Oleh humas on October 19, 2018

Jakarta (19/10)--- Dalam waktu tidak lama lagi, Indonesia akan menggelar hajat besar kebudayaan. Selain memperingati satu abad lahirnya Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI), Indonesia akan terus memamerkan kekayaan dan keragaman budayanya. Bahkan rencananya, berbagai hasil kesepakatan dalam kongres akan diupayakan menjadi salah satu program prioritas pembangunan nasional periode mendatang yang semuanya terangkum dalam Program Pemajuan Kebudayaan. Hajat besar KKI, melalui koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian Kemenko PMK, akan diikuti dengan aneka persembahan atraksi seni dan budaya selama tiga hari berturut-turut mulai tanggal 7 – 9 Desember 2018 nanti.

Kemenko PMK melalui Kedeputian bidang Koordinasi Kebudayaan, telah mulai membahas berbagai persiapan penyelengaraan KKI yang nantinya akan ditutup dengan Pawai Budaya dari seluruh tanah air dan akan berkeliling sepanjang jalan protokol di ibukota Jakarta. Rakor persiapan teknis ini membahas tema acara, susunan panitia, dan kesiapan para K/L yang terlibat terutama dari Kemendikbud, Kemendagri, Kemenpar, dan lain-lain. Rakor berlangsung di ruang rapat lt.7 gedung Kemenko PMK, Jakarta pada Kamis pagi (18/10) dan dipimpin langsung oleh Deputi bidang Koordinasi Kebudayaan, Nyoman Shuida. “Lewat budaya kita bersatu dan lewat budaya pula kita tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia punya kekayaan budaya yang begitu hebat,” kata Nyoman dalam pembukaannya.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, dalam paparannya menjelaskan dengan rinci teknis penyelengaraan acara ini. Menurutnya, KKI akan digelar di hari kedua acara tetapi selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati sajian kebudayaan dan seni mulai dari kuliner, pameran hingga workhsop. Pameran tentang objek kebudayaan akan mengambil tema Kapal Phinisi yang merupakan kebanggaaan Indonesia asli dari Suku Bugis. “Agar masyarakat semakin tahu pula bahwa Indonesia adalah bangsa pelaut dan dunia sudah mengakui kehebatan Kapal Phinisi mengarungi lautan,” kata Hilmar lagi. Di arena kapal ini pula, nantinya aneka kuliner khas Nusantara dapat dinikmati pengunjung yang hadir. Adapun interior kapal nantinya akan menampilkan 10 Obyek Pemajuan Kebudayaan dalam bentuk digital multi media dan beberapa artefak yang mewakili. Untuk workshop, beberapa hal yang akan dibahas antara lain mengenai kekayaan dan pameran potensi alam Indonesia seperti bambu, jamu, kopi dan teh, serta aneka rempah nusantara. Sementara untuk Pawai Budaya, rombongan karnaval akan menyusuri kawasan protokol mulai Kawasan Senayan menuju Bundaran HI lalu berlanjut dari Bundara HI menuju Monas. Pawai akan diikuti oleh utusan dari 34 provinsi se-Indonesia dan para komunitas budaya kontemporer; serta melibatkan 11.900 partisipan. (*)

Categories: