Oleh humas2 on December 06, 2016

Yogyakarta(06/12)— Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, demikian ajaran yang dikenal dengan Patrap Triloka yang mempunyai makna 'yang dalam dan masih relevan dengan kehidupan masa sekarang maupun yang akan datang.' Tidak hanya itu, Ajaran Ki Hajar Dewantara yang lain yang kita kenal adalahTri Pusat Pendidikan yang meliputi:pendidikan oleh dan diperoleh dari keluarga, dari sekolah dan dari masyarakat.Ajaran ini memberikan pesan bahwa untuk menghasilkan generasi yang baik harus menjadi kepedulian dan tanggungjawab bersama secara gotong royong antara ke tiga lembaga di atas.

“Pendidikan merupakan bagian inti dari Revolusi Mental. Pendidikan dikatakan gagal jika hanya mengedepankan penguasaan ilmu pengetahuan saja. Banyak studi menunjukan bahwa kecerdasan yang tidak diimbangi dengan karakter yang baik, justru akan menciptakan bencana," jelas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, saat membuka acara Konggres XXI Persatuan Tamansiswa Tahun 2016 di Taman Siswa, kota Yogyakarta.

Seperti yang kita ketahui, saat ini kita sedang hidup dalam era globalisasi yang merupakan suatu yang harus dihadapi. Maka, untuk menghadapi persaingan global saat ini, pemerintah tengah menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan berdaya saing  dengan melakukan revitalisasi pendidikan kejuruan/vokasi. pendidikan SMK, mulai tahun 2017-2019 direncanakan dapat merevitalisasi 1000 SMK dan untuk politeknik mulai tahun 2017-2022 direncanakan akan direvitalisasi sebanyak 40 politeknik negeri.

Menko PMK kembali menekankan bahwa Revolusi Mental bukanlah pekerjaan satu-dua hari, melainkan sebuah program nasional jangka panjang dan terus menerus. Revolusi mental harus menjadi gerakan segenap rakyat dan bangsa Indonesia. Taman siswa dengan potensinya yang memiliki lembaga pendidikan dan lembaga social lainnya yang tersebarkeseluruh Indonesia dapat menjadi pelopor gerakan revolusi mental di berbagai daerah.

Dalam kesempatan ini juga Menko PMK memberikan apresiasinya kepada Persatuan Taman Siswa atas segala kontribusinya dalam memajukan pendidikan di Indonesia selama ini, sekaligus berharap agar kongres taman siswa kali ini dapat menghasilkan gagasan yang cemerlang untuk meningkatkan mutu pendidikan dan dapat terus menumpuk semangat untuk terus berjuang dan mengabdi pada pendidikan bangsa seperti yang telah di teladani oleh Ki Hajar Dewantara.
Kehadiran Menko PMK kali ini sekaligus menjadi wakil dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Turut hadir dalam kesempatan ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Efendy; Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuana X; Ketua DPRD DIY, Yoeke Indra Agung; Deputi bidang Koordinasi Bidang Agama dan Pendidikan Kemenko PMK, Agus Sartono; para undangan dan para pejabat setempat. (fin)

 

Categories: