Dalam standarisasi pengelolaan dana zakat, Baznas memiliki peranan penting. Namun dalam hal ini Aris mengatakan bahwa pekerjaan itu dinilai tak hanya menjadi pekerjaan Baznas namun juga dunia perzakatan nasional. Perlu diketahui bahwa pemanfaatan potensi lahan wakaf di Indonesia saat ini masih cukup minim. Kualitas SDM para pengelola wakaf (Nadzir) dinilai perlu lebih ditingkatkan lagi agar lahan wakaf dapat bermanfaat lebih produktif lagi.

Berdasarkan paparan dari masing-masing K/L dalam rakor ini, didapat sejumlah laporan yaitu Jajaran  Kemenag akan mengadakan pembinaan/pelatihan kompetensi bagi Nadzir di Jawa Tengah dan Jawa TImur. Kemenag juga akan membantu proses sertifikasi tanah wakaf. Kemenko PMK akan terus mendorong kerja sama antar lembaga pengelola zakat dengan para nadzir dalam masalah pendanaan pengelolaan lahan wakaf produktif.  Kerja sama itu juga akan melibatkan kementerian dan lembaga.

 

Categories: