Oleh humas on May 09, 2018

Pangkal Pinang (09/05) – Mewakili Menko PMK Puan Maharani, Plh Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak, Kemenko PMK Ghafur  Dharmaputra membuka secara resmi Kemah Nasional Konselor Sebaya 2018.

Kemah Nasional Konselor Sebaya Berbasis Revolusi Mental 2018 diikuti oleh lebih dari 600 remaja,  para pengelola/konselor sebaya/pendidik Sebaya Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja serta Duta GenRe dari 34 Provinsi di Indonesia serta dari 7 Kabupaten/Kota yang ada di Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini hasil kerjasama Kemenko PMK bersama BKKBN dan Pemprov Bangka Belitung (Babel). Sebanyak 102 duta GenRe sebelumnya mendapat pembekalan materi revolusi mental oleh Pokja dan Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental, dan Indikator Gerakan Indonesia Bersih,  Tertib serta Mandiri, tanggal 7- 8 Mei, dan pada tanggal 9 Mei hingga 11 Mei 2018 mereka berkemah di GOR Sahabudin Bangka Tengah. Adapun temanya yaitu, “Generasi Berencana (GenRe) : Generasi Cerdas, Aktif dan Kreatif”.

Dalam sambutan yang dibacakan Ghafur, Menko PMK berharap para peserta dapat menjadi motivator dan role model di wilayahnya masing-masing dalam menerapkan nilai-nilai revolusi mental dan indikator yang telah dibuat oleh remaja itu sendiri. Menurutnya, remaja saat ini akan menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia, generasi yang pada tahun 2045, saat Indonesia memasuki usia 100 tahun merdeka, akan berusia antara 35-54 tahun. Generasi ini akan berada pada usia produktif sehingga secara pasti akan mewarnai dan menjadi nahkoda bangsa ini.

“Remaja Generasi emas nantinya diharapkan menjadi generasi yang cerdas dan komprehensif, yaitu produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat dan menyehatkan dalam interaksi alamnya, serta berperadaban unggul,” ujarnya. Generasi emas, sebutnya, disemai melalui pembentukan karakter dalam pembangunan keluarga yang menggunakan pendekatan siklus kehidupan. Karena itu, membina remaja adalah investasi yang luar biasa penting.

Dijelaskannya, melalui Program GenRe, remaja dibina dan diarahkan untuk mampu menjalani masa transisi kehidupan remaja. Ghafur yang juga Staf Ahli Menko PMK menyebut, masa transisi dimaksud dibagi ke dalam Lima Transisi Kehidupan (Five Life Transitions), yaitu 1) melanjutkan sekolah (continue learning); 2) mencari pekerjaan (start working); 3) memulai kehidupan berkeluarga (form families); 4) menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship); dan 5) mempratikkan hidup sehat (practice healthy life).

“Saya sangat berharap, ditangan remaja saat inilah negara kita bisa menjadi bangsa yang besar. Ada tiga hal yang menjadi modal kita untuk mewujudkan hal tersebut,” katanya. Pertama, Indonesia memiliki 65 juta generasi muda. “Luar Biasa jika generasi muda selalu ingin belajar dan ingin maju, yang haus akan prestasi, dan memiliki daya juang yang tidak pernah luntur,” cetusnya. Kedua, jelasnya, jangan pernah berhenti belajar. “Carilah ilmu yang bermanfaat bukan hanya untuk kita sendiri, tapi juga bagi tim Anda. Mudah mencapai sukses sendiri. Lebih sulit membangun sukses bersama dan membangun institusi,” ucapnya. Adapun yang ketiga dikatakannya, generasi muda agar selalu berperan melakukan dan memberikan yang terbaik.

Turut hadir dalam pembukaan, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Deputi KSPK BKKBN M Yani, Sekda Provinsi Bangka Belitung Yan Megawandi, serta Asisten Deputi Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Kemenko PMK Wahyuni Tri Indarty. PS