Oleh humas on November 05, 2018

Nusa Dua (05/11) -- Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Sigit Priohutomo memberikan sambutan pada pembukaan Pre-Meeting Zoonotic Diseases Action Package (ZDAP). Acara ini merupakan rangkaian agenda kegiatan Global Health Security Agenda (GHSA) Ministerial Meeting yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pada 5-8 November 2018. Sebanyak 15 negara yang tergabung dalam ZDAP hadir membahas pencapaian rencana aksi implementasi 2014-2019.

Mengawali sambutannya, Sigit mengingatkan bahwa ancaman pandemic yang sebagian besar berasal dari zoonosis masih berpotensi terjadi. Dalam dekade terakhir, seperti di Asia dan Afrika terdampak cukup signifikan akibat wabah Ebola, MERS-CoV, dan flu burung. ”Pelajaran dari berbagai permasalahan kedaruratan kesehatan akibat zoonosis dan penyakit infeksi baru  yang muncul akhir-akhir ini membuktikan bahwa pencegahan menjadi langkah strategis dalam menghadapi ancaman zoonosis kedepan,” ujarnya.

Menurut Sigit, berdasarkan penilaian Joint External Evaluation Tool (JEE), secara global kapasitas negara dalam pencegahan zoonosis masih dalam rataan nilai 3 atau berarti Kapasitas sudah terbangun, berbanding nilai tertinggi adalah 5 atau berarti Kapasitas berkesinambungan. Melihat dari hasil penilaian JEE tersebut berarti kita masih memiliki resiko besar karena kejadian zoonosis masih terus terjadi di berbagai belahan dunia baik terjadi akibat perubahan sifat patogen, lingkungan atau bencana alam.

Untuk itu, lanjut Sigit, diperlukan upaya bersama dalam pengurangan risiko melalui intervensi kebijakan dan intervensi teknis di masing-masing Negara. Belajar dari sejarah terjadinya kedaruratan kesehatan yang terjadi  di berbagai Negara maka kerjasama antar Negara yang saling menguntungkan untuk mengurangi risiko wabah dan pandemi global adalah sebuah keharusan.

Menurut Sigit, sudah banyak upaya yang telah dilakukan Indonesia untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya di bidang kesehatan terpadu dalam menanggulangi ancaman kesehatan global, khususnya zoonosis. Salah satunya dengan menginisiasi kerjasama lintas sektor. Kerjasama sama tersebut diwujudkan melalui kerjasama program Emerging-Pandemic Threats (EPT-2) yang melibatkan USAID, Kementan, Kemenkes, Kemen LHK, Perguruan Tinggi, Lembaga penelitian, Pemda, serta organisasi internasional seperti WHO dan FAO.

Sigit juga menambahkan bahwa dalam pertemuan ZDAP ini akan membahas beberapa agenda, diantaranya; Pertama, evaluasi terhadap pencapaian paket aksi zoonosis yang telah disepakati bersama; Kedua, usulan posisi ZDAP dalam kerangka baru GHSA; Ketiga, identifikasi potensi kolaborasi kegiatan di tahun mendatang. (DAM)

Categories: