Oleh humas2 on August 23, 2016

Dermaji (19-21/08)--- Deputi bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Kemenko PMK, I Nyoman Shuida; Staff Khusus bidang Hubungan dan Bantuan Luar Negeri Kemenko PMK, Prasetjono Widjojo; Staff Ahli bidang UMKM, Ekonomi kreatif dan Ketenagakerjaan, Sidqi Lego Pangesti; beserta rombongan mengunjungi Desa Dermaji, Kab Banyumas, Jawa Tengah. Kunjungan kerja kali ini merupakan studi banding mengenai pengelolaan Tanah Aset Desa sebagai tindak lanjut temuan permasalahan lapangan di Desa Kanekes, Kab Lebak, Banten, sekaligus memeriahkan kegiatan Festival Dermaji.

Kunjungan diawali dengan sesi Diskusi Terfokus yang dimoderasi oleh Perangkat Desa Dermaji dan Kepala Desa Dermaji sebagai tuan rumah. Sebagai salah satu bentuk kemandirian desa, UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa beserta rangkaian regulasi pendukungnya telah mengamanatkan wewenang dan tanggungjawab bagi desa untuk mengelola sumber-sumber pendapatan desa.

Desa Dermaji merupakan salah satu desa unggulan yang memiliki inisiatif dan kreativitas dalam menghadirkan sumber pendapatan bagi desa melalui pengelolaan tanah produktif hingg ke luar batas wilayah Desanya. Upaya itu menjadi masukan penting bagi upaya pembangunan desa khususnya bagi Desa yang minim memiliki tanah produktif di dalam batas wilayahnya seperti Desa Kanekes di Lebak, Banten.

Selain itu, banyak pengalaman baik yang telah dilakukan di Desa Dermaji dan desa-desa lainnya di Kab Banyumas yang dapat menjadi masukan bagi lokasi lainnya, antara lain dalam pemanfaatan teknologi informatika dan komunikasi untuk mendorong akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan desa  melalui website (http://dermaji.desa.id/), serta forum lintas desa dwi-bulanan yang tidak hanya terbatas pada Kecamatan dan Kabupaten yang bersangkutan saja tetapi hingga mencakup desa-desa dari luar Kab Banyumas. Menyediakan akses terhadap kinerja Pemerintah Desa dan membuka forum diskusi merupakan wujud demokrasi yang nyata di tingkat akar rumput. Keterbukaan data dan tersedianya forum aspirasi akan mewujudkan Desa yang tidak hanya transparan dan akuntabel dalam penyelenggaraannya, namun juga resilientdalam menghadapi dinamika yang dihadapi.

Pada hari kedua, rombongan menghadiri pembukaan Festival Dermaji oleh Bupati Banyumas. Festival ini diinisiasi sebagai wujud aktualisasi peran masyarakat dalam pembangunan desa. Deputi bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan, memandang upaya pembangunan desa sesuai dengan amanat UU Desa tentu tidak lepas dari proses belajar masyarakat dalam menggali potensi dan melahirkan inovasi. Dengan demikian, upaya menemukan wujud pemberdayaan desa yang ideal merupakan proses dua arah yang tidak hanya bersumber dari arahan regulasi nasional tetapi juga bersumber dari kreativitas dan semangat yang lahir dari desa dan masyarakatnya dengan fasilitasi yang baik oleh Pemerintah Daerah. Harapan beliau, Desa-desa yang progresif dan Pemerintah Daerah yang amanat dapat menjadi tujuan studi komparatif untuk menularkan praktik-praktik baiknya.

(sumber: Kedeputian VII Kemenko PMK)

Editor : Siti Badriah