Oleh humas2 on September 01, 2016

Jakarta (31/08) - Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Kemenko PMK, Nyoman Shuida memimpin Rapat Koordinasi (rakor) Pembahasan  Road Map Pengembangan dan Pelestarian Kopi Kabupaten Tanggamus, Propinsi Lampung. Rapat dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus, Mukhlis Basri; perwakilan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; Kementerian Pariwisata; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian atau Lembaga(K/L) yang terkait lainnya.

Rakor ini merupakan tindaklanjut dari rapat yang telah dilaksanakan pada 26 Juni 2016 mengenai perkembangan dari pelestarian kopi dari Kabupaten Tanggamus. Hingga saat ini sudah ada 8(delapan) instansi yang memeberikan dukungan dan komitmen terhadap perkembangan kopi Kabupaten Tanggamus.”Sampai saat ini 8(delapan) instansi telah memberikan dukungan dan komitmennya terhadap perkembangan dari kopi Tanggamus. Diantaranya, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi, Kementerian Pertanian, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bondowoso, Badan Penelitian Kopi dan Kokoa Jember, Bank BRI dan Kabupaten Tanggamus itu sendiri,”tutur Nyoman.

Adapun untuk mengembangkan produk kopi Tanggamus, standarisasi nasional diperlukan untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat terhadap produk kopi yang dipasarkan. Tidak hanya berfokus terhadap perkembangan kopi, tetapi kesejahteraan komunitas petani kopi juga perlu ditingkatkan. Adanya keterjagaan  hubungan antara petani kopi dan juga pengusaha pengolahan kopi.

 

Reporter : Tri Wahyu

Editor : Deni Adam Malik